in

Materi Biologi SMA : Protista

Materi Biologi SMA : Protista

“Setelah lama dianggap aman dari wabah penyakit malaria,
masyarakat menjadi kurang perhatian terhadap penyakit ini. Pada
awal hingga pertengahan tahun 2004, diberitakan kembali beberapa
daerah di Indonesia terserang wabah penyakit malaria. Penyakit ini
disebabkan oleh Plasmodium sp. Suatu jenis mikroorganisme yang
digolongkan dalam Kingdom Protista. Tidak hanya Plasmodium yang
merugikan manusia. Pertengahan Mei 2004 telah terjadi booming
populasi alga menggegerkan para nelayan pantai Ancol Jakarta akibat
matinya sejumlah besar udang, ikan, kepiting, kerang dan remis.”
(Sumber: Harian Kompas Sabtu, 15 Mei 2004 hal.11)
Alga dan Plasmodium yang merugikan itu termasuk ke dalam
Kingdom Protista. Untuk dapat memberantas dan memanfaatkannya
kita harus mengenal sisi kehidupan dari kingdom ini. Dalam bab ini
kamu akan mengenal lebih dekat semua anggota kingdom Protista.
Bagaimanakah ciri-ciri kingdom Protista? Organisme apa sajakah
yang termasuk protista? Bagaimanakah peranannya dalam
kehidupan?
A. Ciri-Ciri Protista
Rhizopoda
Cilliata
Flagellata
Sumber: Microsoft Encarta 2006
Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
108
berfotosintesis karena memiliki pigmen fotosintetik, seperti alga dan
protozoa fotosintetik, misalnya Euglena. Sebagian lainnya
merupakan Protozoa non fotosintetik yang hidup sebagai heterotrop,
baik secara Fagotrop dan Osmotrop. Protozoa yang merupakan
jamur memiliki siklus hidup dengan fase muda bersifat seperti
amoeba dan reproduksinya mirip dengan jamur, yang meliputi jamur
air dan jamur lendir.

  1. Ciri-ciri Protozoa
    Protozoa merupakan organisme bersel tunggal yang sudah
    memiliki membran inti (eukariota). Protozoa berukuran
    mikroskopis, yaitu sekitar 100 sampai 300 mikron. Bentuk sel
    Protozoa sangat bervariasi ada yang tetap dan ada yang
    berubah-ubah. Protozoa umumnya dapat bergerak aktif karena
    memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu
    cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak
    memiliki alat gerak. Sebagian besar Protozoa hidup bebas di
    air tawar dan laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis
    Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara heterotrop dengan memangsa bakteri,
    protista lain, dan sampah organisme.
  2. Reproduksi Protozoa
    Protozoa sebagian besar melakukan
    reproduksi secara aseksual dengan
    pembelahan biner. Sebagian lagi Protozoa
    melakukan reproduksi seksual dengan
    penyatuan sel generatif (sel gamet) atau
    dengan penyatuan inti sel vegetatif.
    Reproduksi seksual dengan penyatuan inti
    vegetatif disebut konjugasi.
  3. Penggolongan Protozoa
    Berdasarkan alat geraknya, digolongkan atas;
    a. Mastigophora atau Flagellata, bergerak
    menggunakan bulu cambuk (Flagela)
    contohnya Trypanosoma gambiense.
    Protista
    merupakan
    organisme
    eukariotik yang
    belum memiliki
    jaringan khusus.
    Ada yang
    menyerupai
    hewan karena
    dapat bergerak
    bebas dan tanpa
    dinding sel, ada
    yang mirip
    tumbuhan
    karena memiliki
    pigmen
    fotosintetik, dan
    ada yang mirip
    jamur karena
    tanpa klorofil dan
    tidak dapat
    bergerak.
    Ingatlah
    B. Protista yang Menyerupai Hewan
    (Protozoa)
    a b
    c d
    Gambar 5.2
    Berbagai contoh Protozoa mewakili empat filum
    yaitu a. Amoeba, b. Vorticella, c. Plasmodium,
    d. Trypanosoma.
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Mengenal Protista
    109
    b. Sarcodina atau Rhizopoda, bergerak menggunakan kaki semu
    (pseudopodia), contohnya Amoeba proteus.
    c. Ciliata atau Ciliophora, bergerak menggunakan bulu getar (silia),
    contoh: Paramaecium, Didinium, Stentor, Vorticella.
    d. Sporozoa, tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembang
    biak dengan spora, contohnya Plasmodium. Berbagai contoh
    keempat filum di atas, perhatikan gambar 5.2!
    Buatlah kelompok dengan anggota maksimal 4 orang.
    Membiakkan Protozoa
    Untuk mengamati berbagai Protozoa yang ada di sekitar
    kita, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
  4. Menyiapkan media biakan
    Medium biakan dapat disiapkan dengan merebus 30 gr
    kubis, kacang tanah, daun selada yang dipotong kecil-kecil
    atau 70 gr jerami dalam 1 liter air hingga mendidih. Setelah
    dingin, disaring dengan kain kasa, kemudian dimasukkan
    ke dalam botol-botol dan dibiarkan selama 2 hari.
  5. Membiakkan protozoa
    Memasukkan air sungai, air kolam atau air selokan ke
    dalam medium. Biakan ini dibiarkan terbuka di tempat yang
    tidak terkena cahaya selama 5 hari. Ujung botol ditutup
    dengan kapas.
    Mengamati Protozoa
    Lakukan pengamatan di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi protozoa
    apa saja yang dapat kamu temukan pada biakan tersebut. Gambarkan. Jelaskan
    ciri-ciri morfologi hasil pengamatan.
    Gunakan contoh tabel seperti di bawah ini untuk pengamatanmu!
    No. Gambar Ciri Morfologi Nama Ilmiah
    · Merencanakan
    pengamatan
    terhadap fungsi
    bagian tubuh
    protozoa
    secara
    sistematis
    · Menggunakan
    mikroskop
    secara baik
    dan benar.
    · Membuat
    laporan ilmiah
    tentang hasil
    pengamatan.
    Kompetensi
    sains
    Aktivitas Sains Tugas pengamatan
    Tujuan: mendeskripsikan fungsi bagian tubuh Protozoa.
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    110
    Berikut ini penjelasan tentang penggolongan dari kingdom
    protista berdasarkan alat geraknya.
    a. Mastigophora atau Flagellata
    Flagellata berasal dari kata flagel artinya cambuk atau Mastigophora dari mastig artinya cambuk, phora artinya gerakan. Semua
    anggota filum flagellata bergerak menggunakan flagel. Bentuk tubuh
    flagellata tetap karena dilindungi oleh pelikel.
    Di antara Flagellata ada yang hidup bebas, ada pula yang hidup
    bersimbiosis dalam tubuh hewan, tetapi kebanyakan bersifat parasit.
    Perhatikan tabel 5.1 di atas!
    Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan
    pembelahan biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual
    belum banyak diketahui.
    b. Rhizopoda atau Sarcodina
    Contoh Rhizopoda yang sangat dikenal adalah Amoeba sp.
    Amoeba memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia).
    Bentuk sel amoeba tidak tetap, sitoplasmanya terdiri dari ektoplasma
    dan endoplasma.
    N o Nama Protista Hospes Nama Penyakit Nama Penyakit
  6. Leishmania donovani manusia kalaazar
  7. L. tropica, L. braciliensis manusia penyakit kulit
  8. Trypanosoma evansi hewan ternak sura
  9. T. brucei antelope nagana
  10. T. gambiense manusia tidur
  11. T. rhodosiensis manusia tidur
  12. T. cruzi tikus dan insekta chagas
  13. Trichomonas vaginalis manusia penyakit pada
    alat kelamin wanita
    Tabel 5.1. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh Flagellata
    Petunjuk :
  14. Gunakan buku atau sumber yang sesuai untuk membantu mengidentifikasi
    nama ilmiahnya!
  15. Beri kode pada kolom gambar, kemudian gambar dibuat dalam lembar kerja
    mikroskopis yang dilampirkan dalam laporan.
  16. Susun laporan dengan mengikuti kaidah pelaporan kegiatan ilmiah.
    Mengenal Protista
    111
  17. Deskripsikan fungsi bagian-bagian utama tubuh Amoeba dan organel yang
    terdapat di dalamnya dalam tabel seperti di bawah ini!
    Tabel : Bagian tubuh Amoeba dan fungsinya
    No. Bagian Tubuh Fungsi
    Gambar 5.4
    Cara bergerak Amoeba dengan menjul
    urkan kaki semunya.
    Amoeba berkembang biak secara
    aseksual dengan pembelahan biner. Apabila
    kondisi lingkungan tidak menguntungkan,
    amoeba dapat memper-tahankan hidupnya
    dengan membentuk kista. Kista adalah
    bentuk penebalan plasma guna melindungi
    diri dari lingkungan yang tidak menguntungkan.
    Habitat organisme ini di air tawar, air laut, tempat-tempat basah,
    dan sebagian kecil hidup di dalam tubuh hewan atau manusia.
    Ektoplasma Amoeba sp. bersifat lebih kental dari endoplasma,
    sehingga aliran endoplasma dan ektoplasma tersebut berperan dalam
    penjuluran dan penarikan pseudopodia. Dengan cara ini Amoeba
    bergerak untuk menangkap makanan. Perhatikan gambar di bawah ini!
    Gambar 5.5
    Pembelahan biner Amoeba dan Kistanya
    Gambar 5.3
    Gambar bagian-bagian tubuh amoeba
    Sumber: shs.westport.kiz.ct.us
    Sumber: microscope-microscope.or
    Sumber: Microsoft Encarta 2 006
    Pembelahan biner Kista
    Food valcuole
    Cell membrane
    Cell membrane
    Pseudopod
    Contractile
    vacuole
    Aktivitas Sains Tugas pengamatan
    Tujuan: mendeskripsikan fungsi bagian tubuh Amoeba.
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    112
    Gambar 5.8
    Reproduksi seksual Paramaecium sp dengan konjugasi
    Gambar 5.7
    Reproduksi aseksual Paramaecium sp
    dengan membelah diri
    c. Ciliata
    Ciliata bergerak dengan menggunakan rambut getar (silia). Silia
    ini ada yang tumbuh merata pada seluruh permukaan tubuh, tetapi
    ada pula yang hanya tumbuh pada bagian tertentu dari tubuh hewan
    tersebut. Coba perhatikan gambar 5.5!
    Ciliata umumnya hidup bebas di
    lingkungan berair yang banyak mengandung
    bahan organik, dan ada pula yang hidup
    parasit. Ciliata yang hidup bebas contohnya
    Paramaecium caudatum, Didinium, Stentor,
    dan Vorticella. Hanya sedikit jenis ciliata yang
    hidup sebagai parasit, contohnya Balantidium
    yang hidup pada usus besar ternak atau
    manusia.
    Ciliata berkembang biak secara
    aseksual dengan pem-belahan biner
    membujur. Repro-duksi seksual dilakukan
    dengan konjugasi. Pembelahan biner dan
    proses konjugasi Ciliata pada Paramaecium dapat dilihat pada gambar di
    bawah ini!
    Sumber: des.uncdavis.edu, Microsoft
    Encarta 2006, pref.akita.jp,
    micro.magnet.fsv.edu,
    pantrasit.reptiles.org
    Sumber: Microsoft Encarta 2006 Sumber: Microsoft Encarta 2006
  18. Cermati gambar cara bergerak dan pembelahan biner amoeba!
  19. Lakukan kajian pustaka, kemudian deskripsikan bagaimana prosesnya!
  20. Komunikasikan hasil deskripsi di depan kelas!
    Aktivitas Sains Tugas pengamatan
    Tujuan: mendeskripsikan cara bergerak dan pembelahan biner amoeba.
    Vorticella Stentor
    Euglypha
    Didinium Paramecium
    Gambar 5.6
    Berbagai contoh Ciliata
    Mengenal Protista
    113
    Gambar 5.9
    Daur hidup
    Plasmodium
    penyebab penyakit
    malaria
    d. Sporozoa
    Hewan-hewan bersel satu yang tidak memiliki alat gerak
    dikelompokkan dalam sporozoa. Anggota filum Sporozoa hidup
    sebagai parasit pada hewan atau manusia. Pada salah satu tahapan
    siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Tubuh Sporozoa
    berbentuk bulat atau oval, mempunyai nukleus, tetapi tidak
    mempunyai vakuola kontraktil. Makanan diserap langsung dari
    hospesnya melalui permukaan tubuh, demikian pula respirasi dan
    ekskresinya melalui permukaan tubuh.
    Beberapa contoh hewan yang termasuk dalam filum Sporozoa
    adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan penyakit
    Toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia
    melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista toxoplasma
    dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma gondii membahayakan bagi
    ibu hamil karena dapat mengakibatkan bayi yang lahir cacat, bahkan
    dapat membunuh embrio. Contoh lainnya adalah Plasmodium yang
    menyebabkan penyakit malaria pada manusia.
  21. Cermati gambar cara reproduksi aseksual dan seksual Paramaecium sp.
  22. Lakukan kajian pustaka, kemudian deskripsikan bagaimana prosesnya!
  23. Komunikasikan hasil deskripsi di depan kelas!
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    sel darah merah fertilisasi
    mikrogamet
    hati
    sporozoit
    nyamuk
    anopheles
    betina
    menggigit
    tahap
    pembentukan
    merozoid
    sel darah merah
    berisi gametofit
    sel darah merah
    pecah
    makrogamet
    Fase seksual
    Fase aseksual
    Aktivitas Sains Tugas kajian pustaka
    Tujuan: mendeskripsikan cara bergerak dan pembelahan biner Amoeba.
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    114
    Gambar 5.10
    Nyamuk Anopheles betina
    Plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan
    nyamuk Anopheles betina. Di dalam tubuh manusia, Plasmodium
    menyerang sel darah merah dan sel hati. Dikenal ada 4 jenis
    Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria, yaitu Plasmodium
    vivax, Plasmodium ovale yang menyebabkan penyakit malaria
    tertiana, Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria
    tropikana, dan Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana. Siklus hidup Plasmodium terbagi menjadi dua, yaitu
    di dalam tubuh manusia dan di dalam tubuh nyamuk Anopheles
    betina. Tahukah anda mengapa penyakit malaria tersebar melalui
    gigitan nyamuk Anopheles betina? Tahap-tahap siklus hidup Plasmodium dapat dilihat pada gambar 5.9!
    1) Fase dalam tubuh manusia (fase aseksual)
    Ketika nyamuk Anopheles betina menggigit manusia, melalui
    air liur, sporozoid Plasmodium (berbentuk pipih, bergerak) masuk
    ke dalam tubuh, mengikuti aliran darah hingga akhirnya mencapai
    sel-sel hati atau sistem limfa.
    Dalam sel-sel hati, sporozoid membelah membentuk sel-sel baru yang disebut
    merozoid. Merozoid dapat menginfeksi
    sel-sel hati yang lain dan menyerang
    eritrosit. Eritrosit yang diserang merozoid
    akan pecah. Merozoid akan membelah
    dengan sangat cepat, sehingga banyak
    sekali eritrosit yang pecah. Oleh karena itu,
    penderita akan menunjukkan gejala anemia. Pada saat eritrosit pecah, suhu tubuh
    penderita akan naik. Siklus pembentukan
    merozoid akan berulang setiap 48 atau 72
    jam, atau dalam waktu tidak tentu
    bergantung pada jenis Plasmodium.
    2) Fase dalam tubuh nyamuk (fase seksual)
    Fase seksual Plasmodium mulai terjadi ketika merozoid tumbuh
    menjadi sel penghasil gamet (gametosit). Terdapat dua macam
    gametosit, yaitu makrogametosit (penghasil gamet betina) dan
    penghasil mikrogametosit (penghasil gamet jantan). Gametosit ini
    hanya dapat dihasilkan dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. Jadi,
    sekarang kalian mengetahui mengapa penyakit malaria ditularkan
    melalui vektor nyamuk Anopheles betina.
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Mengenal Protista
    115
    Buatlah kelompok dengan anggota maksimal 2 orang.
  24. Baca dengan teliti penjelasan tentang siklus hidup Plasmodium di atas!
  25. Susunlah dalam bentuk peta konsep atau bagan konsep yang kamu pahami!
    Selanjutnya gametosit akan membentuk gamet, makrogametosit membentuk makrogamet dan mikrogametosit
    membentuk mikrogamet. Peleburan kedua gamet ini akan
    menghasilkan zigot. Proses ini terjadi pada usus nyamuk. Zigot yang
    terbentuk akan menembus dinding usus nyamuk.
    Dalam dinding usus nyamuk, zigot tumbuh menjadi oosit (kista
    berdinding tebal). Oosit akan berkembang menjadi sporozoid yang
    banyak sekali dan bergerak menuju kelenjar liur nyamuk. Jika
    nyamuk ini menggigit orang yang sehat maka dimulailah siklus hidup
    Plasmodium.
  26. Peranan Protozoa dalam kehidupan manusia
    a. Peran yang menguntungkan
    Protozoa yang hidup di air tawar dan air laut merupakan
    zooplankton yang menjadi salah satu sumber makanan bagi
    hewan air termasuk udang, ikan, kepiting yang secara ekonomis
    bermanfaat bagi manusia. Peran protozoa lainnya adalah dalam
    mengontrol jumlah bakteri di alam karena protozoa merupakan
    pemangsa bakteri.
    Foraminifera, kerangkanya yang telah kosong mengendap
    di dasar laut membentuk tanah globigerina, yang berguna globigerina
    sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
    Radiolaria, kerangkanya jika mengendap di dasar laut
    menjadi tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan
    penggosok.
    b. Peran yang merugikan
    Protozoa dapat ditemukan di mana-mana karena termasuk
    organisme kosmopolit. Oleh karena itu, beberapa jenis protozoa dapat mengancam kesehatan manusia karena dapat
    menyebabkan penyakit.
    Protozoa yang merugikan manusia sebagai penyebab
    penyakit antara lain:
    • Toxoplasma gondii, penyebab toksoplasmosis;
    • Plasmodium sp, penyebab penyakit malaria;
    Protozoa
    termasuk dalam
    protista mirip
    hewan karena
    bersel satu,
    tanpa dinding sel
    dan mampu
    bergerak atau
    memiliki alat
    gerak.
    Klasifikasinya
    juga berdasarkan
    pada alat gerak
    yang dimilikinya.
    Ingatlah
    Aktivitas Sains Tugas pengamatan
    Tujuan: menyusun peta konsep siklus hidup Plasmodium sp.
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    116
    • Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodosiense,
    penyebab penyakit tidur;
    • Leishmania sp, penyebab penyakit kalaazar;
    • Trichomonas vaginalis, penyebab penyakit pada alat kelamin
    wanita;
    • Entamoeba histolytica, penyebab penyakit disentri.
    C. Protista Menyerupai Jamur
    Beberapa kelompok jamur tidak dikelompokkan ke dalam dunia
    Fungi atau jamur, tetapi dikelompokkan ke dalam dunia Protista,
    sebab pada satu tahap dalam daur hidupnya, yaitu pada fase vegetatif,
    jamur tersebut mampu bergerak seperti protozoa.
    Kelompok jamur tersebut adalah sebagai berikut.
  27. Advertisement
  28. Myxomycota (jamur lendir tidak bersekat)
    Jamur ini memiliki tubuh tidak bersekat, ada yang bersel
    satu dan ada yang bersel banyak. Struktur tubuh
    vegetatifnya berbentuk seperti lendir yang disebut plasmodium dan mengandung banyak sekali inti. Plasmodium
    mampu bergerak secara amoeboid untuk memperoleh
    makanan berupa bahan organik. Jika plasmodium sudah
    dewasa akan membentuk sporangium yang sangat kecil,
    bertangkai dan berisi banyak spora. Spora yang sudah
    masak akan tumbuh membentuk sel gamet yang berflagel.
    Reproduksi generatifnya dengan cara singami, yaitu
    melalui peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya
    sama. Hasilnya berupa zigot yang nantinya tumbuh menjadi
    tumbuhan dewasa.
    Contoh : Physarium sp.
  29. Acrasiomycota (jamur lendir bersekat)
    Ciri yang dimiliki jamur ini adalah tubuh yang bersekat,
    ada yang bersel satu, dan ada yang bersel banyak. Struktur
    tubuh vegetatifnya sama dengan myxomycota, demikian
    juga untuk reproduksi generatifnya. Hal yang membedakan
    adalah jika pada kondisi yang tidak menguntungkan,
    plasmodium pada myxomycota akan berhenti bergerak dan
    membentuk tangkai yang ujungnya membentuk struktur
    reproduksi. Namun, Plasmodium pada acrasiomycota akan
    Protozoa
    ternyata memiliki
    peranan penting
    dalam
    mengontrol
    populasi bakteri
    di alam, karena
    protozoa adalah
    pemangsa
    bakteri. Di
    lingkungan
    perairan,
    Protozoa juga
    merupakan
    zooplankton dan
    bentos yang
    menjadi sumber
    makanan bagi
    hewan aquatik.
    Ingatlah
    Myxomycota biasanya
    ditemukan di tempat
    lembab, seperti daundaun yang membusuk
    di lantai hutan tropis
    atau batang kayu.
    Info Biologi
    Mengenal Protista
    117
    membentuk agregat berbentuk seperti siput tanpa cangkang, jika
    lingkungan menguntungkan, agregat akan berhenti dan membentuk
    tubuh buah yang mengandung spora reproduksi.
    Contoh: Dyctyostelium
  30. Oomycota (Jamur air)
    Kelompok jamur yang memiliki dinding
    sel dari selulosa dan hifa yang tidak bersekat.
    Reproduksi vegetatif dengan zoospora, yaitu
    spora berflagel dua yang mampu bergerak
    bebas. Sementara itu reproduksi secara
    generatif dengan pertemuan gamet jantan
    dan betina, lalu membentuk zigot berdinding
    tebal kemudian mengalami periode istirahat
    membentuk oospora. Fase hidup hasil
    reproduksi generatif ini lebih panjang bila
    dibanding dengan fase vegetatif.
    Contoh:
    • Saprolegnia sp, hidup saprofit pada bangkai serangga yang mati
    di air.
    • Phytopthora infestan, parasit pada tanaman kentang.
    • Phytopthora nicotinae, parasit pada tanaman tembakau.
    • Phytopthora faberi, parasit pada tanaman karet.
    • Pytium sp, hidup parasit pada tanaman yang sedang
    berkecambah.
    D. Protista Menyerupai Tumbuhan
    Alga (ganggang), bukan lagi merupakan nama formal sebuah
    kelompok taksonomik, nama tersebut hanya merupakan nama
    umum bagi sejumlah organisme yang berfotosintesis secara
    sederhana. Kebanyakan ahli botani mengelompokkan ke dalam
    dunia tumbuhan, tetapi karena semua ganggang tidak memiliki
    sebagian ciri-ciri pokok dunia tumbuhan maka ia dikelompokkan ke
    dalam dunia tersendiri, yaitu Protista.
    Sebagai organisme bersel satu (uniseluler) dan bersel banyak
    (multiseluler) alga memiliki klorofil yang dapat berfungsi untuk
    fotosintesis. Selain klorofil, alga juga memiliki pigmen lain, seperti
    fikosianin (warna biru), fikoeritrin (warna merah), fikosantin (warna
    coklat), xantofil (warna kuning) dan karotena (warna keemasan).
    Gambar 5.11
    Phytopthora infestan sedang mengeluarkan
    zoosporanya.
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    118
    Beberapa alga ada yang berthalus, yaitu struktur tubuhnya yang
    berupa akar, batang, dan daun tidak sejati. Reproduksi vegetatif
    alga secara membelah diri, fragmentasi atau membentuk spora.
    Sedangkan, secara generatif dengan menyatukan dua sel gamet
    jantan dan betina. Hasil peleburan dua gamet yang berukuran
    sama disebut dengan isogami, dan peleburan dua gamet dengan
    ukuran yang berbeda disebut anisogami.
    Sebagai vegetasi perintis, alga menempel pada makhluk
    hidup lain atau di tempat-tempat basah dan lembab. Sedangkan,
    beberapa jenis alga banyak ditemukan di perairan, baik air tawar
    maupun air laut sebagai plankton.
    Berdasarkan pigmen atau zat warna yang dikandungnya,
    alga dikelompokkan menjadi 4 divisio, sebagai berikut.
  31. Ganggang hijau (Chlorophyta)
  32. Ganggang coklat (Phaeophyta)
  33. Ganggang merah (Rhodophyta)
  34. Ganggang keemasan (Chrysophyta)
    Pertumbuhan populasi protista dipengaruhi oleh faktorfaktor lingkungan tempat hidupnya. Faktor-faktor itu, misalnya
    cahaya, air, O2
    , CO2
    , pH dan sebagainya.
    Ambillah sampel air kolam, danau, sungai, rawa yang
    berwarna hijau, air dari dekat dinding, atau dasar aquarium. Beri
    perlakuan dengan intensitas cahaya berbeda. Kontrollah faktorfaktor yang diperkirakan mengganggu hubungan antara jumlah
    ganggang yang ditemukan pada sampel air dan intensitas cahaya.
    Variabel manipulatif (bebas):
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    Variabel respon(terikat):
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    Variabel kontrol:
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    Hipotesis:
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
    · Merencanakan
    penelitian ilmiah
    · Membuat
    laporan ilmiah
    secara teliti dan
    sistematis
    Kompetensi
    sains
    Tumbuhan yang
    termasuk protista
    umumnya belum
    memiliki jaringan
    khusus, dan
    belum memiliki
    akar, batang,
    dan daun sejati
    masih berupa
    thallus. Protista
    mirip tumbuhan
    diklasifikasikan
    berdasarkan
    pigmentasi
    dominan di dalam
    sel penyusunnya.
    Ingatlah
    Aktivitas Sains Tugas Eksperimen
    Tujuan: merancang dan melaksanakan eksperimen.
    Mengenal Protista
    119
  35. Rancang dan lakukan percobaan untuk membuktikan hipotesis di atas!
  36. Kerjakan secara berkelompok (maksimal 4 orang)! Laporkan hasilnya dengan
    sistematika:
    a. Judul f. Hipotesis
    b. Latar Belakang g. Prosedur
    c. Tinjauan Teoritis h. Hasil Eksperimen
    d. Tujuan i. Analisis Hasil Eksperimen
    e. Variabel j. Kesimpulan
  37. Ganggang hijau (Chlorophyta)
    Ganggang hijau merupakan ganggang
    uniseluler maupun multiseluler yang memiliki
    klorofil yang dominan sehingga berwarna hijau.
    Selain klorofil a dan klorofil b terdapat juga
    pigmen karotin dan xantofil. Jenis ganggang
    ini hampir 90 % hidup di air tawar dan 10 %
    hidup di laut sebagai plankton, menempel pada
    batuan atau tumbuhan lain. Jenis-jenis
    ganggang hijau dikelompokkan menjadi:
    a. Ganggang bersel satu tidak bergerak
    1) Chlorella sp. berbentuk bulat, hidup di
    air tawar atau air laut, reproduksi secara
    vegetatif dengan membelah diri, banyak
    digunakan untuk mempelajari
    fotosintesis.
    2) Cholococcum sp. berbentuk bulat, hidup
    di air tawar, reproduksi secara vegetatif
    dengan membentuk zoospora secara
    generatif dengan isogami.
    b. Bersel satu bergerak
    1) Chlamydomonas sp, berbentuk bulat
    telur, memiliki dua flagel, kloroplasnya
    berbentuk mangkok atau pita mengandung pyrenoid dan sigma. Reproduksinya dengan membelah diri dan
    konjugasi.
    2) Euglena viridis, bentuknya seperti mata,
    memiliki sebuah flagel, klorofil dan
    sigma. Reproduksinya dengan membelah diri. Euglena ada juga mengelompokkannya ke dalam protozoa.
    Gambar 5.12
    Chlorella sp. dan pembiakannya
    Gambar 5.13
    Volvox, Chlamydomonas dan Euglena
    Sumber: bio.utexas.edu
    Volvox
    Euglena Chlamydomonas
    Sumber: Microsoft Encarta 2006,
    ucmp.berkeley.edu, ac – renes.f
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    120
    1 2
    3
    4
    5
    Filamen betina
    Filamen jantan
    Meiosis
    Zigospora
    Spora (dapat
    mengalami dormasi)
    Diploid
    Penggabungan (plasmogami dan Haploid kariogami)
    Germination
    c. Berbentuk koloni yang bergerak
    Volvox globator, bentuk koloninya menyerupai bola yang
    tersusun atas ribuan volvox yang satu dengan yang lain
    dihubungkan oleh benang-benang sitoplasma. Volvox juga
    dikelompokan ke dalam protozoa.
    d. Berbentuk koloni yang tidak bergerak
    Hydrodiction sp, koloninya berbentuk jala, banyak ditemukan di
    air tawar, reproduksinya secara vegetatif dengan
    fragmentasi dan secara generatif dengan konjugasi.
    e. Berbentuk benang
    Spirogyra sp., kloroplasnya berbentuk spiral, hidup di air tawar,
    reproduksinya secara vegetatif dengan konjugasi.
    Spirogyra → plasmogami → kariogami → zigospora → individu baru
    Keterangan gambar 5.14
  38. Dua Spirogyra (+ dan –) yang saling berdekatan membentuk tonjolan.
  39. Tonjolan tadi selanjutnya bergabung membentuk pembuluh.
  40. Protoplasma dari sel yang satu berpindah ke sel yang lain.
  41. Setelah protoplasma berpindah atau bergabung (plasmogami) selanjutnya diikuti
    dengan penggabungan inti (kariogami).
  42. Hasil penggabungan di atas akan menghasilkan zigospora.
  43. Zigospora selanjutnya mengadakan meiosis menghasilkan empat sel haploid, tetapi
    hanya satu sel yang tumbuh menjadi individu baru.
    f. Berbentuk lembaran
    Ulva, hidup di laut menempel pada batu, dapat dimakan.
    Reproduksinya secara vegetatif dengan membentuk zoospora
    dan secara generatif dengan isogami.
    Gambar 5.14
    Skema reproduksi Spirogyra.
    Sumber: Microsoft Encarta 2006


    +
    +

  • Mengenal Protista
    121
    Gametofit betina (n)
    Mitosis
    Gametofit jantan
    Pertumbuhan
    spores (n)
    7
    1
  1. Ganggang Coklat (Phaeophyta)
    Umumnya ganggang coklat bersel banyak (multiselluler),
    dengan pigmen coklat (fukosantin) yang dominan disamping memiliki
    klorofil a dan b. Bentuk tubuhnya yang menyerupai tumbuhan tingkat
    tinggi karena memiliki bagian menyerupai akar, batang, dan daun
    membuat ganggang ini mudah dikenali. Banyak ditemukan di pantai
    atau perairan laut dangkal. Cara reproduksi ganggang coklat secara
    vegetatif dengan fragmentasi dan generatif melalui isogami atau
    oogami.
    Chara, bentuknya seperti tumbuhan
    tinggi, memiliki batang-batang dan
    cabang yang beruas-ruas, hidup di air
    tawar. Reproduksinya secara vegetatif
    dengan fragmentasi dan secara
    generatif dengan pertemuan sel telur
    yang dihasilkan oleh oogonium dan sel
    sperma yang dihasilkan oleh anteridium.
    5 Meiosis
    Iso gamet
    jantan (n)
    Iso gamet
    betina (n)
    Zoospora (n)
    Talus sporofit (2n)
    6
    2
    Keterangan gambar 5.16
  2. Talus gametofit beberapa selnya akan berubah menjadi gametangia.
  3. Gametangia akan membelah secara miosis menghasilkan isogamet yang haploid
    (n).
  4. Gamet dari talus yang berbeda berkonjugasi menghasilkan zigot.
  5. Zigot akan tumbuh menjadi zigospora.
  6. Zigospora tumbuh menjadi talus sporofit yang bersifat diploid (2n).
  7. Talus sporofit beberapa selnya akan membelah secara meiosis menghasilkan
    zoospora.
  8. Zoospora selanjutnya akan tumbuh menjadi talus gametofit.

    +

    Gambar 5.16
    Skema reproduksi Ulva
    Zigot (2n)
    Fertilisasi (konjugasi)
    Zigospora
    Mitosis
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    4
    3
    +
    Gambar 5.15
    Chara Sp
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    122
    Gambar 5.18
    Beberapa jenis alga merah.
    Jenis-jenis alga coklat, antara lain:
    a. Laminaria, memiliki batang, daunnya
    berbentuk lembaran, mengandung yodium
    dan asam alginat.
    b. Macrocystis, menghasilkan yodium dan asam
    alginat yang berfungsi sebagai bahan industri.
    c. Sargasum, daunnya berbentuk lembaran, di
    antara batang dan tangkainya terdapat
    gelembung udara.
    d. Fucus, bentuk daun berupa lembaran dan
    pada bagian tepi daun terdapat gelembung.
    Ada cara reproduksi vegetatif alga coklat
    mirip dengan tumbuhan tinggi yaitu, pada ujung
    daun fertil terbentuk reseptakel, yaitu badan yang
    mengandung alat pembiak. Alat pembiaknya
    disebut konseptakel yang menghasilkan ovum
    dan spermatozoid.
  9. Ganggang Merah (Rhodophyta)
    Merupakan ganggang yang tubuhnya bersel
    banyak (multiselluler), memilki klorofil a dan b
    dengan pigmen dominan merah (fikoeritrin) dan
    karotin. Bentuk tubuh yang menyerupai tumbuhan
    tinggi dan hidup di laut banyak dimanfaatkan
    manusia untuk bahan makanan agar-agar. Cara
    reproduksi ganggang merah secara vegetatif
    dengan membentuk spora dan secara generatif
    dengan anisogami.
    Jenis-jenis alga merah yang terkenal antara
    lain:
    a. Euchema spinosum, sebagai bahan pembuat agar-agar, banyak terdapat di perairan
    Indonesia.
    b. Gelidium sp. dan Gracilaria sp, sebagai
    bahan pembuatan agar-agar banyak terdapat
    di perairan negara yang agak dingin.
    c. Batracnospermum.
  10. Ganggang Keemasan (Chrysophyta)
    Ganggang ini ada yang bersel satu (uniselluler) dan bersel banyak
    (multiselluler). Memiliki klorofil a dan b serta pigmen dominan
    keemasan (karotin) dan fukosantin. Dapat dijumpai hidup di air tawar
    Gambar 5.17
    Bermacammacam alga
    coklat.
    Sumber: Microsoft Encarta 2006,
    botang hawai.edu, unige.ch,
    agf.gov.bc.ca
    Sumber: Microsoft Encarta 2006,
    botang.hawai.edu
    Laminaria
    Sargassum Macrocystis
    Gelidium sp.
    Porphyra sp.
    Gracilaria sp.
    Fucus
    Mengenal Protista
    123
    Buatlah karangan ilmiah yang berkaitan dengan peranan Protista baik yang
    menguntungkan atau yang merugikan manusia. Pilih satu topik saja yang kalian
    minati, misalnya penyakit malaria, penyakit disentri, manfaat alga merah, dan
    kerusakan bahan makanan karena jamur lendir.
    maupun air laut. Secara sederhana reproduksi vegetatif alga
    ini dengan membelah diri atau dengan zoospora spermatozoid.
    Jenis-jenis alga keemasan antara lain sebagai berikut.
    a Bersel tunggal
    1) Ochromonas, bentuknya seperti bola, memiliki flagel
    yang panjangnya tidak sama, reproduksinya dengan
    membelah diri.
    2) Navicula, sering disebut dengan diatome atau
    ganggang kersik, bentuk tubuhnya kotak atau elips,
    jika mati fosilnya akan membentuk tanah diatome yang
    berfungsi sebagai bahan penggosok, campuran
    semen atau penyerap nitrogliserin pada bahan peledak.
    Reproduksinya membelah diri dengan memisahkan
    bagian tubuhnya yang terdiri dari hipoteka (kotak) dan
    epiteka (tutup).
    3) Pinnularia, mirip dengan diatome.
    b. Bersel banyak
    Vaucheria, tubuhnya berbentuk benang,
    hidupnya di air tawar, reproduksinya
    secara vegetatif dengan membentuk
    zoospora dan secara generatif dengan
    pertemuan sel telur yang dihasilkan oleh
    oogonium dan sel sperma yang
    dihasilkan oleh antheridium.
Advertisement

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Materi Biologi Prokariota dan Eukariota

Materi Biologi Tentang Virus