in

Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

Rahmat dan Ridho-Nya sehingga kalian bisa menyelesaikan materi pada Bab 4

tentang Harmonisasi Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah. Semoga kalian

mendapatkan nilai yang memuaskan pada ulangan harian Bab 4 sehingga kalian

dapat menyelesaikan materi berikutnya dengan hasil yang optimal. Selanjutnya,

amatilah peta Indonesia berikut ini.

Sebelum mendalami lebih jauh tentang materi Bab 5, ada baiknya kalian amati

dan simak gambar tersebut di atas. Coba kalian perhatikan gambar tersebut?

Bagaimana usaha kita agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap

utuh? Mengapa musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lebih diutamakan?

BAB

5

Integrasi Nasional dalam Bingkai

Bhinneka Tunggal Ika

Sumber: https://ajengrahmap.wordpress.com/2013/03/10/peta-wilayah-indonesia-wilayah-indonesia-yangberbatasan-dengan-negara-luar/

Gambar 5.1 Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Buat beberapa pertanyaan yang dapat menyadarkan rakyat Indonesia agar

menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman dalam dan luar

negeri.

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

Daerah atau provinsi mana yang pernah kalian kunjungi? Berapa jumlah pulau

yang ada di Indonesia? Berapa jumlah bahasa yang ada di Indonesia? Mengapa

kebudayaan setiap daerah di Indonesia berbeda-beda? Selain kebudayaan, apa

saja yang berbeda?

Kalian harus ingat bahwa negara Indonesia merupakan negara kepulauan

(archipelago) yang terdiri atas pulau-pulau yang dibatasi oleh laut dan selat.

Sebagai sebuah negara kepulauan yang terdiri atas banyak etnis dan budaya,

Indonesia menghadapi berbagai kemungkinan adanya perpecahan yang dapat

menjadi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, kesatuan bangsa. Untuk

menyiasati hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satunya, yakni

diwajibkan kepada seluruh masyarakat untuk memupuk komitmen persatuan

dalam keberagaman, seperti tidak menyinggung SARA, harus saling menghormati

antaragama dan keyakinan, serta menghargai perbedaan budaya.

Oleh karena itu, pada bab ini akan dibahas bagaimana pentingnya peran

kalian sebagai generasi muda dalam upaya menjaga integrasi bangsa dalam

konteks Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian, akan muncul karakter bangsa

yang tercermin lewat generasi muda yang mampu menghargai perbedaan suku,

agama, ras, dan antargolongan, serta sikap toleransi dalam bingkai Bhinneka

Tunggal Ika.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 137

A. Kebhinnekaan Bangsa Indonesia

Perhatikanlah semboyan Bangsa Indonesia pada lambang negara kita berikut

ini.

1. Apa arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

2. Apa hubungan persatuan dan keberagaman?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

3. Mengapa persatuan sangat penting bagi bangsa Indonesia?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

4. Bagaimana menjaga komitmen persatuan?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

5. Buatlah pertanyaan lain.

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Sumber: crcs.ugm.ac.id

Gambar 5.2

1. Dasar Negara Pancasila

2. Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan

3. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan

4. Lambang Negara Burung Garuda

5. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

6. Lagu-lagu perjuangan

Masih banyak alat-alat pemersatu bangsa yang sengaja diciptakan agar

persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Dapatkah kalian menyebutkan

yang lainnya? Diskusikan dengan teman kalian.

1. ………………………………………………………………………………

2. ………………………………………………………………………………

3. ………………………………………………………………………………

4. ………………………………………………………………………………

5. ………………………………………………………………………………

Persatuan dalam keberagaman memiliki arti yang sangat penting. Persatuan

dalam keberagaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat

mewujudkan hal-hal sebagai berikut.

1. Kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang.

Kebhinekaan merupakan realitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri

keberadaannya untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan

Bangsa dan Negara. Kebhinekaan harus dimaknai masyarakat melalui

pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan kekuatan spiritualitas.

Perbedaan etnis, religi maupun ideologi menjadi bagian tidak terpisahkan dari

sejarah bangsa Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi yang

menjadi perekat untuk bersatu dalam kemajemukan bangsa.

Apakah kalian tahu letak semboyan“Bhinneka Tunggal Ika” dalam lambang

negara kita? Coba perhatikan lambang negara kita? Semboyan bangsa

Indonesia tersebut tertulis pada kaki lambang negara Garuda Pancasila.

Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk itu, kita harus

benar-benar memahami maknanya. Selain semboyan tersebut, negara kita

juga memiliki alat-alat pemersatu bangsa sebagai berikut.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 139

2. Pergaulan antarsesama yang lebih akrab.

3. Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah.

4. Pembangunan berjalan lancar.

Tugas Mandiri 5.1

Carilah berita di media cetak, elektronik, atau sumber lain dengan jujur dan

cermat tentang peristiwa yang dapat menimbulkan pecahnya persatuan bangsa

Indonesia. Kemudian, berikanlah komentar atau pendapat kalian.

Nama peristiwa

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

Penyebab peristiwa

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

Bagaimana pendapat kalian untuk mencegah dan mengatasinya

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan akan terjadinya perpecahan

dan konflik. Hal ini disebabkan Indonesia adalah negara dengan keberagaman

suku, etnik, budaya, agama serta karakteristik dan keunikan di setiap wilayahnya.

Indonesia merupakan negara yang memiliki keistimewaan keanekaragaman

budaya, suku, etnik, bahasa, dan sebagainya dibandingkan dengan negara lain.

Pernahkah kalian mendengar atau membaca peristiwa konflik antarsuku di

Indonesia atau konflik yang mengatasnamakan wilayah atau daerah? Jadikanlah

peristiwa konflik tersebut sebagai pelajaran agar tidak terjadi kembali di masa yang

akan datang. Konflik dapat mengakibatkan perpecahan dan akhirnya merugikan

seluruh rakyat Indonesia.

Tugas Kelompok 5.1

Coba kalian cari informasi di internet atau sumber lain tentang nama provinsi

beserta nama bahasanya, rumah adat, dan tariannya. Kemudian, tuliskan dalam

kolom berikut.

Tabel 5.1. Identitas Provinsi

No Nama Provinsi Bahasa Daerah Rumah adat Tarian

1.

2.

3.

4.

5.

Pada dasarnya keberagaman masyarakat Indonesia menjadi modal dasar

dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, sangat diperlukan rasa persatuan

dan kesatuan yang tertanam di setiap warga negara Indonesia. Namun, dalam

kenyataanya masih ada konflik yang terjadi dengan mengatasnamakan suku,

agama, ras atau antargolongan tertentu. Hal ini menunjukkan yang ada harusnya

dapat menjadi modal bagi bangsa ini untuk menjadi bangsa yang kuat. Untuk

mendukungnya, diperlukan persatuan yang kokoh dan kuat. Namun, masih banyak

permasalahan yang harus diselesaikan. Salah satunya masih terjadi bentrokan

yang mengatasnamakan suku tertentu dalam hal penggarapan lahan pertanian

atau hutan. Hal ini menunjukkan belum adanya kesadaran akan sikap komitmen

persatuan dalam keberagaman di Indonesia. Komitmen akan persatuan akan

tegak jika peraturan yang mengatur masalah suku atau hak individu ditegakkan

dengan baik.

Jika perselisihan ini diakibatkan karena

masalah yang berkaitan dengan hukum,

Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945 telah mengatur dalam

Pasal 28D Ayat (1) bahwa ”Setiap orang berhak

atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan

kepastian hukum yang adil serta perlakuan

yang sama di hadapan hukum.” Dengan

Info Kewarganegaraan

Komponen sistem

pertahanan dan keamanan

rakyat semesta terdiri atas

pihak-pihak sebagai berikut

1. TNI sebagai kekuatan

utama sistem pertahanan.

2. POLRI sebagai kekuatan

utama sistem kemanan.

3. Rakyat sebagai kekuatan

pendukung.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 141

Tugas Mandiri 5.2

Diskusikanlah bersama teman kalian tentang sikap yang harus dilakukan

dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara di lingkungan keluarga, sekolah,

masyarakat, dan bangsa. Apa akibatnya jika tidak dilakukan dan bagaimana cara

membiasakannya. Tuliskan dalam kolom berikut.

Tabel 5.2 Sikap dan Komitmen Persatuan

Lingkungan

Sikap dan Perilaku

yang Mencerminkan

Komitmen Persatuan

Akibat dari Sikap

Kurang Menerapkan

Persatuan

Cara Membina

dan Membiasakan

Komitmen Persatuan

1. Keluarga

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

2. Sekolah

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

3. Masyarakat

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

4. Bangsa dan

Negara

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

a. ……………………

b. ……………………

c. ……………………

demikian, permasalahan dan perselisihan bisa dihindari dengan memberikan

perlindungan secara penuh kepada setiap warga negara.

Untuk mempersatukan masyarakat yang beragam, perlu ada toleransi yang

tinggi antarkebudayaan. Sikap saling menghargai antargolongan, mengenali,

dan mencintai budaya lain adalah hal yang perlu dibudayakan. Contoh nyata

implementasi hal tersebut adalah dengan mempertunjukkan tarian suku-suku

yang ada di Indonesia. Dengan demikian, setiap suku mempunyai rasa simpati

satu sama lain.

Persatuan bangsa merupakan syarat yang mutlak bagi kejayaan Indonesia.

Jika masyarakatnya tidak bersatu dan selalu memprioritaskan kepentingannya

sendiri, maka cita-cita Indonesia yang terdapat dalam sila ketiga Pancasila hanya

akan menjadi mimpi yang tak akan pernah terwujud. Kalian harus mampu

menghidupkan kembali semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti berbedabeda tetapi tetap satu. Keberagaman harus membentuk masyarakat Indonesia

yang memiliki toleransi dan rasa saling menghargai untuk menjaga perbedaan

tersebut. Kuncinya terdapat pada komitmen persatuan bangsa Indonesia dalam

keberagaman.

B. Pentingnya Konsep Integrasi Nasional

Amatilah gambar berikut.

Berdasarkan gambar tersebut, jawablah pertanyaan berikut dengan baik.

1. Pernahkah kalian melihat kejadian seperti gambar tersebut di lingkungan

sekitar?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

2. Mengapa sampai terjadi hal seperti itu?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Sumber: http://bit.ly/1JW1y8f

Gambar 5.3 Perbedaan pendapat diperbolehkan dan merupakan hak setiap orang.

Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menghancurkan sendi-sendi persaudaraan

antaranak bangsa. Jika terjadi perselisihan dan bentrokan kita semua yang akan rugi.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 143

3. Apa penyebabnya?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

4. Apa akibat yang ditimbulkan jika hal ini dibiarkan?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

5. Bagaimana upaya penyelesaiannya agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Berdasarkan gambar di atas, buatlah pertanyaan yang berkaitan dengan

gambar tersebut.

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

1. Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi nasional berasal dari dua kata, yaitu “integrasi” dan “nasional”.

Integrasi berasal dari bahasa Inggris, integrate, artinya menyatupadukan,

menggabungkan, mempersatukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,

integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan

utuh. Kata nasional berasal dari bahasa Inggris, nation yang artinya bangsa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi nasional mempunyai arti

politis dan antropologis.

a. Secara Politis

Integrasi nasional secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok

budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk

suatu identitas nasional.

b. Secara Antropologis

Integrasi nasional secara antropologis berarti proses penyesuaian di

antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu

keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Berikut adalah pendapat para ahli tentang integrasi.

1. Howard Wriggins

Integrasi bangsa berarti penyatuan bagian yang berbeda-beda

dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau

memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak

menjadi satu kesatuan bangsa.

2. Myron Weiner

Integrasi menunjuk pada proses penyatuan berbagai kelompok

sosial dan budaya ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka

pembentukan suatu identitas nasional. Integrasi biasanya mengandalkan

adanya satu masyarakat yang secara etnis majemuk dan setiap kelompok

masyarakat memiliki bahasa dan sifat-sifat kebudayaan yang berbeda.

3. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

Integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu bangsa

yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik,

ekonomi, dan budaya. Integrasi juga meliputi aspek vertikal dan

horisontal.

4. J. Soedjati Djiwandono

Integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian persatuan

nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan

nasib sendiri. Hak tersebut perlu dibatasi pada suatu taraf tertentu. Bila

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 145

tidak, persatuan nasional akan dibahayakan. Dari pengertian di atas

dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional bangsa indonesia berarti

hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu

kesatuan bangsa secara resmi, dan direalisasikan dalam satu kesepakatan

atau konsensus nasional melalui Sumpah Pemuda pada tanggal 28

Oktober 1928.

2. Syarat Integrasi

Syarat keberhasilan suatu integrasi di suatu negara adalah sebagai

berikut.

a. Anggota-anggota masyarakat merasa

bahwa mereka berhasil saling mengisi

kebutuhan-kebutuhan antara satu dan

lainnya.

b. Terciptanya kesepakatan (konsensus)

bersama mengenai norma-norma dan

nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan

dijadikan pedoman.

c. Norma-norma dan nilai-nilai sosial

dijadikan aturan baku dalam

melangsungkan proses integrasi sosial.

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

disebutkan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang

harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Apakah kalian bisa membedakan

mana yang hak dan mana kewajiban sebagai warga negara yang baik

(good citizenship). Jangan sampai menyalahgunakan hak karena akan

banyak sekali orang yang bisa sewenang-wenang melakukan sesuatu hal

yang bisa merugikan orang lain. Begitu pula dengan orang yang selalu

berusaha menghindar dari kewajibannya sebagai warga negara. Perilaku

ini bisa dijadikan contoh perilaku yang merugikan masyarakat, khususnya

bagi pemerintah. Pelanggaran hak orang akan menyebabkan terjadinya

disintegrasi sehingga orang yang haknya dilanggar kemungkinan tidak

akan menjalankan kewajibannya.

Penanaman Kesadaran

Berkonstitusi

Bangsa Indonesia harus

mampu menunjukkan

eksistensinya sebagai negara

yang kuat dan mandiri, namun

tidak meninggalkan kemitraan

dan kerja sama dengan

negara-negara lain dalam

hubungan yang seimbang,

saling menguntungkan,

saling menghormati dan

menghargai hak dan

kewajiban masing-masing.

Tugas Mandiri 5.3

Coba kalian tuliskan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia dalam

menjaga integrasi nasional.

Tabel 5.3. Hak dan Kewajiban Warga Negara

No. Lingkungan Hak Kewajiban

1. Keluarga

2. Sekolah

3. Masyarakat

Keseimbangan dalam menjalankan hak dan kewajiban harus dilakukan. Hal ini

agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa mengakibatkan kerugian bagi orang

lain dan diri sendiri. Misalnya, pertumbuhan pembangunan infrastruktur (jalan

dan jembatan) di satu daerah dengan daerah lainnya harus sama. Jika berbeda

akan terjadi kecemburuan dan berakibat terganggunya integrasi nasional.

Dengan demikian, sangat penting integrasi nasional bagi pembangunan bangsa

dalam masyarakat yang berbeda-beda. Setiap warga masyarakat harus menyadari

adanya perbedaan etnik, suku, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya. Perbedaan

tersebut jangan sampai dijadikan sebagai pemicu terjadinya disintegrasi nasional.

Oleh karena itu, kalian harus memahami hak dan kewajiban dalam kehidupan

sehari-hari.

Salah satu kewajiban sebagai warga negara adalah menjaga integrasi nasional

dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana cara menjaga integrasi tersebut?

Kalian tentu pernah melihat di televisi atau membaca di media massa, anggota

TNI yang ditempatkan di ujung pulau untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan

Republik Indonesia (NKRI). Saat ini negara Indonesia tidak dalam keadaan perang,

tetapi negara menuntut kita sebagai warga negara untuk ikut serta menjaga

integrasi nasional.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 147

Tugas Kelompok 5.2

Diskusikan dengan kelompok kalian tentang beberapa sikap dan perilaku yang

dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi nasional melalui lingkungan keluarga,

sekolah, masyarakat, dan bangsa.

Tabel 5.4. Penyebab Terjadinya Disintegrasi Nasional

Lingkungan

Sikap dan Perilaku yang

Menyebabkan Disintegrasi

Nasional

Akibat dari Sikap

dan Perilaku

Tersebut

Alternatif agar

Tidak Terulang

Keluarga ………………………………

………………………………

……………………

……………………

…………………

…………………

Sekolah ………………………………

………………………………

……………………

……………………

…………………

…………………

Masyarakat ………………………………

………………………………

……………………

……………………

…………………

…………………

Bangsa ………………………………

………………………………

……………………

……………………

…………………

…………………

Rakyat Indonesia harus memiliki sikap untuk mempersiapkan diri jika terdapat

ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat mengganggu

integrasi nasional.

Kalian juga wajib ikut serta dalam menjaga integrasi nasional dari segala

macam ancaman, gangguan, tantangan, dan hambatan, baik yang datang dari

dalam maupun dari luar. Oleh karena itu, kalian sebagai warga negara yang baik

wajib mematuhi semua peraturan-peraturan yang berlaku.

C. Faktor-Faktor Pembentuk Integrasi Nasional

Manusia hidup dalam reliatas yang plural, hal yang sama juga pada

masyarakat Indonesia yang majemuk (plural society). Corak masyarakat

Indonesia adalah ber-Bhinneka Tunggal Ika, bukan lagi keanekaragaman suku

bangsa dan kebudayaannya, melainkan keanekaragaman kebudayaan yang

berada dalam masyarakat Indonesia. Dalam masyarakat majemuk, seperti

Indonesia dilihat memiliki suatu kebudayaan yang berlaku secara umum dalam

masyarakat.

Masyarakat plural merupakan “belati” bermata ganda dimana pluralitas

sebagai rahmat dan sebagai ancaman. Pemahaman pluralitas sebagai rahmat

adalah keberanian untuk memerima perbedaan. Menerima perbedaan bukan

hanya dengan kompetensi keterampilan, melainkan lebih banyak terkait

dengan persepsi dan sikap sesuai dengan realitas kehidupan yang menyeluruh.

Dengan demikian, kita perlu memahami dan mengetahui faktor-faktor

pembentuk integrasi nasional, baik faktor pembentuk maupun faktor

penghambat integrasi nasional. Berikut ini faktor-faktor tersebut.

a. Faktor pembentuk integrasi nasional

1) Adanya rasa senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor

sejarah.

2) Adanya ideologi nasional yang tercermin dalam simbol negara yaitu

Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

3) Adanya tekad serta keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa

indonesia seperti yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda.

4) Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan munculnya semangat

nasionalisme di kalangan bangsa Indonesia.

5) Penggunaan bahasa Indonesia.

6) Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam bangsa, bahasa, dan

tanah air Indonesia.

7) Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama,

yaitu Pancasila.

8) Adanya jiwa dan semangat gotong royong, solidaritas, dan toleransi

keagamaan yang kuat.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 149

9) Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penderitaan penjajahan.

10) Adanya rasa cinta tanah air dan mencintai produk dalam negeri.

b. Faktor penghambat integrasi nasional

1) Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat

heterogen.

2) Kurangnya toleransi antargolongan.

3) Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan

gangguan dari luar.

4) Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan

hasil-hasil pembangunan.

Upaya untuk mencapai integrasi nasional dapat dilakukan dengan cara

menjaga keselarasan antarbudaya. Hal itu dapat terwujud jika ada peran

serta pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam proses integrasi nasional.

Tugas Mandiri 5.4

Coba kalian tuliskan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia dalam

menjaga integrasi nasional.

1. Faktor Eksternal

a. ……………………………………………………………………………

b. ……………………………………………………………………………

c. ……………………………………………………………………………

d. ……………………………………………………………………………

e. ……………………………………………………………………………

2. Faktor Internal

a. ……………………………………………………………………………

b. ……………………………………………………………………………

c. ……………………………………………………………………………

d. ……………………………………………………………………………

e. ……………………………………………………………………………

D. Tantangan dalam Menjaga Keutuhan NKRI

Fenomena global masih mengetengahkan penguatan nilai-nilai universal

yakni demokrasi dan hak asasi manusia. Bersamaan dengan itu isu lingkungan

hidup dan dampak pemanasan global memunculkan persoalan serius yang

memerlukan respons secara internasional. Pemanasan global telah berdampak

terhadap perubahan musim yang tidak menentu yang mengancam kehidupan

manusia dalam bentuk ancaman kelaparan, wabah penyakit dan bencana

alam yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan.

Peta keamanan global menempatkan terorisme menjadi ancaman global.

Penggunaan kekuatan militer oleh suatu negara ke wilayah negara lain

mengancam kedaulatan dan kehormatan suatu negara berdaulat. Masalah

perbatasan juga merupakan sumber utama potensi konflik antarnegara di

kawasan Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara.

 Tantangan di lingkungan internal Indonesia adalah mengawal NKRI agar

tetap utuh dan bersatu. Di sisi lain, ancaman terhadap kedaulatan masih

berpotensi terutama yang berbentuk konflik perbatasan, pelanggaran wilayah,

gangguan keamanan maritim dan dirgantara, gangguan keamanan di wilayah

perbatasan berupa pelintas batas secara illegal, kegiatan penyelundupan

senjata dan bahan peledak, masalah separatisme, pengawasan pulau-pulau

kecil terluar, ancaman terorisme dalam negeri dan sebagainya.

Berdasarkan tantangan tersebut di atas, maka visi terwujudnya pertahanan

negara yang tangguh dengan misi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah

NKRI serta keselamatan bangsa harus terwujud. Pada dasarnya perumusan

kebijakan umum pertahanan negara dilaksanakan Menteri Pertahanan Negara,

sedangkan proses penetapannya dilaksanakan di tingkat Dewan Keamanan

Nasional selaku Penasehat Presiden RI.

Tujuan nasional merupakan kepentingan nasional yang abadi dan menjadi

acuan dalam merumuskan tujuan pertahanan negara, yang ditempuh dengan

tiga strata pendekatan. Pertama, strata mutlak, dilakukan dalam menjaga

kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan bangsa

Indonesia. Kedua, strata penting, dilakukan dalam menjaga kehidupan

demokrasi politik dan ekonomi, keharmonisan hubungan antar suku, agama,

ras dan golongan (SARA), penghormatan hak asasi manusia dan pembangunan

yang berwawasan lingkungan hidup dan ketiga, strata pendukung, dilakukan

dalam upaya turut memelihara ketertiban dunia.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 151

Untuk mencapai tujuan pertahanan negara tersebut, salah satunya

diperlukan input sumber daya yang bagus dan optimal. Masyarakat menuntut

TNI untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan nasional, tetapi input

masyarakat secara intelektual, moral dan mental lemah akan sangat kesulitan

mewujudkannya.

Tugas Mandiri 5.5

Carilah di internet atau sumber lain tentang upaya menjaga keutuhan NKRI,

baik secara ekternal maupun internal.

1. Eksternal

a. ……………………………………………………………………………

b. ……………………………………………………………………………

c. ……………………………………………………………………………

d. ……………………………………………………………………………

e. ……………………………………………………………………………

2. Internal

a. ……………………………………………………………………………

b. ……………………………………………………………………………

c. ……………………………………………………………………………

d. ……………………………………………………………………………

e. ……………………………………………………………………………

E. Peran Serta Warga Negara dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Bangsa

1. Kesadaran Warga Negara

Peran serta warga negara akan muncul jika mempunyai kesadaran

dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Coba kalian amatilah

gambar berikut ini.

1. Pernahkah kalian menjadi petugas upacara di sekolah?

Jika pernah, apa manfaatnya? …………………………………………

……………………………………………………………………………

Jika belum pernah, mengapa? …………………………………………

……………………………………………………………………………

2. Apa pendapat kalian jika ada teman kalian yang malas mengikuti

upacara?

Alasan malas mengikuti upacara ………………………………………

……………………………………………………………………………

Alasan rajin mengikuti upacara ………………………………………

……………………………………………………………………………

Sumber: http://esemanis.blogspot.co.id/2011/11/hari-pahlawan.html

Gambar 5.4 Pelaksanaan upacara pada setiap hari Senin dapat menumbuhkan

kesadaran dan kedisiplinan para pelajar dalam usaha bela negara.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 153

3. Bagaimana cara menumbuhkan kesadaran bela negara?

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan kesadaran? Kesadaran

adalah sikap mawas diri sehingga dapat membedakan baik atau buruk,

benar atau salah, layak atau tidak layak, patut atau tidak patut dalam berkata

dan berperilaku. Kesadaran warga negara Indonesia saat ini masih perlu

pembenahan. Salah satunya kesadaran dalam bela negara. Memang negara

Indonesia tidak sedang dalam kondisi perang, tetapi kesadaran untuk bela

negara harus tetap ada dalam bentuk lain demi kemajuan bangsa.

Tugas Mandiri 5.6

Coba kalian cari di internet atau sumber lain mengenai contoh bentuk

kesadaran warga negara untuk melakukan bela negara. Kemudian berikanlah

pendapat atau komentar.

2. Pengertian Bela Negara

UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 Ayat 3 mengamanatkan bahwa “Setiap

warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan

Negara”. Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai bela negara,

sebaiknya kalian memahami terlebih dahulu pengertian bela negara.

Menurut penjelasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun

2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Pertahanan Negara, upaya bela negara adalah

sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada

Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dalam menjamin

kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bukan hanya sebagai kewajiban

dasar manusia, tetapi juga merupakan kehormatan warga negara sebagai

wujud pengabdian dan kerelaan berkorban kepada bangsa dan negara.

Bela Negara yang dilakukan oleh warga negara merupakan hak dan

kewajiban membela serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan

negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala

ancaman. Pembelaan yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya

pertahanan negara merupakan tanggung jawab dan kehormatan setiap

warga negara. Oleh karena itu, warga negara mempunyai kewajiban untuk

ikut serta dalam pembelaan negara, kecuali ditentukan lain dengan undangundang.

Coba amati cerita fiktif berikut ini dengan teliti dan saksama.

Elan adalah seorang pelajar. Di sekolah Elan terkenal sebagai anak yang suka

membuat masalah. Elan sering diingatkan oleh bapak atau ibu guru untuk tidak

membuat masalah yang membuat orang lain merasa terganggu di sekolah.

Misalnya, meminta uang secara paksa, melakukan tawuran, dan mengganggu adik

kelas yang sedang belajar. Bahkan, Elan sudah membuat surat perjanjian untuk

tidak mengulangi perbuatannya tersebut di hadapan Kepala Sekolah dan orang

tuanya. Namun, Elan tetap belum sadar akan sikap dan perbuatannya. Akhirnya,

dengan terpaksa sekolah mengeluarkan Elan dari sekolah setelah beberapa kali

diperingatkan.

Berdasarkan cerita tersebut, jawablah pertanyaan berikut dengan saksama.

1. Apakah sikap dan perbuatan Elan terpuji?

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

2. Mengapa Elan tidak melakukan perbuatan yang menunjukkan sikap bela

negara?

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

3. Bagaimana cara menyadarkan Elan untuk melakukan bela negara?

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 155

4. Tuliskan pendapat atau saran kalian agar Elan dapat berpartisipasi dalam

usaha bela negara saat ini?

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

5. Sebutkan contoh hak dan kewajiban Elan untuk menunjukkan bela negara di

sekolah.

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

Dengan demikian, terkandung pengertian bahwa upaya pertahanan

negara harus didasarkan pada kesadaran akan hak dan kewajiban warga

negara, serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Hal ini juga tercantum

dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2002 tentang

Pertahanan Negara pada Pasal 1 Ayat 1, yaitu “Pertahanan keamanan negara

adalah segala usaha untuk mempertahankan negara, keutuhan wilayah

NKRI, dan keselamatan bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap

keutuhan bangsa dan negara”.

Bangsa Indonesia mencintai perdamaian, tetapi lebih mencintai

kemerdekaan dan kedaulatan. Alinea pertama Pembukaan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan, “Bahwa

sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,

maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan

perikemanusiaan dan perikeadilan”. Penyelesaian pertikaian atau konflik

antarbangsa pun harus diselesaikan melalui cara-cara damai. Bagi bangsa

Indonesia, perang harus dihindari. Perang merupakan jalan terakhir dan

dilakukan jika semua usaha dan penyelesaian secara damai tidak berhasil.

Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dan menganut politik

bebas aktif. Prinsip ini merupakan pelaksanaan dari bunyi alinea pertama

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya bila kita turut serta

dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam

ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) terhadap Negara

Kesatuan Republik Indonesia, seperti para pahlawan yang rela berkorban

demi kedaulatan dan kesatuan. Ancaman, tantangan, hambatan, dan

gangguan tersebut dapat datang dari luar negeri bahkan dari dalam negeri

sekalipun. Adapun, pengertian sederhana dari arti ancaman, tantangan,

hambatan, dan gangguan adalah sebagai berikut.

1. Ancaman adalah usaha yang bersifat mengubah atau merombak

kebijaksanaan yang

dilakukan secara

konsepsional melalui

tindak kriminal dan

politis. Ancaman

militer adalah ancaman

yang menggunakan

kekuatan

bersenjata yang

terorganisasi yang

dinilai mempunyai

kemampuan yang

membahayakan

kedaulatan negara,

keutuhan wilayah

negara, dan

keselamatan segenap

bangsa. Ancaman

militer dapat berasal

dari luar negeri

maupun dari dalam negeri. Beberapa macam ancaman dan gangguan

pertahanan dan keamanan negara.

a. Dari luar negeri

1) Agresi

2) Pelanggaran wilayah oleh negara lain

3) Spionase (mata-mata)

4) Sabotase

5) Aksi terror dari jaringan internasional

Info Kewarganegaraan

Selain ancaman dalam bidang militer,

kita juga harus mewaspadai adanya

ancaman di bidang ekonomi, yaitu

sebagai berikut.

• Sistem Free fight liberalism,

sistem persaingan bebas yang

saling menghancurkan dan

dapat menumbuhkan eksploitasi

masyarakat dan bangsa lain.

• Sistem etatisme, dalam arti negara

beserta aparatur negara bersifat

dominan dan mematikan potensi

dan daya kreasi unit-unit ekonomi di

luar sektor negara.

• Pemusatan kekuatan ekonomi

pada suatu kelompok dalam

bentuk monopoli yang merugikan

masyarakat dan bertantangan

dengan cita-cita keadilan sosial.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 157

b. Dari dalam negeri

1) Pemberontakan bersenjata

2) Konflik horisontal

3) Aksi teror

4) Sabotase

5) Aksi kekerasan yang berbau SARA

6) Gerakan separatis (upaya pemisahan diri untuk membuat negara

baru)

7) Pengrusakan lingkungan

Adapun, ancaman nonmiliter adalah ancaman yang tidak menggunakan

senjata, tetapi jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negara,

keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.

2. Tantangan adalah hal atau usaha yang bertujuan untuk menggugah

kemampuan.

3. Hambatan adalah usaha yang berasal dari diri sendiri yang bersifat

atau bertujuan untuk melemahkan atau menghalangi secara tidak

konsepsional.

4. Gangguan adalah hal atau usaha yang berasal dari luar yang

bersifat atau bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak

konsepsional (tidak terarah).

3. Dasar Hukum Bela Negara

Ada beberapa dasar hukum dan peraturan tentang wajib bela negara.

a. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan

Keamanan Nasional.

b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 1954 tentang

Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.

c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 1982 tentang

Ketentuan Pokok Hankam Negara RI, diubah oleh Undang-Undang

Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1988.

d. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.

e. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.

f. Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

1945 Pasal 30 Ayat (1) dan (2) menyatakan “bahwa tiap warga negara

berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan

negara yang dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan

rakyat semesta oleh TNI dan kepolisian sebagai komponen utama,

dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”. Ada pula pada Pasal 27 Ayat

(3): “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya

pembelaaan negara”.

g. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang

Pertahanan Negara, Ayat 1: “Setiap warga negara berhak dan

wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam

Penyelenggaraan Pertahanan Negara”; Ayat 2: “Keikutsertaan warga

negara dalam upaya bela negara dimaksud Ayat 1 diselenggarakan

melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

1) Pendidikan Kewarganegaraan,

2) Pelatihan dasar kemiliteran,

3) Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan

4) Pengabdian sesuai dengan profesi.

4. Kesediaan Warga Negara untuk Melakukan Bela Negara

Bacalah berita berikut dengan saksama.

Ratusan Siswa SMA Ikuti Latihan Bela Negara

Ratusan siswa-siswi kelas 1 SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan sudah

bersiap di halaman sekolahnya pagi tadi. Mereka terjadwal mengikuti

acara pramuka yang digabungkan dengan latihan bela negara di Batalyon

Infantri (Yonif) 203 Arya Kamuning. Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang

SCTV, Jumat (13/11/2015), satu per satu siswa pun naik ke truk tronton TNI

Angkatan Darat. Mereka ikut pelatihan bela negara hingga 2 hari ke depan.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 159

“Sebenarnya secara detailnya enggak tahu ya, cuma sepintas kita dengar

bahwa bela negara itu untuk melatih kedisiplinan, kemandirian untuk

membela negara,” ucap salah seorang orangtua siswa. Dimulai dengan

menumpang truk tronton tentara mungkin jadi hal baru bagi para siswa

yang sekolahnya dikenal sering terlibat tawuran ini.

Setibanya di markas Yonif 203 Arya Kamuning, Tangerang, Banten, para

siswa langsung mengikuti upacara pembukaan yang dipimpin Komandan

Batalyon. Ada sejumlah atraksi khas TNI Angkatan Darat yang dipertunjukkan

kepada mereka.

“Untuk meningkatkan kerja sama, jiwa korsa, jadi ada psikologi lapangan.

Ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan oleh kerja sama tim

yang baik, kemudian ada juga yang sifatnya teori. Akan saya sampaikan

juga masalah kebangsaan dan juga prinsip-prinsip dasar kepemimpinan

lapangan,” ungkap Komandan Yonif Inf Agus Yudhoyono.

Agus Yudhoyono menegaskan, acara ini berbeda dengan program bela

negara yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan, namun punya

tujuan yang serupa yaitu cinta tanah air. (Vra/Mvi).

Sumber: http://www. http://tv.liputan6.com///

1. Bagaimana pendapat kalian tentang program bela negara?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

2. Apa yang akan dilakukan jika kalian termasuk dalam program bela negara?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

3. Setujukah kalian dengan program pemerintah tersebut?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

4. Apakah kesediaan untuk mengikuti program bela negara ini menunjukkan

sikap cinta tanah air? Sebutkan alasannya.

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

5. Bagaimana mempertahankan jiwa dan semangat bela negara?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

Segala usaha yang dilakukan untuk membela negara, mempertahankan

kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa

merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Semua usaha tersebut

dapat dilakukan di segala bidang, seperti dilakukan oleh para pemain atlet

nasional yang melaksanakan kewajiban membela negara dalam bidang

olahraga. Dapatkah kalian menyebutkan bidang yang lainnya selain bidang

olahraga?

Tugas Kelompok 5.3

Diskusikan dengan kelompok kalian mengenai sikap dan perbuatan yang

kurang menunjukkan komitmen, kecintaan pada tanah air, tidak memiliki jiwa

patriotisme, tidak mau rela berkorban, dan tidak memiliki perhatian terhadap

pelaksanaan bela negara dalam bidang hukum, ekonomi, pendidikan, sosial

budaya, dan pertahanan keamanan.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 161

Tabel 5.5. Perbuatan yang Kurang Menunjukkan Adanya Sikap Bela Negara

No Bidang Perbuatan Langkah Penyelesaian

1. Hukum

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

2. Ekonomi

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

3. Pendidikan

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

4.

Sosial

Budaya

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

5.

Pertahanan

Keamanan

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

………………………………

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2002 tentang

Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat 2, ditegaskan berbagai bentuk usaha pembelaan

negara.

a. Pendidikan Kewarganegaraan

Berdasarkan Pasal 37 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dijelaskan bahwa Pendidikan

Kewarganegaraan merupakan pelajaran wajib yang diajarkan di tingkat

pendidikan dasar, menengah, dan tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan

kewarganegaraan dapat memupuk jiwa patriotik, rasa cinta tanah air,

semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran akan sejarah

perjuangan bangsa Indonesia, dan sikap menghargai jasa para pahlawan.

Pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman, analisis, dan

menjawab masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara secara

berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan sejarah nasional.

b. Pelatihan dasar kemiliteran

Selain TNI, salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan

dasar militer adalah siswa sekolah menengah dan unsur mahasiswa. Unsur

mahasiswa tersusun dalam organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa). Setelah

memasuki resimen tersebut, mahasiswa harus mengikuti latihan dasar

kemiliteran. Adapun, siswa sekolah menengah dapat mengikuti organisasi

yang menerapkan dasar-dasar kemiliteran, seperti Pramuka, Patroli Keamanan

Sekolah (PKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Palang Merah Remaja

(PMR), dan organisasi sejenis lainnya.

c. Pengabdian sebagai Tentara Nasional Indonesia

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal

30 Ayat 2 disebutkan bahwa TNI dan Polri merupakan unsur utama dalam usaha

pertahanan dan keamanan rakyat. Prajurit TNI dan Polri merupakan pelaksanaan

dan kekuatan utama dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Setiap

warga negara berhak untuk mengabdi sebagai prajurit TNI dan Polri melalui

syarat-syarat tertentu.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 163

d. Pengabdian sesuai dengan keahlian atau profesi

Upaya bela negara tidak hanya

melalui cara-cara militer saja

tetapi banyak usaha bela negara

dapat dilakukan tanpa cara militer.

Misalnya, sebagai atlet nasional

dapat mengharumkan nama bangsa

dengan meraih medali emas dalam

pertandingan olahraga. Selain

itu, siswa yang ikut Olimpiade

Fisika, Matematika atau Kimia di

luar negeri dan mendapatkan

penghargaan merupakan prestasi

yang menunjukkan upaya bela negara.

Pengabdian sesuai dengan profesi

adalah pengabdian warga negara

untuk kepentingan pertahanan negara

termasuk dalam menanggulangi

dan memperkecil akibat yang ditimbulkan oleh perang, bencana alam, atau

bencana lainnya.

Upaya bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai

oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan

Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bela negara bukan lagi hanya sebagai kewajiban dasar tetapi merupakan

kehormatan bagi setiap warga negara yang harus dilaksanakan dengan penuh

kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban.

Demikian seluruh materi yang terdapat pada Bab 5. Jika masih ada yang

dianggap kurang oleh kalian maka kalian dapat mencari dari sumber lain.

Semoga kalian bisa mendalaminya dan mempelajari kembali seluruh materi

yang sesuai dengan Kompetensi Dasar yang terdapat pada bab ini. Kerjakanlah

Tes Uji Kompetensi sebagai ukuran kalian dalam memahami dan mendalami

materi bab ini.

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah

Ancaman Terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika