in

Jenis Jenis Pisang Atau Biu di Bali

Berbagai jenis pisang yang terdapat di Bali dan digunakan dalam upacara agama Hindu terdiri atas pisang Musa acuminata dan Musa balbisiana dan turunan persilangannya

  • Biu alas: Musa accuminata Colla. (sinonim: Musa cavendishii Lamb., Musa chinensis Sweet, nom. nud., Musa corniculata Kurz, Musa nana Lour., Musa × sapientum var. suaveolens (Blanco) Malag., Musa rumphiana Kurz. Musa simiarum Kurz, Musa sinensis Sagot ex Baker). Herba menahun dengan batang palsu yang tersusun atas uoih daun yang tersusun rapat. Tandan bunga tumbuh agak mendatar, terdiri atas bunga betina di bagian pangkal dan bunga jantan di bagian ujung tandan, bunga tunggal berderet seperti sisir ditutupi oleh seludang, berwarna putih sampai putih keuning-kuningan, mengarah ke samping sampai agak ke atas. Buah merupakan buah berry, ukuran bergantung pada jumlah biji yang terdapat di dalamnya, jumlah biji berkisar 15-62, satu tandan terdiri atas 161 ± 60 sisir. Biji berbentuk bulat pipih bersudut, berukuran 5-6 mm, biji keras. Dibedakan sub-spesies: Musa acu}inata subsp. acuminataMusa acuminata subsp. burmanica N.W.Simmonds, Musa acuminata subsp. errans (Blanco) R.V. Valmayor, Musa acuminata subsp. halabanensis (Meijer) M. Hotta, Musa acuminata subsp. malaccensis (Ridl.) N.W.Simmonds, Musa acuminata subsp. microcarpa (Becc.) N.W.Simmonds, Musa acuminata var. sumatrana (Becc.) Nasution, Musa acuminata var. tomentosa (Warb. ex K.Schum.) Nasution, Musa acuminata subsp. truncata (Ridl.) Kiew.
  • Biu batu: Musa balbisiana Colla (sinonim: Musa brachycarpa Backer, Musa balbisiana var. brachycarpa (Backer) Häkkinen, Musa balbisiana var. liukiuensis (Matsum.) Häkkinen). Tumbuhan menahun dengan batang besar yang tersusun atas upih daun yang tersusun rapat, tumbuh tegak, tinggi 1,5-6 m, diameter batang pada bagian dasar sampai 30 cm. Daun berukuran panjang 1-2 m dan lebar 60 cm. Tandan mendatar atau menggantung. Buah berukuran panjang 10-25 cm, berwarna hijau ketika masih muda dan kuning atau coklat setelah matang, berbentuk silindris atau bersudut, berbiji sedikit sampai banyak. 
  • Biu buah: Buah muda berwarna hijau mengkilat, sisirnya agak rapat, buah kecil pendek, berasa hambar.
  • Biu buluh: Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang dan lebih tebal daripada kulit buah pisang ambon kuning. Daging buah hampir sama dengan pisang ambon kuning hanya sedikit lebih putih. Daging buah agak keras, aroma lebih harum dan rasanya lebih manis. Dalam satu tandan terdapat 7-12 sisir dengan berat 15-18 kg. Ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon lainnya dengan kulit buah tidak terlalu tebal dengan warna kuning muda. Daging buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan. Rasa daging buah pulen, manis, dan aromanya harum. Dalam satu tandan terdapat 6-9 sisir (satu sisir berisi 15-20 buah) dengan berat per tandan 18-20 kg. Musa AAA ‘Pisang Ambon Putih’. Ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon hijau. Kulit buah yang sudah matang berwarna kuning keputih-putihan. Daging buah berwarna puith kekuningan dengan rasa agak asam, dan beraroma harum. Dalam satu tandan terdapat 10-14 sisir dengan berat 15-25 kg.
  • Biu bunga: Buah berukuran kecil, tersusun rapat, berwarna hijau mengkilat kerika muda dan kuning setelah matang, berasa kurang manis. Sejak bunga mekar sampai buah siap panen hanya membutuhkan waktu satu bulan (sasih) sehingga disebut pisang sasih.
  • Biu gading: Berperawakan agak kecil, buah muda maupun matang sama, yaitu kuning muda, berasa hambar, ditanam sebagai tanaman hias dan buahnya sebagai sarana upacara agama.
  • Biu gancan/lasan: Buah berwarna hijau muda kekuningan, sisirnya agak padat, buah berukuran kecil memanjang seperti jari tangan, agak melengkung keluar tandan, daging buah berasa hambar sampai agak masam, penting sebagai sarana upacara.
  • Biu gregah: Buah berwarna hijau muda ketika masih muda, tersusun dalam sisir agak jarang, buah berbentuk bersegi agak besar dan melengkung ke arah tanda, berasa hambar, digunakan sebagai bahan pisang goreng atau pisang rai.
  • Biu kapas: Mirip seperti pisang gregah tetapi sisirnya lebih lebar.
  • Biu kayu: Buah berukuran sedang sampai besar, kulit tetap hijau atau kekuning-kuningan setelah matang, daging buah berwarna putih sampai krem, bertekstur halus dan berasa manis, setandan terdiri atas 8-12 sisir.
  • Biu kebyar/agung: Buah berukuran besar dan padat, tandannya agak jarang, kulitnya agak tebal, meskipun kulit tampak sudah seperti sudah memusuk daging buah masih tetap dalam keadaan baik.
  • Biu kopok: Buah berukuran sedang sampai besar, berbentuk lurus pendek dan bersegi empat, kulit tebal dan kasar, kulit berwarna kuning kecoklatan setelah matang, daging buah berwarna jingga krem, mengandung banyak pati, berasa sepat ketika belum matang dan manis setelah matang, setandan terdiri atas 10-16 sisir (satu sisir berisi 20 buah pisang) dengan berat per tandan 14-22 kg.
  • Advertisement
  • Biu ketip. Ciri-cirinya hampir sama dengan pisang ketip buluh hanya saja kulit buah tua mempunyai bercak-bercak putih (tidak mulus). Pisang ini paling baik untuk kolak jika dibandingkan dengan pisang-pisang lain karena daging buahnya terasa kaku, kenyal seperti tulang rawan.
  • Biu lilit: Buah muda berwarna hijau muda mengkilat, buah berukuran kecil, tersusun dalam sisir yang melingkari poros tandan seperti spiral sehingga disebut pisang lilit.
  • Biu lumut: Buah berukurab kecil sampai sedang, kulit berwarna hijau lumut ketika masih mentah dan kuning setelah masak, daging buah berwarna putih, bertekstur halus, berasa agak masam, setandan terdiri atas 5-9 sisir.
  • Biu mandung
  • Biu mas: Buah berukuran kecil, berujung tumpul, berkulit tipis, sering pecah bila sudah tua, kulit buah berarna kuning setelah masak, daging buah bertekstur keras, berwarna jingga muda, berbau tajam, berasa sangat manis, setandan terdiri atas 5-9 sisir(satu sisir dapat mencapai 18 buah) dengan berat per tandan 8-12 kg.
  • Biu nangka: Buah berukuran agak panjang, sekitar 15 cm. Kulit buah agak tebal dan berwarna hijau walaupun sudah matang (buah yang sangat masak berwarna hijau kekuningan). Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis agak asam dan beraroma harum. Dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir dengan berat tandan 11-14 kg.
  • Biu raja: ‘Pisang Raja’. Buah berukuran sedang sampai besar, berkulit tebal dan kasar, berwarna jingga setelah masak, daging buah berwarna jingga krem, bertekstur kasar, berasa manis, setandan terdiri atas 6-9 sisir (setiap sisir berisi 14-16 buah) dengan berat per tandan 12-16 kg.
  • Biu rempini
  • Biu saba: Saba’. Buah berukuran sedang sampai besar, berbentuk lurus pendek dan bersegi empat, berkulit tebal, kulit berwarna kuning setelah matang, dagung buah berwarna putih-krem, bertekstur halus, berasa tidak sepat ketika belum matang dan manis setelah matang, setandang terdiri atas 16 sisir.
  • Biu sabit: Pisang Ketip Buluh’. Buah berukuran kecil sampai sedang, berwarna hijau tua mengkilat, tersusun dalam sisir agak padat, berasa hambar, digunakan sebagai bahan pisang goreng atau kolak pisang.
  • Biu seed: Buah berbentuk gemuk pendek, berwarna hijau tua mengkilat, sisir tersusun rapat pada tandan yang berukuran besar, berasa hambar.
  • Biu siu: ‘Pisang Seribu’. Tinggi pohon dewasa 2-3 m. tandan buah sangat panjang bisa mencapai 1,5 – 2 menjuntai hampir menyentuh tanah.
  • Biu susu: ‘Pisang Susu’. Ukuran buah kecil sampai sedang. Kulit buah tipis, berwarna kuning berbintik hitam. Daging buah putih kekuningan. Rasa buah manis, lunak dan berarom harum. Dalam satu tandan terdapat sekitar 8 sisir (satu sisir berisi 12-16 buah) dengan bertat per tandan 12-16 kg.
  • Biu taluh: Musa ??? ‘Pisang Telur’. Buah berbentuk bulat telur agak lonjong, berwarna hijau tua mengkilat, tersusun rapat dalam sisir dan tandan yang besar, berasa hambar.
  • Biu tanduk: ‘Pisang Tanduk’. Buah berukuran besar, kulit buah berwarna kuning setelah masak, daging buah berwarna jingga-krem, bertekstur keras, banyak mengandung pati, setandang terdiri atas sekitar 1-3 sisir (satu sisir terdiri dari 10-15 buah) dengan berat per tandan 7-10 kg.
  • Biu tembaga/udang: ‘Pisang Tembaga’. Buah berwarna merah kecoklatan mendekati warna tembaga, berasa kurang manis, penting dalam upacara agama.
Advertisement

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi Bali Anyar Dan Contohnya

Satua Jayaprana Lan Layon Sari Lengkap