in

Ancaman Terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa dalam diri kita masih
ada rasa cinta kepada negara Indonesia. Kecintaan kita kepada bangsa semakin
hari semakin besar, karena itu semua merupakan anugerah Tuhan yang amat
besar.
Setiap warga negara Indonesia harus memiliki jiwa mencintai tanah airnya.
Bukti kita mencintai tanah air harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Warga
negara yang baik harus mencintai dan menjunjung tinggi negara Indonesia. Hal ini
karena mencintai dan menjunjung tinggi negara itu sudah merupakan kewajiban
kita sebagai warga negara Indonesia.
Nah, untuk semakin meyakinkan kecintaan kita kepada Indonesia, coba kalian
nyanyikan bersama-sama lagu “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed. Nyanyikanlah
dengan penuh hikmat dan penghayatan.
Tanah Airku
Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negri ku jalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Apa makna yang terkandung dalam lagu tersebut? Tentu saja kalian akan
BAB
6
Ancaman Terhadap Negara
dalam Bingkai Bhinneka
Tunggal Ika
170 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
menyimpulkan bahwa dalam lagu tersebut menegaskan kecintaan kita terhadap
tanah air walaupun pergi jauh. Negara Indonesia merupakan negara yang
mempunyai pesona alam yang indah dan unik, yaitu sebagai negara kepulauan
terbesar di dunia. Hal itu memberikan kesan tersendiri bagi siapa saja yang datang
ke Indonesia. Banyak wisatawan asing yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan
wisata dan tempat berlibur. Dunia internasional mengakui bahwa keindahan dan
kekayaan alam Indonesia sangat menakjubkan. Selain itu, keanekaragaman atau
kebhinekaan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang meliputi kebhinekaan suku
bangsa, bahasa, adat istiadat dan sebagainya menjadi keunggulan kita sebagai
bangsa Indonesia.
Keanekaragaman bangsa Indonesia merupakan sebuah potensi dan tantangan
tersendiri. Disebut sebagai sebuah potensi, karena membuat bangsa kita menjadi
bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah baik kekayaan alam
maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat para wisatawan asing
untuk mengunjungi Indonesia dan investor asing untuk menanamkan modalnya
di Indonesia. Selain itu, kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah
tantangan bahkan ancaman. Adanya kebhinekaan membuat penduduk Indonesia
mudah berbeda pendapat dan mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang
sempit sehingga sewaktu-waktu bisa menjadi ledakan yang akan mengancam
integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, semua
warga negara harus mewaspadai segala bentuk ancaman yang dapat memecah
belah persatuan bangsa.
Pada bab ini kalian akan diajak untuk mewaspadai ancaman terhadap integrasi
nasional dan ipoleksosbudhankam. Pada akhirnya nanti kalian diharapkan dapat
berperan serta untuk mengatasi berbagai ancaman dalam rangka membangun
integritas nasional.
A. Ancaman terhadap Integrasi Nasional
Apakah di kelas kalian ada peta dunia? Coba kalian amati peta tersebut,
kalian dapat menunjukkan dan melihat posisi negara Indonesia yang berada
di tengah-tengah dunia. Kemudian, dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua
benua yaitu Asia dan Australia, serta berada di antara dua samudera yaitu
Samudera Hindia dan Pasifik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah
Indonesia berada pada posisi silang yang sangat strategis dan ideal.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 171
Posisi silang yang diberikan Tuhan kepada negara Indonesia tidak hanya
meliputi aspek kewilayahan saja, melainkan meliputi pula aspek-apek
kehidupan sosial, antara lain:

  1. Penduduk Indonesia berada di antara daerah berpenduduk padat di utara
    dan daerah berpenduduk jarang di selatan.
  2. Ideologi Indonesia terletak antara komunisme di utara dan liberalisme
    di selatan.
  3. Demokrasi Pancasila berada di antara demokrasi rakyat di utara (Asia
    daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan.
  4. Ekonomi Indonesia berada di antara sistem ekonomi sosialis di utara dan
    sistem ekonomi kapitalis di selatan.
  5. Masyarakat Indonesia berada di antara masyarakat sosialis di utara dan
    masyarakat individualis di selatan.
  6. Kebudayaan Indonesia berada di antara kebudayaan timur di utara dan
    kebudayaan barat di selatan
  7. Sistem pertahanan dan keamanan Indonesia berada di antara sistem
    pertahanan continental di utara dan sistem pertahanan maritim di barat,
    selatan dan timur.
    Dengan demikian, maka posisi silang
    Indonesia merupakan sebuah potensi
    sekaligus ancaman bagi integrasi
    nasional bangsa Indonesia. Apa
    sebenarnya yang menjadi ancaman bagi
    integrasi nasional negara Indonesia?
    Ancaman bagi integrasi nasional
    tersebut datang dari luar maupun
    dari dalam negeri Indonesia sendiri
    dalam berbagai dimensi kehidupan.
    Ancaman tersebut biasanya berupa
    ancaman militer dan non-militer. Mengapa ancaman perlu diketahui? Nah,
    untuk menjawab rasa penasaran dan menambah pengetahun kalian, berikut
    ini uraian secara singkat ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia baik yang
    berupa ancaman militer maupun non-milter.
    Sumber: http://www.ekazai.wordpress.
    comGambar 6.1 Kebudayaan Loncat
    Batu dari Nias. Kebudayaan Indonesia
    diartikan seluruh ciri khas suatu daerah
    yang ada sebelum terbentuknya
    Indonesia.
    172 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
  8. Ancaman di Bidang Militer
    Perkembangan persenjataan militer di setiap negara terus ditingkatkan.
    Bahkan ada negara yang memiliki senjata pemusnah massal yang berbahan
    kimia dan nuklir. Aktivitas ini merupakan ancaman militer yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisir. Ancaman ini dinilai mempunyai
    kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan
    keselamatan segenap bangsa. Kekuatan senjata ini dapat digunakan untuk
    melakukan agresi/invasi, pelanggaran wilayah, pemberontakan bersenjata,
    sabotase, spionase, aksi teror bersenjata, dan ancaman keamanan laut dan
    udara.
    Suatu negara yang melakukan agresi dikategorikan sebagai ancaman
    kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan suatu bangsa. Agresi
    ini mempunyai bentuk- bentuk mulai dari yang berskala paling besar sampai
    dengan yang terendah. Invasi merupakan bentuk agresi yang berskala paling
    besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan
    untuk menyerang dan menduduki wilayah negara lain. Bangsa Indonesia
    pernah merasakan pahitnya diinvasi atau diserang oleh Belanda yang ingin
    kembali menjajah Indonesia sebanyak dua kali, yaitu pada agresi militer I
    dari tanggal 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947 dan agresi militer II tanggal
    19 Desember 1948.
    Sumber: dokumen kemdikbud
    Gambar 6.2 Konvoi pasukan Belanda ketika melakukan Agresi Militer I kepada bangsa
    Indonesia.
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 173
    Selain itu, bentuk ancaman militer yang sering terjadinya cukup tinggi
    adalah tindakan pelanggaran wilayah (wilayah laut, ruang udara dan
    daratan). Buktinya wilayah negara kita pernah ada yang dicaplok dan diakui
    oleh negara lain. Hal ini menjadi konsekuensi bagi Indonesia yang memiliki
    wilayah yang sangat luas dan terbuka sehingga berpotensi terjadinya
    pelanggaran wilayah.
    Pemberontakan bersenjata juga menjadi ancaman militer yang harus
    serius ditangani oleh bangsa Indonesia. Pada dasarnya pemberontakan
    bersenjata yang terjadi di Indonesia merupakan ancaman yang timbul dan
    dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di dalam negeri. Namun, tidak menutup
    kemungkinan pemberontakan bersenjata tersebut disokong oleh kekuatan
    asing, baik secara terbuka maupun secara tertutup. Pemberontakan
    bersenjata melawan pemerintah Indonesia yang sah merupakan bentuk
    ancaman militer yang dapat merongrong kewibawaan negara dan jalannya
    roda pemerintahan. Dalam perjalanan sejarah, bangsa Indonesia pernah
    mengalami sejumlah aksi pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh
    gerakan radikal, seperti DI/TII, PRRI, Permesta, Pemberontakan PKI Madiun,
    serta G-30-S/PKI. Sejumlah aksi pemberontakan bersenjata tersebut tidak
    hanya mengancam pemerintahan yang sah, tetapi juga mengancam
    tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila
    dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
    Negara Indonesia mempunyai fungsi pertahanan negara yang ditujukan
    untuk memberikan perlindungan terhadap warga negara, objek-objek
    vital nasional, dan instalasi strategis dari kemungkinan aksi sabotase. Hal
    ini memerlukan kewaspadaan yang tinggi didukung oleh teknologi yang
    mampu mendeteksi dan mencegah secara dini. Indonesia memiliki sejumlah
    objek vital nasional dan instalasi strategis yang rawan terhadap aksi sabotase
    sehingga harus dilindungi, seperti istana negara, gedung MPR/DPR, tempat
    wisata, dan tempat pengelolaan sumber daya alam.
    Spionase merupakan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh agenagen rahasia dalam mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara
    dari negara lain. Kegiatan spionase dilakukan secara tertutup dengan
    menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena kegiatan
    ini tidak mudah dideteksi, maka spionase merupakan bentuk ancaman
    militer yang memerlukan penanganan secara khusus untuk melindungi
    174 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
    kepentingan pertahanan dari kebocoran
    yang akan dimanfaatkan oleh pihak lawan.
    Baru-baru ini kita dikejutkan dengan
    adanya aksi teror di Ibu Kota Jakarta, yaitu
    Bom Thamrin. Aksi teror ini dilakukan
    secara terbuka di tengah kesibukan
    masyarakat. Aksi teror bersenjata ini
    memakan banyak korban, baik dari
    kepolisian dan masyarakat. Aksi teror ini
    merupakan bentuk kegiatan terorisme
    yang mengancam keselamatan bangsa
    dengan menebarkan rasa ketakutan yang
    mendalam serta menimbulkan korban
    tanpa mengenal rasa perikemanusiaan.
    Sasaran aksi teror bersenjata dapat menimpa siapa saja, sehingga sulit
    diprediksi dan ditangani dengan cara-cara biasa. Perkembangan aksi teror
    bersenjata yang dilakukan oleh teroris pada dekade terakhir meningkat
    cukup pesat dengan mengikuti perkembangan politik, lingkungan strategis,
    dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, segala bentuk teror
    harus dicegah dan dibasmi agar kententraman masyarakat tidak terganggu
    Selanjutnya, gangguan keamanan di laut dan udara juga perlu
    mendapatkan perhatian. Gangguan di laut dan udara merupakan bentuk
    ancaman militer yang mengganggu stabilitas keamanan wilayah nasional
    Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang memiliki wilayah perairan
    dan wilayah udara terbentang luas menjadikan pelintasan transportasi
    dunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dirgantara. Hal ini
    berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keamanan laut
    dan udara.
    Adapun bentuk-bentuk gangguan keamanan di laut dan udara yang harus
    mendapat perhatian dalam penyelenggaraan pertahanan negara, yaitu
    pembajakan atau perompakan, penyelundupan narkoba, penyelundupan
    senjata, amunisi, bahan peledak atau bahan lain yang dapat membahayakan
    keselamatan bangsa, penangkapan ikan secara illegal, pencurian kekayaan
    di laut dan pencemaran lingkungan.
    Info Kewarganegaraan
    Sejarah spionase sudah
    amat tua. Mesir Kuno,
    misalnya, memiliki dinas
    rahasia yang menyelidiki
    negara tetangga sekaligus
    tokoh masyarakat terkemuka.
    Orang Yunani Kuno dan
    Romawi juga memiliki agen
    spionase mereka sendiri.
    Di Asia, spionase adalah
    bentuk seni tinggi dan
    dibahas mendalam dalam
    berbagai teks seperti The Art
    of War karangan Sun Tzu.
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 175
    Tugas Mandiri 6.1
    Setelah membaca uraian materi di atas, coba kalian cari di internet atau sumber
    lain akibat jika ancaman-ancaman militer tidak dapat ditanggulangi oleh negara
    kita. Tuliskan akibatnya pada bagian di bawah ini.
    Tabel 6.1. Ancaman dan Akibatnya
    No Ancaman Militer Akibatnya bagi Integrasi Nasional
    1.
    Ancaman Militer
    Akibatnya bagi Integrasi
    Nasional
  9. Spionase
  10. Teroris
  11. Agresi Militer
  12. Penyelundupan Senjata
  13. Ancaman Non-Militer
    Ancaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakan
    faktor-faktor non-militer dinilai mempunyai kemampuan yang
    membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah
    negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman ini salah satunya
    disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi. Globalisasi yang
    menghilangkan sekat atau batas pergaulan antar bangsa secara disadari
    ataupun tidak telah memberikan dampak negatif yang kemudian menjadi
    ancaman bagi keutuhan sebuah negara, termasuk Indonesia. Ancaman nonmiliter di antaranya dapat berdimensi ideologi, politik, ekonomi dan sosial
    budaya.Contoh ancaman non-militer seperti pengaruh gaya hidup (lifestyle)
    kebarat-baratan, sudah tidak mencintai budaya sendiri, tidak menggunakan
    produk dalam negeri, dan sebagainya.
    176 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
    Ancaman non-militer memiliki karakteristik yang berbeda dengan
    ancaman militer, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat
    seperti ancaman militer. Ancaman non-militer ini berdimensi ideologi,
    politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi, serta keselamatan
    umum.
    Tugas Mandiri 6.2
    Setelah membaca uraian materi di atas, coba kalian cari di internet atau sumber
    lain ancaman berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi
    informasi, serta keselamatan umum. Tuliskan ancamannya pada bagian di bawah
    ini.
    Tabel 6.2. Ancaman dalam Berbagai Dimensi
    No Dimensi Ancaman Contohnya
  14. Ideologi Paham ideologi komunis Tidak mengakui
    adanya Tuhan
  15. Politik
  16. Ekonomi
  17. Sosial Budaya
  18. Teknologi Informasi
  19. Kedaulatan Umum
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 177
    B. Ancaman di Bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
    Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun
    luar negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah
    negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman non-militer atau nirmiliter
    memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer, yaitu tidak
    bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer, karena
    ancaman ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi,
    informasi serta keselamatan umum. Berikut ini berbagai ancaman bagi bangsa
    Indonesia dilihat dari berbagai bidang kehidupan.
  20. Ancaman di Bidang Ideologi
    Secara umum Indonesia menolak
    dengan tegas paham komunis dan zionis.
    Akibat dari penolakan tersebut, tentu saja
    pengaruh dari negara-negara komunis
    dapat dikatakan tidak dirasakan oleh
    bangsa Indonesia, kalaupun ada pengaruh
    tersebut sangat kecil ukurannya. Akan
    tetapi, meskipun demikian bukan berarti
    bangsa Indonesia terbebas dari pengaruh
    paham lainnya, misalnya pengaruh
    liberalisme. Saat ini kehidupan masyarakat
    Indonesia cenderung mengarah pada
    kehidupan liberal yang menekankan
    pada aspek kebebasan individual.
    Sebenarnya liberalisme yang didukung
    oleh negara-negara barat tidak hanya mempengaruhi bangsa Indonesia,
    akan tetapi hampir semua negara di dunia. Hal ini sebagai akibat dari era
    globalisasi. Globalisasi ternyata mampu meyakinkan kepada masyarakat
    Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa manusia ke arah kemajuan
    dan kemakmuran. Tidak jarang hal ini mempengaruhi pikiran masyarakat
    Indonesia untuk tertarik pada ideologi tersebut. Akan tetapi, pada umumnya
    pengaruh yang diambil justru yang bernilai negatif, misalnya dalam gaya
    hidup yang diliputi kemewahan, pergaulan bebas yang cenderung mengInfo Kewarganegaraan
    Dampak Positif Globalisasi
    • Komunikasi yang semakin
    cepat dan mudah
    • Meningkatnya taraf hidup
    dari masyarakat
    • Mudahnya mendapatkan
    informasi dan ilmu
    pengetahuan.
    • Tingkat pembangun yang
    semakin tinggi
    • Meningkatnya turisme dan
    pariwisata
    • Meningkatnya ekonomi
    menjadi lebih produktif,
    efektif, dan efisien.
    178 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
    arah pada dilakukannya perilaku seks bebas dan perbuatan dekadensi moral
    lainnya. Hal tesebut apabila tidak segera diatasi akan menjadi ancaman bagi
    kepribadian bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
  21. Ancaman di Bidang Politik
    Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari dalam negeri maupun
    luar negeri. Dari luar negeri, ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu
    negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia. Intimidasi,
    provokasi, atau blokade politik merupakan bentuk ancaman non-militer
    berdimensi politik yang seringkali digunakan oleh pihak-pihak lain untuk
    menekan negara lain. Ke depan, bentuk ancaman yang berasal dari luar
    negeri diperkirakan masih berpotensi terhadap Indonesia, yang memerlukan
    peran dari fungsi pertahanan non-militer untuk menghadapinya.
    Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri
    dapat berupa penggunaan kekuatan berupa pengerahan massa untuk
    menumbangkan suatu pemerintahan yang berkuasa, atau menggalang
    kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerintah. Selain itu,
    ancaman separatisme merupakan bentuk lain dari ancaman politik yang
    timbul di dalam negeri. Sebagai bentuk ancaman politik, separatisme
    dapat menempuh pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan
    bersenjata. Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk
    menarik simpati masyarakat internasional. Oleh karena itu, separatisme
    sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan militer. Hal ini membuktikan
    bahwa ancaman di bidang politik memiliki tingkat resiko yang besar yang
    dapat mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa.
  22. Ancaman di Bidang Ekonomi
    Pada saat ini ekonomi suatu negara tidak bisa berdiri sendiri. Hal tersebut
    merupakan bukti nyata dari pengaruh globalisasi. Dapat dikatakan, saat ini
    tidak ada lagi negara yang mempunyai kebijakan ekonomi yang tertutup
    dari pengaruh negara lainnya.
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 179
    Pengaruh globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan
    ekonomi dan perdagangan di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi
    satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi tanpa rintangan batas
    teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan
    seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
    Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi
    kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian
    internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan
    membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional
    secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produkproduk global ke dalam pasar domestik. Hal tersebut tentu saja selain
    menjadi keuntungan, juga menjadi ancaman bagi kedaulatan ekonomi
    suatu negara.
    Ancaman kedaulatan Indonesia dalam bidang ekonomi, di antaranya
    adalah sebagai berikut.
    a. Indonesia akan kedatangan oleh barang-barang dari luar dengan adanya
    perdagangan bebas yang tidak mengenal adanya batas-batas negara. Hal
    ini mengakibatkan semakin terdesaknya barang-barang lokal terutama
    yang tradisional karena kalah bersaing dengan barang-barang dari luar
    negeri.
    b. Perekonomian negara kita akan dikuasai oleh pihak asing, seiring dengan
    semakin mudahnya orang asing menanamkan modalnya di Indonesia.
    Pada akhirnya mereka dapat menekan pemerintah atau bangsa kita.
    Dengan demikian bangsa kita akan dijajah secara ekonomi oleh negara
    investor.
    Sumber: http://www.infomoneter.com
    Gambar 6.3 Kegiatan bongkar muat di pelabuhan merupakan salah satu kegiatan
    perekonomian antarnegara atau antarprovinsi.
    180 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
    c. Persaingan bebas akan menimbulkan adanya pelaku ekonomi yang
    kalah dan menang. Pihak yang menang secara leluasa memonopoli
    pasar, sedangkan yang kalah akan menjadi penonton yang senantiasa
    tertindas. Akibatnya, timbulnya kesenjangan sosial yang tajam sebagai
    akibat dari adanya persaingan bebas tersebut.
    d. Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi semakin berkurang,
    koperasi semakin sulit berkembang dan penyerapan tenaga kerja dengan
    pola padat karya semakin ditinggalkan sehingga angka pengangguran
    dan kemiskinan susah dikendalikan.
    e. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Apabila
    hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dalam
    jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam
    jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya
    pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja
    akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran
    tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk.
  23. Ancaman di Bidang Sosial Budaya
    Ancaman di bidang sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman
    dari dalam dan dari luar. Ancaman dari dalam ditimbulkan oleh isu-isu
    kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut
    menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan, seperti premanisme,
    separatisme, terorisme, kekerasan, dan bencana akibat perbuatan manusia.
    Isu tersebut akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme,
    dan patriotisme.
    Adapun ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif
    globalisasi, di antaranya adalah sebagai berikut.
    a. Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengkonsumsi barangbarang dari luar negeri.
    b. Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai
    suatu nilai hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia suka memaksakan
    diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut,
    meskipun harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.
    Seperti mabuk-mabukan, pergaulan bebas, foya-foya dan sebagainya.
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 181
    c. Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri
    sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna.
    Sikap seperti ini dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang
    lain, misalnya sikap selalu menghardik pengemis, pengamen, dan
    sebagainya.
    d. Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi
    kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru
    model pakain yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya
    bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku, misalnya
    memakai rok mini, lelaki memakai anting-anting dan sebagainya.
    e. Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian
    dan kesetiakawanan sosial.
    f. Semakin lunturnya nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
    Tugas Mandiri 6.3
    Buatlah laporan tertulis mengenai pengaruh negatif globalisasi yang terjadi
    di tempat tinggal kalian. Perubahan apa yang terjadi? Mengapa itu terjadi? Apa
    sumber penyebab terjadinya hal tersebut? Hasil pengamatan kalian diskusikan di
    kelas.
  24. Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan
    Seiring dengan berjalannya waktu, proses penegakan pertahanan dan
    keamanan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak semudah
    yang dibayangkan atau semudah dalam pembicaraan yang bersifat teoritis
    semata. Masih adanya masalah teror dan konflik SARA yang terjadi pada suatu
    wilayah memiliki tujuan yang sama yaitu tidak ingin bangsa Indonesia hidup
    damai dan tentram. Oleh karena itu, lemahnya penerapan dan penegakan
    hukum dan keadilan harus terus ditingkatkan. Semakin bermunculan
    masalah di suatu wilayah mengakibatkan hilangnya tingkat kewibawaan
    hukum dan kemerosotan wibawa para penegaknya. Dengan demikian,kita
    harus mengantisipasi ancaman sedini mungkin di bidang pertahanan dan
    keamanan, baik secara militer maupun non-militer.
    182 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
    Tugas Mandiri 6.4
    Setelah membaca uraian materi sebelumnya, coba kamu tuliskan bahaya
    yang ditimbulkan apabila terjadi ancaman-ancaman di bidang ipoleksosbudhankam.
    Tabel 6.3. Ancaman di Bidang Ipoleksosbudhankam
    No Bidang Ancaman Contohnya
  25. Ideologi Paham ideologi liberal Bersikap individualis
  26. Politik
  27. Ekonomi
  28. Sosial Budaya
  29. Pertahanan dan
    Keamanan
    C. Peran Serta Masyarakat untuk Mengatasi Berbagai Ancaman dalam
    Membangun Integrasi Nasional
    Peran serta akan timbul jika kita memiliki kesadaran. Kesadaran adalah sikap
    yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasi hati ikhlas tanpa ada tekanan
    dari luar. Konsep atau makna kesadaran dapat diartikan sebagai sikap perilaku
    diri yang tumbuh dari kemauan diri dengan dilandasai suasana hati yang ikhlas/
    rela tanpa tekanan dari luar untuk bertindak yang umumnya dalam upaya
    mewujudkan kebaikan yang berguna untuk diri sendiri dan lingkungannya.
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 183
    Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara kepada generasi muda
    merupakan hal penting karena generasi muda merupakan penerus bangsa
    yang tidak dapat dipisahkan dari perjalan panjang bangsa ini. Kesadaran
    berbangsa dan bernegara ini tidak hanya berlaku pada pemerintah saja,
    tetapi lebih luas menerapkan arti sadar berbangsa dan bernegara ini dalam
    kehidupan bermasyarakat.
    Banyak tantangan di era globalisasi ini bagi negeri kita untuk menumbuhkan
    peran serta dan kesadaran berbangsa dan bernegara. Pemerintah ikut
    bertanggung jawab mengemban amanat untuk memberikan kesadaran
    berbangsa dan bernegara bagi warganya. Jika rakyat Indonesia sudah tidak
    memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, maka ini merupakan bahaya
    besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mengakibatkan bangsa
    ini akan jatuh ke dalam kondisi yang sangat parah bahkan jauh terpuruk
    dari bangsa-bangsa yang lain yang telah mempersiapkan diri dari gangguan
    bangsa lain. Akibatnya, Integrasi nasional akan terganggu.
    Peran serta dan kesadaran masyarakat mempunyai makna bahwa individu
    harus mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri
    yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan
    Negara Indonesia untuk mengatasi ancaman dalam membangun integrasi
    nasional. Peran serta masyarakat untuk mengatasi berbagai ancaman dalam
    membangun integrasi nasional di antaranya adalah sebagai berikut.
  30. Tidak membeda-bedakan keberagaman misalnya pada suku, budaya,
    daerah dan sebagainya
  31. Menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan agama yang dianutnya
  32. Membangun kesadaran akan pentingnya integrasi nasional
  33. Melakukan gotong royong dalam rangka peningkatan kesadaran
    bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
  34. Menggunakan segala fasilitas umum dengan baik
  35. Mau dan bersedia untuk berkerja sama dengan segenap lapisan atau
    golongan masyarakat
  36. Merawat dan memelihara lingkungan bersama-sama dengan baik
  37. Bersedia memperoleh berbagai macam pelayanan umum secara tertib.
  38. Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran
    lingkungan.
    184 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
  39. Mengolah dan memanfaatkan kekayaan alam guna meningkatkan
    kesejahteraan rakyat.
  40. Menjaga keamanan wilayah negara dari ancaman yang datang dari luar
    maupun dari dalam negeri.
  41. Memberi kesempatan yang sama untuk merayakan hari besar keagamaan
    dengan aman dan nyaman
  42. Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan dalam masyarakat
    dan pemerintah
  43. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
  44. Bersedia untuk menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Wawasan Nusantara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia