in ,

Contoh Padewasan Untuk Melakukan Upacara Panca Yadnya

Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh padewasan untuk melakukan
upacara agama yang termasuk kedalam upacara Panca Yajña.
1. Melakukan Upacara Dewa Yajña

Selain upacara agama yang dilakukan pada hari-hari suci baik yang ditentukan
berdasarkan atas wewaran, wuku, penanggal, panglong, sasih, yang dirayakan oleh
umat Hindu secara berkala dan berkelanjutan, dalam kesempatan ini akan diberikan
contoh-contoh padewasan untuk nangun (memulai) upacara Dewa Yajña.
a. Sasih yang baik untuk melakukan Dewa Yajña: Kapat, kelima, kedasa.
b. Amerta Bhuana : Dewasa Ayu untuk Dewa Yadnya, Pemujaan Tuhan Yang Maha
Esa serta leluhur untuk mendapat kesejahteraan.
c. Amerta Dewa : Hari baik melaksanakan dharma, Panca Yajña:, khususnya
Dewa Yajña: juga hari yang baik digunakan untuk membangun
khayangan/tempat-tempat suci
d. Amerta Masa : Hari yang baik untuk melakukan Panca Yajña dalam rangka
memohon kesejahteraan
e. Ayu Nulus : Hari yang baik untuk melaksanakan Yajña, pekerjaan, usaha dan kegiatan yang berlandaskan dharma
f. Dauh Ayu : hari yang baik untuk melaksanakan Panca Yajña
g.Dewa ngelayang : dewasa yang baik memuja Ida Sang Hyang Widi, membangun
kahyangan, pura, maupun sanggah
h. Dewa Werdi : hari baik untuk melaksanakan Panca Yajña, khusunya Dewa Yajña.
2. Melakukan Upacara Bhuta Yajña

Upacara Bhuta Yajña yang dilakukan oleh umat Hindu pada hari-hari suci yang
telah ditentukan berdasarakan wewaran, wuku, sasih, penanggal panglong termasuk
pada saat piodalan di pura-pura, mrajan atau tempat suci lainnya. Selain itu dilakukan
pula nangun (membangun/memulai) Bhuta Yajña di luar ketetapan tersebut. Dewasa
yang baik untuk melakukan upacara Bhuta Yajña sebagai berikut:
a. Sasih baik untuk Bhuta Yadnya: keenem dan kesanga.
b. Dewa Mentas: Hari yang cocok untuk melaksanakan Bhuta Yajna dan upacara
penyucian diri dalam rangka pendidikan.
3. Melakukan Upacara Pitra Yajña

Untuk upacara Pitra Yajña terkait dengan keputusan Kesatuan Seminar Kesatuan
Tafsir terhadap Aspek-aspek Agama Hindu I s/d XV, terkait dengan Jenis-jenis
Padewasan untuk upacara Pitra Yajña (atiwa-tiwa) dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
a. Padewasan yang sifatnya amat segera atau dadakan, atiwa-atiwa segera bisa
dilakukan dengan mengacu pada wariga, dewasa, dan kekeran (aturan) desa.
Adapun larangan atiwa-tiwa adalah Pasah, Anggara Kasih, Buddha Wage, Buddha
Kliwon, Tumpek, Purwani Purnama, dan Tilem.
b. Pedewasan serahina (sehari-hari) adalah bila pelaksanaan atiwa-tiwa tersebut
dilaksanakan lebih dari tujuh hari dan memperhatikan padewasan serahina yang
perhitungannya berdasarkan wewaran, wuku, dan dauh.
c. Padewasan berjangka (berkala), adalah pelaksanaan atiwa-tiwa berdasarkan
jangka waktu tertentu (berkala) yang perhitungannya berdasarkan wewaran,
wuku, tanggal, panglong, sasih, dan dauh, dan disertai dengan sasih yang baik
yaitu Kasa, Karo, Ketiga.
4. Upacara Manusa Yajña

Jenis dari pelaksanaan upacara Manusa Yajña sangat banyak, yaitu mulai dari janin
berada dalam kandungan hingga meninggal. Saat bayi lahir sesungguhnya ia telah
mencari hari yang baik bagi kelahirannya. Pada tahap selanjutnya dilakukan rangkaian
upacara hingga meningkat dewasa melalui upacara Rajasewala atau Rajasinga. Pada
tahap selanjutnya setelah masa Brahmacari dilanjutkan masa Grhastha Asrama yaitu
masa berumah tangga. Memasuki masa berumah tangga didahului dengan proses
upacara sarira samskara berupa upacara Pawiwahan. Penentuan hari yang baik
dalam upacara wiwaha sangat diharapkan, karena hal ini akan memberikan pengaruh
terhadap eksistensi rumah tangga. Ada beberapa primbon perjodohan sebagai rambu-rambu
dalam memilih pasangan hidup yang didasarkan dasar wewarigan.
5. Upacara Rsi Yadnya

Pelaksanaan Rsi Yadnya seperti melakukan upacara mediksa,  ataumedwijati menyucikan diri sebagai orang suci, seperi amerta dewa, amerta masa, ayu nulus, dewa werdhi, dan yang lainnya. Untuk memberikan punya kepada pada orang suci baik dilakukan pada saat Siwa Ratri, atau hari-hari yang lainnya yang  kaitannya tugas dan fungsi orang suci saat muput upacara.

Dewa Siwa, Patung, Dewa, Hindu, Agama

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Padewasan Dan Menentukan Padewasan – Agama Hindu

Manfaat Dan Dampak Pedewasan – Agama Hindu