in ,

Bentuk-Bentuk Pelaksanaan Yadnya dalam Kehidupan Sehari-hari

        Bentuk yajña bermacam macam. Ada dalam bentuk persembahan dengan mempergunakan sarana (banten, sesajen). Dan ada juga persembahan dalam bentuk pengorbanan diri/pengendalian diri (pengendalian Indriya). Pengorbanan segala aktivitas, pengorbanan harta benda (kekayaan) dan pengorbanan dalam bentuk ilmu pengetahuan (veda). Jadi banyak jalan yang kita bisa tempuh untuk menghubungkan diri dengan tuhan yang maha esa ( Sang Hyang Widhi Wasa ). Berdasarkan waktu pelaksanaan yajña dapat dibedakan menjadi :

1. Nityā yajña yang dilaksanakan setiap hari seperti halnya :

a. Tri Sandhya.

           Tri sandhya adalah merupakan bentuk yajña yang dilaksanakan setiap hari, dengan kurun waktu pagi hari, siang hari dan sore hari.

b. Yajña Śesa/mesaiban/ngejot.

           Mesaiban/ngejot adalah yajña yang dilakukan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya setelah memasak atau sebelum menikmati makanan. Orang yang baik adalah mereka yang menikmati makanannya setelah melakukan persembahan. Ber-yadjña, bila tidak demikian, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa serta pencuri yang tidak pernah menikmati kebahagiaan dalam hidupnya.

c. Jñāna Yajña.

          Jñāna Yajña adalah merupakan Yajña dalam bentuk pengetahuan. Dengan melalui proses belajar dan mengajar. Proses pembelajaran ini hendaknya dimulai setiap hari dan setiap saat, sehingga kemajuan dan peningkatan dalam dunia pendidikan akan mencapai sasaran yang diinginkan. Dengan melalui sistem pendidikan yang ada, yang dimulai sejak dini, di dalam keluarga kecil, sekolah dan dilakukan secara terus menerus secara selama hayat dikandung badan. Umat hindu hendaknya menyadari membiaskan diri belajar, karena hal itu merupakan salah satu cara mendekati diri kepada Sang Hyang Widhi Waasa (Yajña).

2. Naimitika Yajña

           Naimitika Yajña adalah yajña yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang sudah di jadwal, dasar perhitungan adalah :

a) Berdasarkan perhitungan warna, perpaduan antara Tri Wara dengan Pañca Wara. Contoh : Hari Kajeng Kliwon. Perpaduan antara Pañca Wara dengan Sapta Wara. Contohnya: Budha wage, Budha Kliwon, Anggara kasih dan lain sebagainya.
b) Berdasarkan Penghitungan Wuku. Contohnya: Galungan, Pagerwesi, Saraswati, Kuningan.
c) Berdasarkan atas perhitungan Sasih. Contohnya: Purnama, Tilem, Nyepi, Siwa Rātri.

India, Patung, Dewi, Batu, Wanita, Angka

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nilai Bhuta Yadnya Yang Terkandung Dalam Ramayana

Pengertian Padewasan (Dewasa) Hari Baik Dalam Agama Hindu