in

Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Selamat ya, kalian sekarang sudah memasuki semester dua di kelas XI.

Semester ini sangat menentukan langkah kalian untuk dapat naik ke kelas XII.

Nah, di semester dua ini materi pembelajaran untuk mata pelajaran Pendidikan

Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) akan semakin memberikan tantangan

kepada kalian untuk senantiasa belajar dengan penuh kesungguhan.

Pada awal semester dua ini, kalian akan diajak untuk menyusuri dinamika

peran Indonesia dalam perdamaian dunia. Pada akhir pembelajaran bab ini, kalian

diharapkan dapat menganalisis dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia

sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sumber: www.seskab.go.id

Gambar 4.1 Indonesia mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan perdamaian di

kawasan Asia Tenggara.

Salah satu tujuan nasional Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea ke-4

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah

ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian

abadi, dan keadilan sosial. Salah satu konsekuensi dari tujuan tersebut adalah

bangsa Indonesia harus senantiasa berperan serta dalam menciptakan perdamaian

dunia. Hal tersebut dikarenakan bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh

umat manusia di dunia sehingga sudah seharusnya bangsa Indonesia berada pada

barisan terdepan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.

Gambar 4.1 di atas merupakan contoh peristiwa ketika bangsa Indonesia

menjalin kerja sama dengan bangsa lain dalam wadah negara-negara Asia

Tenggara (ASEAN). Kerja sama tersebut merupakan wujud dari peran Indonesia

dalam menciptakan perdamaian dunia.

A. Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia

melalui Hubungan Internasional

1. Makna Hubungan Internasional

Menurut kalian apa yang akan

terjadi jika seandainya negara kita

tidak menjalin hubungan dengan

negara lain? Tentu semuanya pasti

sepakat, kita akan dikucilkan dari

pergaulan bangsa-bangsa di dunia.

Hal ini tentunya akan merugikan

seluruh kehidupan bangsa. Bangsa

Indonesia tidak bisa berinteraksi

dengan sesamanya yang berada di

negara lain. Selain itu, kita akan

buta terhadap hal-hal yang terjadi

di negara lain yang pada hakikatnya

merupakan sumber pengetahuan

bagi kita.

Hubungan internasional merupakan salah satu jawaban bagi persoalan yang

dialami oleh suatu negara. Ketika suatu negara mengalami kekurangan dalam

suatu bidang, misalnya kekurangan tenaga ahli untuk membangun negerinya

Info Kewarganegaraan

Komponen-komponen yang

harus ada dalam hubungan

internasional, antara lain:

1. politik internasional

(international politics),

2. studi tentang peristiwa

internasional (the study of

foreign affair),

3. hukum internasional

(international law),

4. organisasi Adminitrasi

Internasional (international

organization of administration).

maka melalui hubungan internasional negara tersebut mampu mengatasi persoalan

tersebut dengan meminta bantuan dari negara lain. Oleh karena itu hubungan

internasional mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan suatu

negara yang beradab.

Berkaitan dengan hal tersebut apa sebenarnya hubungan internasional itu?

Mencakup apa saja hubungan tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut

ada baiknya kalian kaji uraian pada bagian ini yang akan mengupas makna dari

hubungan internasional.

Secara umum hubungan internasional diartikan sebagai hubungan yang

bersifat global yang meliputi semua hubungan yang terjadi dengan melampaui

batas-batas ketatanegaraan. Konsepsi hubungan internasional oleh para ahli sering

dianggap sama atau dipersamakan dengan konsepsi politik luar negeri, hubungan

luar negeri, dan politik internasional. Ketiga konsep tersebut sebenarnya memiliki

makna yang berbeda satu sama lain, akan tetapi mempunyai persamaan yang

cukup mendasar dalam hal ruang lingkupnya yang melampaui batas-batas negara

(lingkup internasional). Untuk memperluas pemahaman kalian, berikut dipaparkan

makna dari ketiga konsep tersebut.

a. Politik luar negeri adalah seperangkat cara/kebijakan yang dilakukan

oleh suatu negara untuk mengadakan hubungan dengan negara lain dengan

tujuan untuk tercapainya tujuan negara serta kepentingan nasional negara

yang bersangkutan.

b. Hubungan luar negeri adalah keseluruhan hubungan yang dijalankan oleh

suatu negara dengan semua pihak yang tidak tunduk pada kedaulatannya.

c. Politik internasional adalah politik antarnegara yang mencakup

kepentingan dan tindakan beberapa atau semua negara serta proses

interaksi antarnegara maupun antarnegara dengan organisasi internasional.

Tugas Mandiri 4.1

1. Berkaitan dengan pengertian hubungan internasional, terdapat berbagai

pandangan para ahli yang mencRba memberikan defnisi terhadap kRnsep

hubungan internasiRnal. 2leh karena itu, cRba kalian identifkasi pendapat

para ahli mengenai defnisi hubungan internasiRnal. Bacalah berbagai

buku sumber, majalah, koran, atau yang lainnya sebagai sumber informasi

kalian. .emudian tuliskan hasil identifkasi kalian pada tabel di baZah ini.

,nIRrmasikan hasil identifkasi kalian dengan teman sebangku dengan cara

saling tukar hasil pekerjaan masing-masing.

No Nama Ahli ‘e¿Qisi+XEXQJDQ,QWeUQDsiRQDO

1. ……………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

2. ……………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

3. ……………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

2. ‘ari defnisi-defnisi tentang hubungan internasiRnal tersebut, rumusan

siapakah yang paling relevan dengan konteks hubungan internasional yang

dilakukan oleh bangsa Indonesia? Berikan alasannya.

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………

3. Rumuskanlah defnisi hubungan internasiRnal menurut pendapat sendiri.

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………..

4. &ari persamaan dan perbedaan defnisi hubungan internasiRnal yang kalian

rumuskan dengan defnisi yang dirumuskan teman sebangku.

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………..

2. Pentingnya Hubungan Internasional bagi Indonesia

Suatu bangsa yang merdeka tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari negara

lain. Untuk menjaga kelangsungan hidup dan mempertahankan kemerdekaannya,

negara tersebut membutuhkan dukungan dari negara lain. Nah, untuk mendapatkan

dukungan tersebut, suatu negara harus mengadakan hubungan yang baik dengan

negara lain. Misalnya, ketika awal kemerdekaan, bangsa Indonesia membutuhkan

pengakuan dan dukungan dari negara lain. Oleh karena itu, para pendiri negara

menjalin hubungan dengan India, Australia, Amerika Serikat, Belgia, Mesir, dan

sebagainya. Alhasil, kemerdekaan Negara Indonesia mendapatkan dukungan dari

negara-negara lain di dunia.

Sumber: Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka

Gambar 4.2 Suasana Konferensi Asia Afrika Tahun 1955 menjadi bukti hubungan internasional

yang dijalankan bangsa Indonesia di awal kemerdekaan

Suatu negara dapat menjalin

hubungan dengan negara lain

manakala kemerdekaan dan

kedaulatannya telah diakui secara

de facto dan de jure oleh negara

lain. Perlunya kerja sama dalam

bentuk hubungan internasional

antara lain karena faktor-faktor

berikut.

a. Faktor internal, yaitu

adanya kekhawatiran

terancamnya kelangsungan

hidup kesananya, baik

melalui kudeta maupun

intervensi dari negara lain.

b. Faktor ekternal, yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri

bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerja

sama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut terutama dalam upaya

memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, hukum, sosial budaya,

pertahanan, dan keamanan.

Bagaimana hubungan internasional yang dibangun oleh bangsa Indonesia?

Apa arti penting hubungan internasional bagi bangsa Indonesia? Pola hubungan

internasional yang dibangun oleh bangsa Indonesia dapat dilihat dari kebijakan

politik luar negeri Indonesia. Bangsa Indonesia dalam membina hubungan dengan

negara lain menerapkan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif dan diabdikan

bagi kepentingan nasional, terutama kepentingan pembangunan di segala bidang

serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,

perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pembangunan hubungan internasional bangsa Indonesia ditujukan untuk

peningkatan persahabatan dan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral

melalui berbagai macam forum sesuai dengan kepentingan dan kemampuan

nasional. Selain itu, bagi bangsa Indonesia, hubungan internasional diarahkan

untuk hal-hal berikut.

Info Kewarganegaraan

Ruang lingkup hubungan

internasional terletak dalam dua

bidang.

1. Bidang publik, yang meliputi

politik internasional, politik

luar negeri, pertahanan dan

keamanan, hukum internasional,

diplomasi, organisasi

internasional, dan kejahatan

internasional.

2. Bidang privat, meliputi ekonomi

dan moneter internasional,

ilmu pengetahuan, dan turisme

(kepariwisataan)

a. Pembentukan satu negara Republik Indonesia yang berbentuk negara

kesatuan dan negara kebangsaan yang demokratis.

b. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur secara material

ataupun spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

c. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan

semua negara di dunia, dasar kerja sama adalah membentuk satu dunia

baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju perdamaian

dunia yang sempurna .

d. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.

e. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar

kemakmuran rakyat, apabila barang-barang itu tidak atau belum dihasilkan

sendiri.

f. Meningkatkan perdamaian internasional, karena hanya dalam keadaan

damai Indonesia dapat membangun dan memperoleh syarat-syarat yang

diperlukan untuk memperbesar kemakmuran rakyat.

g. Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita

yang tersimpul di dalam Pancasila, dasar dan flsaIah negara kita.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan

yang diharapkan dari pelaksanaan hubungan internasional, bangsa Indonesia

harus senantiasa meningkatkan kualitas kerja sama internasional yang dibangun

dengan negara lain. Untuk mencapai hal tersebut, bangsa Indonesia harus mampu

meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan

diplomasi yang pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif

Indonesia di dunia internasional. Selain itu, juga harus mampu memberikan

perlindungan dan pembelaan terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia,

serta memanfaatkan setiap peluang bagi kepentingan nasional.

Tugas Mandiri 4.2

,dentifkasilah manIaat yang diperRleh bangsa ,ndRnesia dengan menMalin

hubungan internasional saat ini. Tuliskan dalam tabel di bawah ini.

No Bidang Manfaat Hubungan Internasional

1. Ideologi

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

2. Politik

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

3. Ekonomi

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

4.

Sosial

Budaya

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

5.

Pertahanan

dan

Keamanan

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

3. Politik Luar Negeri Indonesia dalam Menjalin Hubungan Internasional

Hubungan yang dijalin oleh suatu negara dengan negara lain, tentu saja tidak

dapat dilepaskan dari tata pergaulan antarnegara. Jika dalam pergaulan manusia

dalam lingkungan tetangga ada yang dinamakan tata krama pergaulan, maka dalam

pergaulan antarnegara pun terdapat hal yang sama. Setiap negara mempunyai

kebijakan politiknya masing-masing. Kebijakan politik masing-masing negara

dalam pergaulan internasional dinamakan politik luar negeri.

Berkaitan dengan hal tersebut, bentuk kerja sama dan perjanjian internasional

yang dilakukan oleh bangsa Indonesia merupakan perwujudan dari politik luar

negeri Indonesia. Selain itu, politik luar negeri juga memberikan corak atau warna

tersendiri bagi kerja sama dan perjanjian internasional yang dilakukan oleh suatu

negara. Apa sebenarnya politik luar negeri bangsa Indonesia?

Untuk mengetahui corak politik luar negeri Indonesia, coba kalian perhatikan

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

alinea keempat, tentang tujuan negara, “…ikut melaksanakan ketertiban dunia

yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa politik luar negeri kita memiliki

corak tertentu. Pemikiran para pendiri negara (founding fathrers) yang dituangkan

dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

1945 tersebut didasari oleh kenyataan bahwa sebagai negara yang baru merdeka,

kita dihadapkan pada lingkungan pergaulan dunia yang dilematis.

Pada awal pendirian negara Republik Indonesia, kita dihadapkan pada satu

situasi dunia yang dikuasai oleh dua kekuatan negara adidaya sebagai akibat dari

Perang Dunia II. Dua kekuatan tersebut

adalah Blok Barat di bawah kendali

Amerika Serikat dengan mengusung

ideologi liberal. Kekuatan lainnya

dikuasai oleh Blok Timur yang dipimpin

oleh Uni Soviet dengan mengusung

ideologi komunis. Kenyataan ini sangat

berpengaruh kepada negara Indonesia

yang baru saja merdeka dan tengah

berupaya keras mempertahankan

kemerdekaanya dari rongrongan

Belanda yang ingin kembali menjajah

Indonesia. Kondisi demikian mau tidak

mau memaksa bangsa Indonesia untuk

menentukan sikap, walaupun usianya

masih sangat muda. Sikap bangsa

Indonesia tersebut tertuang dalam

rumusan politik luar negeri Indonesia.

Pemerintah Indonesia yang pada waktu itu dipimpin oleh Ir. Soekarno sebagai

Presiden dan Drs. Muhammad Hatta sebagai Wakil Presiden pada tanggal 2

September 1948 di hadapan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat

mengumumkan pendirian politik luar negeri Indonesia yang antara lain berbunyi

”…tetapi mestikah kita, bangsa Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan

bangsa dan negara kita hanya harus memilih antara pro-Rusia atau proAmerika? Apakah tak ada pendirian lain yang harus kita ambil dalam mengejar

cita-cita kita?”.

Info Kewarganegaraan

Tujuan politik luar negeri

Indonesia menurut Muhammad

Hatta:

1. Mempertahankan

kemerdekaan bangsa dan

menjaga keselamatan negara.

2. Memperoleh barang-barang

yang diperlukan dari

luar untuk memperbesar

kemakmuran rakyat.

3. Meningkatkan perdamaian

internasional.

4. Meningkatkan persaudaraan

segala bangsa sebagai

pelaksanaan cita-cita yang

tersimpul dalam Pancasila,

dasar dan flsafah negara kita.

Sumber: Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka

Gambar 4.3 Presiden Soekarno menjadi salah satu tokoh pendiri gerakan non-blok yang

merupakan perwujudah politik luar negeri yang bebas aktif

Pemerintah Indonesia pada waktu itu berpendapat bahwa pendirian yang

harus diambil tidak menjadikan negara kita terjebak dalam kepentingan dua blok

tersebut. Negara kita tidak mau menjadi objek dalam pertarungan politik antara

dua blok tersebut. Negara kita harus menjadi subjek yang berhak menentukan

sikap sendiri dan memperjuangkan tujuan sendiri, yaitu merdeka seutuhnya tanpa

ada rongrongan dari negara lain. Dalam kesempatan itu Drs. Muhammad Hatta

menyampaikan pidatonya dengan judul yang sangat menarik, yaitu Mendayung

antara Dua Karang. Pidato tersebut kemudian dirumuskan lagi secara eksplisit

sebagai prinsip bebas aktif, yang kemudian menjadi corak politik luar negeri

Indonesia sampai sekarang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa politik

luar negeri Indonesia bersifat bebas aktif.

Sifat politik luar negeri inilah yang mewarnai pola kerja sama bangsa Indonesia

dengan negara lain. Dengan kata lain, Indonesia selalu menitikberatkan pada

peran atau kontribusi yang dapat diberikan oleh bangsa Indonesia bagi kemajuan

peradaban dan perdamaian dunia.

Hal ini dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa di bawah ini yang dengan jelas

menggambarkan bentuk kerja sama yang dikembangkan bangsa Indonesia.

a. Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang

ke-60 pada tanggal 28 September 1950. Meskipun pernah keluar dari

keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari 1965 sebagai bentuk protes atas

diterimanya Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,

akan tetapi pada tanggal 28 September 1966 Indonesia masuk kembali

menjadi anggota PBB dan tetap sebagai anggota yang ke-60

b. Memprakarsai penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada

tahun 1955 yang melahirkan semangat dan solidaritas negara-negara AsiaAfrika yang kemudian melahirkan Dasasila Bandung.

c. Keaktifan Indonesia sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB)

pada tahun 1961, bahkan pada tahun 1992 dalam Konferensi NegaraNegara Non-Blok yang berlangsung di Jakarta, Indonesia ditunjuk menjadi

Ketua GNB. Melalui GNB ini secara langsung Indonesia telah turut serta

meredakan ketegangan perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

d. Terlibat langsung dalam misi perdamaian Dewan Keamanan PBB dengan

mengirimkan Pasukan *aruda ke negara-negara yang dilanda kRnfik

seperti Konggo, Vietnam, Kamboja, Bosnia, dan sebagainya. Bahkan

pada tahun 2007, Indonesia ditetapkan menjadi anggota tidak tetap Dewan

Kemanan PBB.

e. Indonesia menjadi salah satu pendiri ASEAN (Assosiaciation of South-East

Asian Nation) yaitu organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara,

bahkan Sekretariat Jenderal ASEAN berada di Jakarta.

f. Ikut serta dalam setiap pesta olah raga internasional mulai dari SEA

Games, Asian Games, Olimpiade, dan sebagainya.

g. Indonesia aktif juga dalam beberapa organisasi internasional lainnya,

misalnya Organisasi Konferensi Islam (OKI), Organisasi Negara-Negara

PengekspRr 0inyak
2P(&
, dan .erMa sama (kRnRmi $sia Pasifk

(APEC).

Sumber:www.vivanews.com

Gambar 4.4 TNI menjadi bagian dari misi perdamaian dunia

h. Menyelenggarakan hubungan diplomatik dengan berbagai negara yang

ditandai dengan pertukaran perwakilan diplomatik dengan negara yang

bersangkutan. Sampai saat ini, Indonesia sudah menjalin kerja sama

bilateral dengan 162 negara. Sebagai wujud dari hal tersebut, di negara

kita terdapat kantor kedutaan besar dan konsulat jenderal negara lain.

Begitu juga dengan kantor Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal negara

kita yang terdapat di negara lain.

Tugas Mandiri 4.3

Bacalah berita di bawah ini.

Indonesia Dorong Terus Perdamaian dan

Pembangunan Kembali Jalur Gaza

Pemerintah Indonesia turut berpartisipasi dalam Konferensi

Internasional untuk Rekonstruksi Gaza yang diinisiasi oleh

Pemerintah Mesir bekerja sama dengan Norwegia (12/10). Konferensi

diadakan untuk mengumpulkan donasi bagi rakyat Palestina di Jalur

Gaza setelah terjadi serangan Israel ke wilayah tersebut pada bulan

Juli dan Agustus yang lalu. Pemerintah Indonesia diwakili oleh

Delegasi RI yang dipimpin oleh Ibu Wiwiek Setyawati Firman, Staf

Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Polhukam.

Dalam pernyataannya, selain menekankan komitmen untuk terus

mendukung perjuangan bangsa Palestina, ketua Delri sekali lagi juga

menyampaikan komitmen RI untuk memberikan bantuan seperti

yang telah disampaikan oleh Presiden RI senilai USD 1 Juta ketika

terjadi invasi Israel ke Jalur Gaza. Indonesia juga terus berkomitmen

untuk mendorong perdamaian di Palestina. Di bidang pelatihan

Sumber Daya Manusia misalnya, dalam kurun waktu lima tahun

terakhir, Indonesia telah menyediakan 128 jenis pelatihan kepada

1257 warga Palestina dalam kerangka New Asian African Strategic

Partnership (NAASP).

Komitmen lainnya dari Indonesia adalah juga berupa bantuan

pembangungan Pusat Jantung Indonesia di RS As-Shifa, Gaza,

dengan kerja sama Islamic Development Bank (IDB) senilai USD

1,6 Juta. Ketua Delri menyampaikan bahwa bantuan kepada

masyarakat Gaza tidak hanya datang dari Pemerintah Indonesia saja,

melainkan juga dari Parlemen Indonesia yang telah memberikan

bantuan senilai USD 1 Juta dalam bentuk bantuan medis pada saat

invasi tahun 2012. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Delri juga

menyampaikan agar Pemerintah Mesir dapat memberikan akses

yang lebih luas bagi distribusi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Bantuan tersebut merupakan bantuan yang dikumpulkan oleh

masyarakat Indonesia melalui organisasi relawan dan saat ini sedang

dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo.

Bantuan tersebut termasuk lima mobil ambulans yang masih menunggu

izin dari Kementerian Luar Negeri Mesir untuk disampaikan ke Jalur

Gaza melalui perbatasan pintu Rafah. Bantuan ambulans berasal dari

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jakarta Raya, Pos Keadilan

Peduli Umat (PKPU), Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan dua buah

dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KBNRP). Bahkan

bantuan lainnya yang telah disampaikan oleh LSM Indonesia sejak

tahun 2009 mencapai IDR 135 Milyar. Bantuan tersebut disalurkan

ke masyarakat Palestina melalui berbagai macam mekanisme antara

lain pembangunan Rumah Sakit Indonesia, beasiswa bagi mahasiswa

Palestina untuk belajar di Indonesia, mobil ambulans, dan makanan

serta obatan-obatan.

 Sumber : http://www.kemlu.go.id

Setelah kalian membaca berita di atas jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah

ini.

1. Apa kesimpulan yang dapat kalian rumuskan setelah membaca berita di atas?

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

2. Apabila dikaitkan dengan pengamalan Pancasila, termasuk kedalam sila ke

berapakah kontribusi bangsa Indonesia terhadap perdamaian di Palestina?

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

3. Bagaimana penilaian kalian atas peran bangsa Indonesia dalam menjalin

hubungan internasional dengan negara lainnya?

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

4. Apa saja saran yang dapat kalian ajukan kepada pemerintah untuk

meningkatkan peran bangsa Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia

melalui hubungan internasional?

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

B. Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia

melalui Organisasi Internasional

Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar istilah organisasi internasional?

Pernahkah kalian menganggap bahwa organisasi internasional itu adalah

organisasi sosial? Jika pernah, anggapan kalian itu tidak sepenuhnya salah dan juga

tidak sepenuhnya benar. Organisasi internasional mempunyai berbagai macam

corak. Ada yang bercorak politis, sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Apa

sebenarnya organisasi internasional itu?

Secara umum organisasi internasional dapat diartikan sebagai organisasi yang

berkedudukan sebagai subjek hukum internasional dan mempunyai kapasitas

untuk membuat perjanjian internasional. Karena merupakan subjek hukum

internasional, organisasi internasional mempunyai hak dan kewajiban yang

ditetapkan dalam konvensi-konvensi internasional.

Organisasi internasional pada umumnya beranggotakan negara-negara. Akan

tetapi, meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan organisasi internasional

terdiri dari berbagai badan hukum atau badan usaha, bergantung dari sifat

organisasi tersebut. Bagaimana keterlibatan bangsa Indonesia dalam organisasi

Internasional?

Indonesia terlibat dalam berbagai organisasi internasional. Hal tersebut sebagai

perwujudan dari komitmen bangsa Indonesia dalam menciptakan perdamaian

dunia. Nah, untuk menambah wawasan kalian, berikut dipaparkan peran Indonesia

dalam beberapa organisasi Internasional.

1. Peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Indonesia resmi menjadi anggota PBB ke-60 pada tanggal 28 September

1950 dengan suara bulat dari para negara anggota. Hal tersebut terjadi kurang

dari setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda melalui Konferensi Meja

Bundar. Indonesia dan PBB memiliki keterikatan sejarah yang kuat mengingat

kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945, tahun yang sama ketika

PBB didirikan. Sejak tahun itu pula PBB secara konsisten mendukung Indonesia

untuk menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan mandiri. Peran PBB terhadap

,ndRnesia pada masa reYRlusi fsik cukup besar seperti ketika terMadi $gresi

Militer Belanda I, Indonesia dan Australia mengusulkan agar persoalan Indonesia

dibahas dalam sidang umum PBB. Selanjutnya, PBB membentuk Komisi Tiga

Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan Renville. Ketika

terjadi Agresi militer Belanda II, PBB membentuk UNCI yang mempertemukan

Indonesia-Belanda dalam Perundingan Roem Royen.

Sumber:Buku 30 Tahun Indonesia

Merdeka

Gambar 4.5 Suasana Pengibaran

Bendera Merah Putih untuk pertama

kalinya di markas Perserikatan

Bangsa-Bangsa.

Pemerintah RI mengutus Lambertus Nicodemus Palar sebagai Wakil Tetap RI

yang pertama di PBB. Duta Besar Palar bahkan telah memiliki peran besar

dalam usaha mendapatkan pengakuan internasional terhadap kemerdekaan

,ndRnesia pada saat kRnfik antara Belanda dan ,ndRnesia pada tahun 197. ‘uta

Besar Palar memperdebatkan posisi kedaulatan Indonesia di PBB dan di Dewan

Keamanan. Pada saat itu palar hanya sebagai “peninjau” di PBB karena Indonesia

belum menjadi anggota pada saat itu. Pada saat berpidato di muka Sidang Majelis

Umum PBB ketika Indonesia diterima sebagai anggota PBB, Duta Besar Palar

berterima kasih kepada para pendukung Indonesia dan berjanji bahwa Indonesia

akan melaksanakan kewajibannya sebagai anggota PBB. Posisi Wakil Tetap RI

dijabatnya hingga tahun 1953.

Sebagai negara anggota PBB, Indonesia terdaftar dalam beberapa lembaga

di bawah naungan PBB. Misalnya, ECOSOC (Dewan Ekonomi dan Sosial),

ILO (Organisasi Buruh Internasional), maupun FAO (Organisasi Pangan dan

Pertanian). Salah satu prestasi Indonesia di PBB adalah saat Menteri Luar Negeri

Adam Malik menjabat sebagai ketua sidang Majelis Umum PBB untuk masa

sidang tahun 1974.

Indonesia juga terlibat langsung dalam pasukan perdamaian PBB. Dalam

hal ini Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda untuk mengemban misi

perdamaian PBB di berbagai negara yang mengalami kRnfik. Pencapaian

Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB adalah ketika pertama kali terpilih

sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 1974-1975. Indonesia terpilih untuk

kedua kalinya menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 1995-1996.

Dalam keanggotaan Indonesia di DK PBB pada periode tersebut, Wakil Tetap

RI Nugroho Wisnumurti tercatat dua kali menjadi Presiden DK-PBB. Terakhir,

Indonesia terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk

masa bakti 2007-2009. Proses pemilihan dilakukan Majelis Umum PBB melalui

pemungutan suara dengan perolehan 158 suara dukungan dari keseluruhan 192

negara anggota yang memiliki hak pilih.

Di Komisi Hukum Internasional PBB/International Law Commission

(ILC), Indonesia mencatat prestasi dengan terpilihnya mantan Menlu Mochtar

Kusumaatmadja sebagai anggota ILC pada periode 1992-2001. Pada pemilihan

terakhir yang berlangsung pada Sidang Majelis Umum PBB ke-61, Duta Besar

Nugroho Wisnumurti terpilih sebagai anggota ILC periode 2007-2011, setelah

bersaing dengan 10 kandidat lainnya dari Asia, dan terpilih kembali untuk masa

tugas 2012-2016.

Indonesia merupakan salah satu anggota pertama Dewan HAM dari 47

negara anggota PBB lainnya yang dipilih pada tahun 2006. Indonesia kemudian

terpilih kembali menjadi anggota Dewan HAM untuk periode 2007-2010 melalui

dukungan 165 suara negara anggota PBB.

2. Peran Indonesia dalam ASEAN (Association of South East Asian

Nation)

Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara khususnya dan dunia umumnya,

menyadari pentingnya hubungan kerja sama dengan negara-negara lain di

berbagai belahan bumi. Hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam tujuan

negara sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu ikut

melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut,

Indonesia banyak berperan aktif dalam

berbagai organisasi internasional,

terutama di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Indonesia juga menjalin kerja

sama bilateral dengan beberapa negara

secara khusus. Dalam menjalin hubungan

internasional, Indonesia menggunakan

politik luar negeri yang bebas aktif.

Bebas, artinya bangsa Indonesia bebas

menentukan sikap yang berkaitan dengan

dunia internasional. Aktif, artinya

Indonesia berperan serta secara aktif

dalam memperjuangkan terciptanya

perdamaian dunia dan berpartisipasi

dalam mengatasi ketegangan

internasional.

Indonesia adalah negara terbesar di

AsiaTenggara dan memegang peranan

penting dalam hal keamanan dan

stabilitas di Asia Tenggara. Indonesia

Info Kewarganegaraan

Prinsip-prinsip utama ASEAN

adalah sebagai berikut.

• Menghormati kemerdekaan,

kedaulatan, kesamaan,

integritas wilayah nasional,

dan identitas nasional setiap

negara.

• Hak untuk setiap negara

untuk memimpin kehadiran

nasional bebas daripada

campur tangan, subversif

atau koersi pihak luar.

• Tidak mencampuri urusan

dalam negeri sesama negara

anggota.

• Penyelesaian perbedaan atau

perdebatan dengan damai

• Menolak penggunaan

kekuatan yang mematikan.

• Kerja sama efektif antara

anggota.

mempunyai peranan besar dalam membentuk kesepakatan untuk menciptakan

stabilitas regional dan perdamaian. Misalnya, Indonesia telah mengambil peran

utama dalam membantu proses pemulihan kembali demokrasi di Kamboja. Selain

itu, Indonesia menjadi perantara dalam perdamaian di Filipina Selatan.

Indonesia sangat berperan aktif dalam organisasi ASEAN. Sebagai sesama

negara dalam satu kawasan, satu ras, satu rumpun, hubungan negara-negara di

AsiaTenggara seperti layaknya kakak beradik. Menyadari akan hal itu, Indonesia

menjadi salah satu negara pemrakarsa berdirinya ASEAN.

Peran Indonesia dalam ASEAN hingga saat ini tidak pernah surut. Bahkan,

ASEAN menjadi prioritas utama dalam politik luar negeri Indonesia. Indonesia

selalu aktif berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan Konferensi Tingkat

Tinggi (KTT) atau pertemuan-pertemuan ASEAN. Indonesia sering menjadi tuan

rumah dalam acara-acara penting ASEAN. Di antaranya adalah sebagai berikut.

a. KTT ASEAN pertama

KTT ini diselenggarakan di Bali pada tanggal 24 Februari 1976. Dalam KTT

ini dihasilkan dua dokumen penting ASEAN.

1). Deklarasi ASEAN Bali Concord I, berisi berbagai program yang akan

menjadi kerangka kerja sama ASEAN selanjutnya. Kerja sama ini meliputi

bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan.

2). Perjanjian persahabatan dan kerja sama. Dalam perjanjian ini disepakati

prinsip-prinsip dasar dalam hubungan satu sama lain. Prinsip ini antara lain

tidak campur tangan urusan dalam negeri satu sama lain, menyelesaikan

perselisihan dengan cara damai, dan menolak penggunaan ancaman/

kekerasan.

b. Pertemuan informal pemimpin negara ASEAN pertama.

Pertemuan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 November 1996.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan yang dihasilkan dalam

KTT ke-5 ASEAN di Bangkok pada bulan Desember 1995.

c. KTT ASEAN kesembilan

KTT kesembilan diselenggarakan di Bali tanggal 7 Oktober 2003. Dalam KTT

ini dihasilkan Deklarasi ASEAN Bali Concord II, sebagai kelanjutan dari Bali

Concord I 1976. Bali Concord II berfungsi memperkuat Visi ASEAN 2020.

Dalam Bali Concord II ditetapkan Komunitas ASEAN yang didasarkan atas

tiga pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi

ASEAN (AEC), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC).

Sumber:Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka

Gambar 4.6 Suasana Penandatanganan Deklarasi Bangkok sebagai awal pendirian

ASEAN

Negara-negara ASEAN menyepakati gedung sekretariat ASEAN bertempat

di Jakarta. Di gedung inilah Sekretaris Jenderal ASEAN bertugas. Tiga orang

tokoh dari Indonesia yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal

ASEAN adalah H. R. Dharsono (1977-1978), Umarjadi Nyotowijono (1978-1979),

dan Rusli Noor (1989-1992).

3. Peran Serta Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

Bagi Indonesia, Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan wadah yang tepat

bagi negara-negara berkembang untuk memperjuangkan cita-citanya dan untuk

itu Indonesia senantiasa berusaha secara konsisten dan aktif membantu berbagai

upaya kearah pencapaian tujuan dan prinsip-prinsip Gerakan Non-Blok.

GNB mempunyai arti yang khusus bagi bangsa Indonesia yang dapat dikatakan

lahir sebagai negara netral, yang tidak memihak. Hal tersebut tercermin dalam

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang

menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu

maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan

perikemanusiaan dan perikeadilan. Selain itu, diamanatkan pula bahwa Indonesia

ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian

abadi, dan keadilan sosial. Kedua mandat tersebut juga merupakan falsafah dasar

GNB.

Sumber:www.narm.org

Gambar 4.7 Tokoh-tokoh penggagas Gerakan Non-Blok yaitu Soekarno, Josep Broz Tito, Gamal

Abdul Naser, Pandit Jawaharlal Nehru, dan Kwame Nkrumah

Sesuai dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia memilih

untuk menentukan jalannya sendiri dalam upaya membantu tercapainya

perdamaian dunia dengan mengadakan persahabatan dengan segala bangsa.

Sebagai perwujudan dari politik luar negeri yang bebas dan aktif, selain sebagai

salah satu negara pendiri GNB, Indonesia juga senantiasa setia dan memegang

teguh prinsip-prinsip dan aspirasi GNB. Sikap ini secara konsisten ditunjukkan

Indonesia dalam kiprahnya pada masa kepemimpinan Indonesia pada tahun

1992–1995.

Selama tiga tahun dipimpin Indonesia, banyak kalangan menyebut GNB

berhasil memainkan peran penting dalam percaturan politik global. Lewat Jakarta

Message, Indonesia memberi warna baru pada gerakan ini dengan meletakkan titik

berat kerja sama pada pembangunan ekonomi. Akan tetapi, meskipun demikian,

politik dan keamanan negara-negara sekitar tetap menjadi perhatian. Dengan

kontribusi positifnya selama ini, Indonesia dipercaya untuk turut menyelesaikan

berbagai kRnfik regiRnal, antara lain kRnfik berdarah di .ambRMa, gerakan

separatis Moro di Filipina, dan sengketa di Laut Cina Selatan.

Meskipun sekarang Indonesia tidak lagi menjabat sebagai pimpinan GNB,

namun tidak berarti bahwa penanganan oleh Indonesia terhadap berbagai

permasalahan penting GNB akan berhenti atau mengendur. Sebagai anggota GNB,

Indonesia akan tetap berupaya menyumbangkan peranannya untuk kemajuan

GNB dimasa yang akan datang dengan mengoptimalkan pengalaman yang telah

didapat selama menjadi Ketua GNB.

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sistem Hukum dan Peradilan Di Indonesia

Mewaspadai Ancaman Terhadap Kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia