in

GARUDA PURANA : Cerita Dan Nilai-Nilai yang Terkandung

GARUDA PURANA

1. Suta Dan Para Rsi Yang Lainnya

Suta adalah seorang rsi terpelajar yang mahir dalam ajaran purana dan sastra yang juga seorang 
penyembah Visnu. Sebenarnya Suta bukanlah sebuah nama, tapi segolongan orang yang lahir dari perkawinan seorang brahmana dengan ksatria. Para suta bertugas menjaga kuda-kuda kerajaan dan menjadi kusir kereta kerajaan.

Vedavyasa mengajarkan purana pada salah satu siswanya yaitu Romaharsana. Ia memiliki seorang putra bernama Suta. Rsi Sutalah yang menceritakan purana pada Rsi yang lainnya.

Romaharsana datang ke hutan Naimisaranya. Dia duduk dan bermeditasi pada Dewa Visnu. Rsi Saunaka dan beberapa rsi lainnya datang kedalam hutan dan bertanya pada Romaharsana tentang siapa dewa dari dewa, siapa yang harus dipuja,siapa yang menghancurkan kejahatan, bagaimana dunia diciptakan dan apa itu dharma. Romaharsana mengawali jawabannya dengan memberikan daftar tentang dua puluh dua inkarnasi Visnu.

2. Latar Belekang Garuda Purana

Romaharsana menceritakan asal mula garuda purana yang ia dapatkan dari rsi Vedavyasa. Garuda adalah raja dari para burung. Ia  berhasil membuat Visnu berkenan pada tapanya dan memberikan anugerah padanya untuk menjadi kendaraan ilahi Visnu dan bisa mengalahkan semua jenis ular naga, dan yang terakhir mengetahui segala pengetahuan. Kemudian garuda menyusun garuda purana dan mengajarkannya pada rsi Kasyapa.

3. Penciptaan

Awalnya segalanya adalah kosong. Brahman adalah asal seluruh alam semesta yang tak berawal dan tak berakhir. Sebelum penciptaan, alam semesta tenggelam dalam air bah. Kemudian dalam air muncul sebuah telur(anda) keemasan. Visnu berada dalam telur itu yang mengambil wujud phisik untuk melakukan penciptaan. Terciptalah Brahma dan Siva, yang hakikat ketiganya adalah Brahman dan seluruh alam semesta.

4. Tentang Doa

Garuda purana memiliki teknik yang mengajarkan cara berdoa kepada dewa. Mantra-mantra yang digunakan juga dilelaskan. Semua jenis doa dan mantra ini sangat membantu. Tetapi, dikatakan bahwa mantra dan doa yang terbaik adalah mengucapkan seribu nama Visnu.

5. Seribu Nama Suci Visnu

Ada seribu nama Visnu yang dibuat dalam kelompok yang terdiri dari sepuluh nama. Sepuluh nama itu diantaranya adalah Vasudeva, Mahavisnu, Vamana, Vasava, Vasu, Balacandranibha, Bala, Balabhadra, Valadhipa, Valibhandhanakrt. Mereka yang mengucapkan seribu nama Visnu akan mendapatkan apa yang diinginkan hatinya.

6. Tentang Gigitan Ular

Ada sebuah mantra yang dinamakan Pranesvara yang bisa menyembuhkan gigitan ular. Sebuah bunga teratai dengan delapan daun bisa digunakan dan aksara dari mantra ini hendaknya ditulis pada masing-masing kelopak daun, kemudian diletakkan pada bagian tubuh yang digigit ular lalu ia dimandikan. Akan sangat membantu jika korban diberikan mentega murni yang hangat. Jika mantra ini diucapkan dan sejumput gula dilemparkan pada sebuah rumah, maka rumah itu akan terbebas dari ular.

7. Salagrama

Salaghrama adalah sebuah perwujudan yang mewakili wujud Visnu, terbuat dari sebuah batu. Garuda purana menceritakan bentuk dan wujud batu Salagrama.semua bentuk batu ini dianggap suci karena mewakili wujud Visnu. Salah satunya adalah sebuah Salagrama yang memiliki tanda Sankha (terompet kerang), cakra gada dan Padma disebut sebagai Kesava, dan urutannya haruslah sesuai dengan yang disebutkan.

8. Membuat Gedung Bangunan

Sebelum membangun sebuah bangunan, maka harus ada sebuah upacara untuk peletakan batu pondasi. Ada tiga puluh dua dewa yang harus dipuja saat upacara ini dilakukan, beberapa diantaranya adalah Indra, Surya, Soma, Sarpa, dan Aditi.

Sebuah kuil hendaknya dibangun di depan rumah. Tetamanan bisa dibuat menghadap ke Barat dan ruang tamu menghadap ke Selatan. Tinggi pintu hendaknya berjumlah dua kali dari lebarnya. Rumah yang baik adalah rumah yang memiliki delapan pintu.

9. Tentang Kuil

Kuil hendaknya memiliki satu, tiga atau lima atap puncak. Ada lima jenis kuil yang berbeda bentuknya yaitu Vairaja, Puspaka, Kailasa, Malaka, dan Tripistapa. Di dekat gerbang kuil hendaknya dibuat sebuah tempat untuk bermain. Kuil hendaknya senantiasa dikelilingi dengan tanaman buah, bunga, dan tanaman hias.

10. Varnasrama Dharma

Varnasrama dikarakterisasikan oleh kewajiban dari empat golongan masyarakat dan tingkatan dalam hidup ini. Kewjiban Brahmana adalah melakukan upacara agama, ksatriya memerintah negara, vaisya berkewajiban dibidang pertanian dan perdagangan, sudra menghibur yang lainnya. Pada tahapan pertama seseorang diwajibkan menjadi Brahmacarya(siswa spiritual), selanjutnya Grhastya(berumah tangga), kemudian tinggal di dalam hutan dan melakukan disiplin spiritual(Vanaprastha), yang terakhir menjadi pertapa(Sannyasin) melakukan Yoga berusaha mencapai persatuan jiwa dengan Brahman.

11. Menyumbangkan Sedekah

Menyumbangkan sedekah (Dana) adalah cara terbaik untuk melakukan dharma, karena orang yang menyumbangkan sedekah akan diberkati dalam kehidupan ini dan juga kehidupan setelahnya. Jenis Dana ada empat yaitu Nitya, Naimittika, Kamya, Vimala. Seorang pendosa yang menghalangi orang lain untuk memberikan sedekah akan lahir menjadi burung dalam kehidupan yang akan datang.

12. Prayascitta

Prayascitta dimaksudkan untuk melakukan penebusan dosa-dosa. Dosa terberat adalah membunuh seorang Brahmana, dan tinggal di gubuk dari rerumputan selama dua belas tahun untuk menebus dosanya. Seseorang yang kebetulan mati di tempat suci akan mendapatkan penebusan dosa-dosanya. Seorang istri yang melayani suaminya dengan penuh kesetiaan dinyatakan tidak melakukan dosa apapun.

13. Tentang Geograpy

Bumi dibagi menjadi tujuh wilayah(dvipa)  yaitu Jambudvipa, Plaksadvipa, Salmalidvipa, Kusadvipa, Krauncadvipa, Sakadvipa, dan Puskaradvipa, yang dikelilingi oleh tujuh samudra yaitu Lavana, Iksu, Sura, Sarpi, Dadhi, Dugdha, dan Jala. Disamping itu ada juga yang disebut alam bawah tanah(patala) yang jumlahnya ada tujuh, yaitu Atala, Vitala, Nitala, Mahatala, Sutala, Patala dan Gabhastimata. Para daitya dan Bhujanga(ular) tinggal disana.

14. Astronomy Dan Astrology

Kereta dewa matahari ditarik oleh tujuh kuda. Kereta dewa bulan ditarik oleh sepuluh kuda berwarna putih. Ada dua puluh tujuh naksatra(bintang) di langit diantaranya Asvini, Bharani, Rohini dan Ardra. 

Tithi adalah hari yang terdapat dalam setiap bulan. Ada hari dimana bulan bersinar penuh (Purnima). Hendaknya tidak ada tugas yang dimulai pada hari itu. 

Ada dua belas tanda zodiak(rasi). Dua diantaranya adalah Vrscika(scorpio) dan Mithuna(gemini). Zodiac yang menjadi bintang kelahiran seseorang disebut sebagai Janma rasi.

15. Physiognomy(Ilmu tentang arti tanda tubuh atau sikap seseorang)

Physiogonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat seseorang dari karakteristik phisik meraka. Pada dahi setiap orang akan nampak guratan-guratan yang jumlahnya akan menunjukkan berapa lama ia akan hidup. Seorang wanita yang memilikiwajah bundar akan membawa kesejahteraan pada rumah tangganya. Orang yang hidungnya mancung akan memiliki keberuntungan. Orang yang memiliki alis yang simetris adalah orang yang kaya dan bahagia. Pengetahuan seperti ini dalam ajaran agama Hindu disebut sebagai Samudrika sastra.

16. Tentang Permata

Tersebutlah seorang asura yaitu Balasura yang berhasil mengalahkan dewa indra dan dewa yang lainnya. Para dewa akan melakukan yajna dan meminta tubuh Balasura sebagai persembahan dalam upacara itu. Balasura sangat dermawan dan tidak pernah menolak permintaan apapun, maka ia memberikan tubuhnya. Saat para dewa membawa Balasura terbang di angkasa, tubuhnya jatuh dan hancur di bumi. Dimana pun potongan tubuh itu jatuh, maka tempat itu menjadi sumber permata dan batu berharga.

Vajra(intan) terbentuk dari tulang-tulang Balasura. Mukta(mutiara) berasal dari gigi Balasura. Darah Balasura yang jatuh ke sungai menjadi sumber keberadaan ruby(permata merah delima) atau Padmaraga. Empedu Balasura berubah menjadi batu permata marakata(jamrud). Semua mata Balasura menjadi permata Indranila(sapphire). Kulitnya menjadi batu permata topaz(pusparaga), sedangkan kukunya menjadi Karketana.

17. Tirtha (Tempat suci)

Tirtha adlah tempat suci yang digunakan sebagai tempat berziarah. Tempat-tempat suci itu diantaranya adalah sungai Ganga, Varanasi, Kuruksetra, Prabhasa, Dvaraka, Sarasvati dan Kedara. Selain itu ada juga tempat suci yang terkenal yaitu Gaya.  

18. Tentang Manvantara

Manvantara adalah satu perioda waktu dan setiap manvantara dipimpin oleh seorang penguasa utama yaitu Manu. Manu yang pertama adalah Svayambhuva, kemudian Svarocisa, Outtama, Tamasa, Raivata, Caksusa, dan saat ini adalah Vaivasta. Sedangkan tujuh Manvantara selanjutnya adalah yang akan datang yaitu Savarni, Daksasavarni, Brahmasavarni, Dharmasavarni, Rudrasavarni, Roucya, dan terakhir Indrasavarni yang akan membawa kita pada akhir kalpa saat seluruh dunia akan dihancurkan.

19. Ruci

Tersebutlah seorang rsi bernama Ruciyang tidak pernah menikah dan menghabiskan sisa hidupnya dengan mengembara. Para leluhurnya datang dan memintanya untuk menikah. Ia menyetujui, tapi dengan siapa ia akan menikah? Kemudian berdoa kepada Brahma agar diberikan penyelesaian masalahnya. Brahma berkenan menampakkan diri dan menyuruhnya berdoa kepada para leluhur. Karena berkenan dengan doa Ruci, para leluhur menciptakan seorang apsara bernama Pramloca. Maka Ruci menikah dengan anak Pramloca yang bernama Manini dan mereka dikaruniai banyak anak.

20. Perkawinan Dan Perkawinan Silang

Mempelai laki-laki dan perempuan hendaknya tidak memiliki ikatan darah satu sama lain, lebih dari Sembilan generasi dari pihak ayah dan tujuh generasi dari pihak ibu. Golongan Brahmana, Ksatriya, dan  Vaisya hendaknya tidak menikah dengan golongan Sudra. 

Seorang laki-laki Brahmana bisa menikah dengan golongan Brahmana, Ksatriya, Vaisya. Golongan Ksatriya bisa menikah dengan golongan Ksatriya dan Vaisya. Golongan Vaisya hanya boleh menikah dengan Vaisya. Sedangkan golongan Sudra hanya boleh menikah dengan golongan sesamanya.

Ada berbagai jenis pernikahan diantaranya jenis Brahmana, Daivya, Arya, Prajapatya,  Asura, Gandharva, Raksasa, dan Paisaca.

21. Kelahiran Kembali

Setelah membayar segala dosa yang pernah dilakukannya di neraka, seorang pendosa dilahirkan kembali untuk menerima sisa perbuatannya di masa lampau. Pembunuh Brahmana akan lahir menjadi anjing. Pencuri emas menjadi cacing atau insekta. Seorang pembohong akan menjadi orang bisu. Pencuri sayuran hijau akan lahir menjadi burung merak. Pencuri buah-buahan menjadi kera. Masing-masing akan menerima sesuai dengan apa yang menjadi haknya.

22. Tentang Raja

Seorang raja harus menaklukkan musuh-musuhnya dan memerintah dengan baik sesuai dengan aturan Dharma. Sang raja harus memuja Visnu dan memberikan pelayanan pada brahmana. Raja hendaknya memperlakukan rakyatnya seperti memperlakukan anak-anaknya sendiri dan tidak boleh merasa goyah saat Negara berada dalam bahaya. Raja hendaknya tidak pernah berbohong dan tidak sewenang-wenang. Ada enam sifat yang harus dimiliki raja, yaitu inisiatif, keberanian, kesabaran, kecerdasan, kekuatan dan kejayaan.

23. Tentang Vrata

Vrata adalah ritual khusus pada bulan atau hari tertentu. Misalnya, pada pratipada (hari pertama dalam setiap dua mingguan), seseorang bisa melakukan puasa dan doa pada dewa Agni dan dewa kekayaan yang akan me

mberikan kesejahteraan pada yang melakukannya.

Ada dua tithi dalam setiap bulannya, yaitu Suklapaksa dimana bulan bertambah besar dan akan bersinar penuh dan Krsnapaksa saat bulan berkurang sinarnya. Sebuah vrata yaitu Ananga trayodasi, ditujukan pada dewa cinta dan dilakukan hanya pada perioda Suklapaksa. Vrata Akhanda dvadasi memberikan pahala berupa keberuntungan yang baik. Vrata Bhisma pancaka, jika seseorang berhasil melakukan ritual ini maka segala keinginannya akan tercapai. Sivarati vatradilakukan dengan cara berpuasa di siang hari dan tidak tidur di malam hari. Beberapa vrata yang lainnya adalah vrata yang dilakukan pada ekadasi tithi dan Budhastami vrata. 

24. Tentang Dinasty Raja-Raja

Dinasti Surya berasal dari dewa Surya. Putra dewa Surya adalah Manu dan putra Mani adalah Iksvaku. Dari garis keturunan ini lahirlah Ramayang terkenal dalam kisah Ramayana. Dinasti Candra berasal dari dewa Candra yang memiliki putra Buddha. Dalam garis keturunan ini lahirlah para Kaurava dan para Yadava.

25. Tentang Obat-obatan

Banyak bab dalam Ayur Veda di ajarkan pada bagian ini. Ada beberapa langkah untuk perawatan medis diantaranya Nidana dan Purvarupa. Ada jenis tanaman yang dinamakan punarnava yang digunakan agar tidak ada ular yang berani masuk ke dalam rumah. Gigitan ular bisa di sembuhkan dengan membuat jus dari tanaman semak yang bernama Mahakala.

26. Ajimat

Sebuah kavaca atau jimat juga memiliki kegunaan yang besar dalam mengatasi penyakit. Salah satu jimat yang sakti adalah jimat yang dikenal sebagai Visnu kavaca. Jimat ini hanya bisa dipakai dengan mengucapkan sebua mantra tertentu. Mantra yang berhubungan dengan ajimatnya hendaknya di pelihara dan dijaga kerahasiaannya.

Advertisement

27. Tentang Gajah Dan Kuda

Seni mengenalikan kuda disebut Asvayurveda dan seni mengendalikan gajah disebut Gajayurveda. Ada empat jenis kuda yaitu Uttama, Madhyama, Kanistha dan Adhama. Semua obat yang digunakan pada kuda bisa digunakan pada gajah, tetapidosisnya adalah empat kali lipat dari dosis kuda. Jika seekor gajah sedang sakit maka setelah diberikan obatnya, member makan pada brahmana dan menyumbangkan perhiasan pada sapi akan mempercepat proses penyembuhannya.

28.Upacara Penguburan

Garuda purana memiliki segala jenis mantrayang harus diucapkan pada saat upacara penguburan (sraddha). Jika ritualnya dilakukan sesuai dengan persyaratan dan diiringi dengan mantra-mantra itu,maka para leluhur akan terbebas dari segala dosanya. Dan ritual yang sama diulangi setiap satu tahun meninggalnya sang almarhum.

30. Tentang Yuga

Ada empat yuga yaitu Satya yuga, Tretayuga, Dvaparayuga dan Kaliyuga. Dalam Satyayuga, dharma paling dominan. Nampak sikap mengasihi makhluk lain, para brahmana akan dihormati, dan manusia akan hidup selama empat ribu tahun. Pada jaman Tretayuga, nampak kebesaran para ksatriya, masih memuja Visnu,dan manusia hidup hingga seribu tahun. Jaman Dvaparayuga, seorang vedavyasa akan lahir dan manusia hidup hanya hingga empat ratus tahun. Terakhir, jaman Kaliyuga. Orang-orang menjadi jahat dan kejam.Veda tidak lagi dihormati dan para pencuri dan perampok ada dimana-mana. Serta tidak seorang pun yang ada yang memuja Visnu.

31. Pengetahuan Sejati

Ketidaktahuan ibarat sebuah pohon. Benihnya adalah ego. Batang terbentuk dari ego itu. Rumah dan kekayaan adalah cabangnya dan benda atau kepemilikan lainnya adalah daunnya. Papa dan punya adalah bunganya serta kebahagiaan dan penderitaan adalah buahnya. Orang yang terpelajar akan memotong pohon itu sampai ke akarnya dengan kapak pengetahuan. Orang seperti itulah yang bisa bersatu dengan Brahman dan benar-benar mencapai pembebasan.

32. SUTA DAN PARA RSI YANG LAINNYA

Para rsi bingung dengan apa yang telah mereka pelajari. Kemudian Romaharsana menjawab kebingungan mereka dengan menceritakan percakapan antara Garuda dengan dewa Visnu.

33. PERTANYAAN-PERTANYAAN GARUDA

Gauda bersujud pada dewa Visnu dan bertanya, mengapa makhluk lahir ke dunia dan mengapa mereka mati? Kemanakah perginya orang yang meninggal itu? Apa sebenarnya kematian itu?

34. JAWABAN DEWA VISNU

Seseorang yang tidak memiliki keturunan akan masuk neraka. Atman orang yang meninggal akan menghadap dewa Yama.pertama ia akan dibawa ke neraka untuk mempertanggung jawabkan segala dosanya, barulah ia akan lahir kembali dengan wujud sesuai dengan karma masa lalunya. Ada beberapa neraka, yang utama diantaranya adalah Rourava, Maharourava, Atisita, Nikrintana, Aprathistha, Asiptravana, dan Taptakumbha. Dan setelah menikmati pahalanya di surga, maka ia akan lahir kembali.

35. DARI KEMATIAN HINGGA KREMASI

Orang yang meninggal akan di bersihkan dan di bungkus dengan kain. Keluarga yang ditinggalkan akan membawa biji wijen, rumput persembahan, mentega murni dan kayu ke tanah kremasi. Mayat di tempatkan pada panggung untuk pembakaran dengan posisi kepala menghadap ke selatan. Api dinyalakan di iringi dengan mantra. Keluarga yang ditinggalkan hendaknya jangan bersedih karena akan menambah beban roh almarhum yang menjadi terikat dengan kehidupan masa lalunya. 

36. SETAHUN SETELAH KEMATIAN

Selama sepuluh hari setelah kematian, dianggap sebagai periode bersedih dimana anak dan keluarga yang ditinggalkan dalam keadaan tidak suci (Asouca). Setiap hari hendaknya sebuah panda dipersembahkan untuk almarhum. Setelah persembahan panda yang kesepuluh, waktunya untuk keluarga yang ditinggalkan melakukan penyucian diri. Setelah satu tahun berlalu, sang roh tiba di alam Yama. Ia tidak lagi berupa roh, ia telah menjadi leluhur.

37. VRSOTSARGA

Garuda bertanya, apakah Vrsotsarga itu. Kemudian dewa Visnu menceritakan kisah Viravahana yang memerintah kota Viradha dengan aturan Dharma. Dia meminta petunjuk rsi Vasistha, bagaimana ia bisa menghindari neraka. Sang rsi menceritakan kisah Dharmavatsa kepadanya. Setelah menceritakan kisah itu, rsi Vasistha menyarankan Viravahana untuk melakukan ritual Vrsotsarga. Kemudian ia melakukan ritual itu, dan ketika ia meninggal ia langsung dikirim ke sorgs oleh dewa Yama.

38. SANTAPTAKA DAN PARA HANTU

Santaptaka adalah seorang brahmana yang telah kehilangan minatnya terhadap keduniawian. Ia mtinggal di hutan dan melakukan tirthayatra. Tapi ia tersesat. Sebuah mayat tergantung di sebuah pohon beringin dan lima hantu(preta) sedang memakannya. Mereka kemudian menangkap Santaptaka dan berniat memakannya. Santaptaka mulai ketakutan dan berdoa pada Visnu. Kemudian Visnu mengirim Manibhadra utuk menolong Santaptaka. Kelima hantu itu langsung teringat masa lalunya dan bersujud di kaki Santaptaka. Mereka kemudian menceritakan mengapa mereka bisa menjadi hantu. Setelah kisah itu diceritakan, Visnu menampakkan diri-Nya kemudian membawa Santaptaka dan kelima hantu itu kea lam Visnuloka.

39. SAPINDA

Garda bertanya lagi, siapa saja yang yang disebut sebagai para sapinda. Visnu menjawabnya, sapinda dari orang yang telah meninggal adalah putra-putranya, cucunya, cicit, saudara, keponakan, dan putra-putra mereka. Jika semuanya tidak ada, istrinyalah yang berhak melakukan upacara kremasi.

40. BABHRUVAHANA

Babhruvahana adalah raja di kerajaan Banga. Suatu hari ia pergi ke hutan untuk berburu. Ia membunuh banyak kijang dan mangejarnya. Ia beristirahat di sebuah telaga dan tidur di bawah pohon beringin. Kemudian datanglah sesosok hantu diikuti ratusan hantu dibelakangnya dan membuat raja terbangun. Sang hantu menceritakan kisahnya dan meminta raja untuk melakukan upacara agar mereka bisa terbebas. Babhruvahana kemudian kembali ke kerajaannya dan melakukan upacara untuk para hantu itu. Maka demikianlah para hantu itu seketika masuk surga.

41. KISAH RAMA DAN SITA

Garuda meminta penjelasan Visnu tentang leluhur yang menerima Pinda. Pada setiap upacara Sraddha para brahmana senantiasa diundang dan para leluhur memasuki tubuh mereka. Dengan demikian mereka mendapatkan bagian dari Pinda itu. Visnu menceritakan kisah Rama dan Sita yang tinggal di hutan. Mereka melakukan upacara untuk kematian Dasaratha, ayah Rama dan mereka megundang beberapa orang rsi. Ketika makanan di persembahkan, Sita bersembunyi karena ia melihat Dasaratha, kakek dan cicit Rama makan bersama para tamu, dan ia merasa malu pada mereka.

42. HIRARKI MAKHLUK-MAKHLUK

Dinyatakan ada empat kelompok makhluk di dunia, yaitu Andaja, Svedaja, Udbhijja, dan Jarayuja. Setiap Atman harus lahir dalam stiap wujud ini sebanyak duapuluh satu laksa kali. Diantara mamalia, manusia adalah yang tertinggi kedudukannya. Diantara manusia yang memiliki sifat dan kedudukan brahmana adalah yang terbaik. Brahmana yang telah mendapatkan pengetahuan tentang Brahman adalah yang terbaik dari semua brahmana.

43. TENTANG SUMBANGAN DAN NERAKA

Pada saat upacara Sraddha, benda pertama yang harus disumbangkan adalah payung(Chatra), kedua sandal(paduka), ketiga tempat duduk(asana), keempat kendi air(kamandalu), kelima pakaian(vastra), keenam cincin(mudrika).

44. TENTANG HANTU

Kadang-kadang, roh orang yang meninggal menjadi hantu dan mengganggu orang-orang. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Mereka kembali ke rumah lama merekadan senang membuat orang-orang yang disayanginya menderita. Hantu adalah pendosa. Orang yang mengetahui adanya hantu dan membiarkannya juga dianggap melakukan dosa. Bentuk hantu yang paling menakutkan adalah pisaca. Jika diketahui ada pisaca di suatu tempat, maka yang harus dilakukan adalah memandikan diri di sebuah tempat suci. Dan hendaknya dilakukan upacara persembahan yang mengundang brahmana yang terpelajar.

45. TENTANG HIDUP

Veda menyatakan bahwa kehidupan manusia berlangsung selama seratus tahun. Tetapi itu hanyalah untuk kehidupan manusia secara umum. Tentang bagaimana atau berapa lama seseorang akan hidup, maka itu tergantung pada dosa dan pahala yang mereka perbuat. 

46. TENTANG TUBUH MANUSIA

Tubuh manusia dibentuk oleh kulit(carma), darah(rakta), daging(mamsa), lemak(meda), lender(majja), tulang(asti), dan kehidupan(jivana). Ada beberapa bagian indera yaitu indera kecerdasan(buddhindriya) dan indera perbuatan(karmendriya). Di dalam tubuh manusia terdapat sepuluh nadidan juga sepuluh nafas.

Ada hubungan yang sempurna antara tubuh manusia dengan alam semesta. Dari pinggang ke bawah melambangkan alam bawah tanah dan pinggang ke atasmembentuk alam atas bumi.

47. EPILOG

Garuda mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya. Ia menyentuh kaki dewa Visnu dan menyampaikan rasa terimakasihnya.

Garuda menyampaikan ajaran ini kepada rsi Kasyapa. Pengetahuan suci ini kemudian turun temurun dalam satu garis keturunan rsi, dari Bhrgu pada Vasistha, dari Vasistha pada Vamadeva, dari Vamadeva pada Parasara, dari Parasara pada Vyasadeva, dan dari Vyasadeva pada Romaharsana.    

Nilai Filosofis

Ø Ada dua puluh dua inkarnasi Visnu diantaranya dalam wujud babi hutan(Varaha) dan dalam wujud seekor ikan(Matsya).

Ø Garuda adalah kendaraan ilahi Dewa Visnu.

Ø Proses penciptaan alam semesta berawal dari sebuah telur(Anda).

Ø Visnu telah dikutukmenjadi sebuah batu yang terdapat di pinggir sungai Gandaki

Ø Ada seribu nama suci Visnu 

Nilai Etika

Ø Garuda mengajarkan Garuda purana kepada rsi Kasyapa.

Ø Vedavyasa mengajarkan purana kepada Romaharsana

Nilai Upacara

Ø Romaharsana duduk di hutan dan bermeditasi kepada keagungan dan misteri dari dewa Visnu.

Ø Ada sebuah upacara untuk peletakan batu pondasi dan memuja tiga puluh dua dewa.

Ø Ritual prayascitta untuk penebusan dosa-dosa.

Advertisement

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara Pemfaktoran Segitiga Pascal Dengan Cepat

Padma Purana : Cerita Dan Nilai-Nilai yang Terkandung