in

Materi Biologi Tentang Virus

Virus Covid-19

Flu Burung disebabkan oleh virus
influenza tipe A, dulu hanya menginfeksi
unggas, tetapi belakangan ditemukan juga
di kuda, babi, kucing dan manusia. Virus ini
dapat berkembang dan melintas, pindah dari
unggas ke manusia, ada banyak subtipe virus influenza ini karena jenis virus ini mudah
sekali bermutasi atau berubah bentuk, tetapi
berubahnya tidak langsung total. Secara
kasar, misalnya sekarang virus ini bertangan
dua, besok dapat berubah bertangan dua
setengah. Karena mudah berubah maka
seseorang yang hari ini terkena flu dan telah
sembuh, besoknya dia bisa terkena flu lagi.
Cara penularan virus ini melalui pernafasan dan juga dari debu
atau udara, penularan dari unggas terutama dari droplet (lendir yang
terutama dari hidung unggas). Lendir tersebut dapat menginfeksi
lewat air, wadah pakan dan kotoran (faeces). Pada manusia
penularannya dapat lewat ingus atau saat bersin, sedangkan
perpindahan virus dari unggas ke manusia melalui udara.
Masa inkubasi setelah terinfeksi virus ini sekitar 3 hari, artinya
pada hari ke-3 setelah terinfeksi, penderita akan menunjukkan
gejala-gejala penyakit. Meskipun sekarang ini belum ditemukan bukti
perpindahan flu burung dari manusia ke manusia, sebaiknya orang
terdekat di sekitar penderita tidak kontak dulu atau membatasi
kontak dengan penderita. Jika harus kontak, lebih baik
menggunakan masker. Gejala pada manusia yang terinfeksi flu
burung sama dengan gejala flu biasa, yaitu demam tinggi (>380
C)
disertai pilek. Seperti pada unggas, virus ini pada manusia juga akan
beredar ke seluruh pembuluh darah dan menyebabkan demam tinggi.
Jika suhu tubuh tidak diturunkan pembuluh darah akan pecah, apabila
terjadi pada pembuluh darah otak dapat berakibat fatal. Jika
mengalami gejala seperti ini sebaiknya langsung berkonsultasi
dengan dokter, apalagi jika gejala tersebut tidak segera sembuh.
Virus memiliki kemampuan tinggi untuk mengubah tingkat
keganasan atau struktur proteinnya. Dengan kata lain, virus dapat
memiliki kemampuan lain yang pada awalnya tidak dimilikinya. Hal
yang ditakutkan adalah jika virus flu burung dan virus flu biasa ini
bercampur membentuk virus baru. Misalnya, seseorang tertular flu
burung yang mematikan ini kemudian pada saat yang sama dia
tertular virus flu manusia yang sangat gampang menular. Dua jenis
virus ini kemudian bercampur membentuk virus baru yang
mematikan dan mudah sekali menular. Bagaimanakah ilmuwan
Gambar 3.1
Virus sars
Sumber: www.Blackcircle.net
Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
5 8
virologi memandang organisme yang tidak dapat dilihat, sekalipun
dengan mikroskop cahaya ini, tetapi memiliki kemampuan
membunuh yang sangat dahsyat? Anda akan mendapatkan
jawabannya pada bab ini.
Virus memiliki ciri dan struktur yang sangat berbeda sama sekali
dengan organisme lain, ini karena virus merupakan satu sistem yang
paling sederhana dari seluruh sistem genetika. Ciri virus yang telah
diidentifikasi oleh para ilmuwan, adalah sebagai berikut.

  1. Virus hanya dapat hidup pada sel hidup atau bersifat parasit
    intraselluler obligat, misalnya dikembangbiakan di dalam embrio
    ayam yang masih hidup.
  2. Virus memiliki ukuran yang paling kecil
    dibandingkan kelompok taksonomi
    lainnya. Ukuran virus yang paling kecil
    memiliki ukuran diameter 20 nm dengan
    jumlah gen 4, lebih kecil dari ribosom dan
    yang paling besar memiliki beberapa
    ratus gen, virus yang paling besar
    dengan diameter 80 nm (Virus Ebola)
    juga tidak dapat dilihat dengan mikroskop
    cahaya sehingga untuk pengamatan virus di gunakan mikroskop elektron.
  3. Nama virus tergantung dari asam
    nukleat yang menyusun genomnya
    (materi atau partikel genetik) sehingga
    terdapat virus DNA dan juga virus RNA.
  4. Virus tidak memiliki enzim metabolisme
    dan tidak memiliki ribosom ataupun
    perangkat/organel sel lainnya, namun
    beberapa virus memiliki enzim untuk
    proses replikasi dan transkripsi dengan
    melakukan kombinasi dengan enzim sel
    inang, misalnya Virus Herpes.
  5. Setiap tipe virus hanya dapat menginfeksi
    beberapa jenis inang tertentu. Jenis inang
    yang dapat diinfeksi oleh virus ini disebut
    kisaran inang, yang penentuannya
    tergantung pada evolusi pengenalan yang
    yang dilakukan virus tersebut dengan
    A. Ciri-Ciri Virus
    Gambar 3.2
    Virus Ebola
    Hemaglutinin
    Lapisan
    pelindung
    Kapsid
    RNA
    Neuraminidase
    Gambar 3.3
    Virus Influensa
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Virus
    5 9
    menggunakan kesesuaian ” lock and key atau lubang dan kunci “
    antara protein di bagian luar virus dengan molekul reseptor
    (penerima) spesifik pada permukaan sel inang. Beberapa virus
    memiliki kisaran inang yang cukup luas sehingga dapat
    menginfeksi dan menjadi parasit pada beberapa spesies. Misalnya,
    virus flu burung dapat juga menginfeksi babi, unggas ayam dan
    juga manusia, virus rabies dapat menginfeksi mammalia termasuk
    rakun, sigung, anjing dan monyet.
  6. Virus tidak dikategorikan sel karena hanya berisi partikel
    penginfeksi yang terdiri dari asam nukleat yang terbungkus di
    dalam lapisan pelindung, pada beberapa kasus asam nukleatnya
    terdapat di dalam selubung membran. Penemuan yang dilakukan
    oleh Stanley Miller, bahwa beberapa virus dapat dikristalkan
    sehingga virus bukanlah sel hidup, sebab sel yang paling
    sederhana pun tidak dapat beragregasi menjadi kristal. Akan
    tetapi, virus memiliki DNA atau RNA sehingga virus dapat juga
    dikategorikan organisme hidup.
  7. Genom virus lebih beragam dari genom konvensional (DNA untai
    tunggal atau single heliks) yang dimiliki oleh organisme lainnya,
    genom virus mungkin terdiri dari DNA untai ganda, RNA untai
    ganda, DNA untai tunggal ataupun dapat juga RNA untai tunggal,
    tergantung dari tipe virusnya.
    Walaupun virus memiliki berbagai ukuran dan bentuk, mereka
    memiliki motif struktur yang sama, yaitu sebagai berikut.
  8. Kapsid
    Kapsid merupakan lapisan pembungkus
    DNA atau RNA, kapsid dapat berbentuk heliks
    (batang), misalnya pada virus mozaik, ada
    yang berbentuk polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks
    lainnya.
    Kapsid yang paling kompleks ditemukan
    pada virus Bbakteriofaga (faga). Faga yang
    pertama kali dipelajari mencakup tujuh faga
    yang menginfeksi bakteri Escherichia coli,
    ketujuh faga ini diberi nama tipe 1 (T1), tipe 2
    (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai
    dengan urutan ditemukannya.
    B. Struktur Virus
  9. Kapsomer
    Kapsomer adalah subunit-subunit protein dengan jumlah jenis
    protein yang biasanya sedikit, kapsomer akan bergabung membentuk
    kapsid, misalnya virus mozaik tembakau yang memiliki kapsid heliks
    (batang) yang kaku dan tersusun dari seribu kapsomer, namun dari
    satu jenis protein saja.
  10. Struktur tambahan lainnya
    Struktur tambahan lainnya, yaitu selubung virus yang
    menyelubungi kapsid dan berfungsi untuk menginfeksi inangnya.
    Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri. Tidak semua
    virus memliki struktur tambahan ini, ada beberapa yang memilikinya,
    misalnya virus influenza. Secara kebetulan faga tipe genap yang
    diketemukan (T2, T4 dan T6) memiliki kemiripan dalam struktur, yaitu
    kapsidnya memiliki kepala iksohedral memanjang yang menyelubungi
    DNA dan struktur tambahan lainnya, yaitu pada kepala iksohedral
    tersebut melekat ekor protein dengan serabut-serabut ekor yang
    digunakan untuk menempel pada suatu bakteri.
    Perkembangbiakan virus sering disebut dengan replikasi/sintesa
    protein virus, dimana protein adalah materi genetik dasar yang
    menunjukkan kehidupan. Faga adalah jenis virus yang paling dipahami
    dibandingkan jenis-jenis virus lainnya, walaupun beberapa faga ini
    memiliki struktur yang kompleks. Penelitian pada faga ini
    menghasilkan penemuan bahwa beberapa virus DNA untai ganda
    dapat bereproduksi dengan menggunakan dua mekanisme alternatif,
    yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.
  11. Siklus lisis
    Siklus lisis adalah siklus reproduksi
    atau replikasi genom virus yang pada
    akhirnya menyebabkan kematian sel
    inang. Istilah lisis mengacu pada
    tahapan akhir dari infeksi, yaitu saat sel
    inang bakteri lisis atau pecah dan
    melepaskan faga yang dihasilkan di
    dalam sel inang tersebut. Virus yang
    hanya dapat bereplikasi melalui siklus
    lisis disebut dengan virus virulen.
    C. Perkembangbiakan Virus
    Gambar 3.5
    Reproduksi virus dengan mekanisme siklus litik
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Virus
    6 1
  12. Siklus lisogenik
    Siklus lisogenik merupakan
    siklus replikasi genom virus tanpa
    meng-hancurkan sel inang, dengan
    kata lain faga berintegrasi ke dalam
    kromosom bakteri, integrasi ini disebut
    profaga. Istilah lisogenik mengimplikasikan bahwa profaga pada kondisi
    tertentu dapat menghasilkan faga aktif
    yang melisis inangnya dikarenakan
    adanya pemicu dari lingkungan seperti
    radiasi atau adanya beberapa zat kimia
    tertentu, hal inilah yang menyebabkan
    virus mengubah mekanisme reproduksinya dari cara lisogenik menjadi
    cara lisis.
    Untuk membandingkan siklus
    lisis dengan siklus lisogenik maka
    digunakan contoh virus temperata,
    yaitu virus yang dapat menjalankan kedua cara replikasi tersebut di
    dalam suatu bakteri. Faga temperata atau yang disebut dengan
    lambda (λ) mirip dengan T4, tetapi ekornya hanya memiliki satu
    serabut ekor yang lebih pendek. Infeksi pada E. Coli yang disebabkan
    oleh virus dimulai ketika faga mengikatkan diri pada permukaan sel
    dan menginfeksikan DNA-nya ke dalam inang, kemudian DNA
    membentuk lingkaran yang terjadi selanjutnya tergantung cara
    replikasinya, apakah dengan siklus lisis atau lisogenik.
    Selama siklus litis, gen-gen virus dengan cepat mengubah sel
    inang menjadi semacam pabrik yang memproduksi virus dan sel
    tersebut segera lisis dan melepaskan virusnya. Genom virus
    berperilaku berbeda-beda, selama siklus lisogenik, molekul DNA
    dimasukkan melalui rekombinasi genetik (pindah silang) ke dalam
    suatu tempat spesifik di kromosom sel inang, virus ini kemudian
    disebut dengan profaga. Satu gen profaga mengkode suatu protein
    yang menghambat ekspresi sebagian besar gen-gen profaga lainnya.
    Dengan demikian, genom faga lebih banyak diam saat berada di
    dalam bakteri, lalu bagaimana faga tersebut bereplikasi? Setiap kali
    E. coli bersiap-siap membelah diri, E. coli juga mereplikasi DNA faga
    bersama-sama dengan DNA-nya sendiri dan menurunkan salinannya
    kepada keturunannya. Satu sel yang terinfeksi dengan cepat dapat
    menghasilkan satu populasi besar bakteri yang membawa virus
    tersebut di dalam bakteriofaga. Mekanisme ini membuat virus dapat
    berprofagasi tanpa membunuh sel inang tempat mereka bergantung.
    Gambar 3.6
    reproduksi virus dengan mekanisme siklus lisogenik
    Sumber: accessexcellence.org
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    6 2
    Sebelum kita membicarakan manfaat virus, ada baiknya kita
    bahas terlebih dahulu bahaya yang ditimbulkan virus dalam kehidupan
    ini. Walaupun ukuran virus sangat kecil, tetapi virus sangat berbahaya
    bagi kehidupan. Virus dapat menginfeksi dan mereplikasikan DNAnya pada inang sehingga lama kelamaan inang akan terganggu
    metabolisme hidupnya. Pada akhirnya berpotensi untuk terjadinya
    kematian. Ada tiga proses yang menyebabkan virus sangat berbahaya
    karena menimbulkan penyakit-penyakit baru dalam kehidupan kita,
    yaitu kemampuannya melakukan hal-hal sebagai berikut.
  13. Mutasi dari virus-virus yang telah ada
    Virus RNA cenderung memiliki kecepatan mutasi yang lebih tinggi
    dari biasanya, sebab replikasi dari asam nukleat tidak melibatkan
    tahapan perbaikan kesalahan replikasi seperti pada replikasi DNA.
    Beberapa mutasi dapat menyebabkan virus yang sudah ada
    berkembang perlahan-lahan menjadi varietas genetik baru yang
    mengakibatkan penyakit baru pada organisme yang telah memiliki
    imunitas (kekebalan tubuh) terhadap virus moyangnya. Contohnya
    pada penyakit flu burung yang sampai sekarang belum ada obatnya,
    ini dikarenakan virus ini sudah bermutasi menjadi virus jenis baru
    sehingga imunitas yang terbentuk tidak dapat menghadapi serangan
    virus flu jenis baru ini.
  14. Penyebaran virus-virus yang sudah ada dari satu
    spesies inang ke spesies inang lainnya
    Contoh permasalahan pada kasus
    Hantavirus yang biasa ditemukan pada hewan
    pengerat khususnya Deer Mice (Peromyscus
    maniculatus), populasi hewan ini melonjak
    tajam pada tahun 1993 setelah cuaca yang
    basah meningkatkan persediaan makanan
    bagi hewan ini. Manusia terkena Hantavirus
    ketika mereka menghirup debu yang
    mengandung sedikit urin dan feses dari tikus
    Deer Mice yang terinfeksi. Gejalanya mirip flu
    biasa yang muncul setelah 1 minggu,
    kemudian diikuti oleh akumulasi cairan dan sel
    darah putih pada paru-paru yang menyebabkan
    gangguan pernafasan, lalu mati.
    Gambar 3.7
    Deer mice (Peromyscus maniculatus)
    D. Bahaya Virus bagi Kehidupan
    Sumber: Umich.edu
    Virus
    6 3
  15. Penyebaran atau diseminasi penyakit virus dari
    satu populasi terisolasi yang berukuran kecil
    dapat menyebabkan epidemik yang luas
    Misalnya pada penyakit AIDS yang sampai sekarang menjadi
    fenomena global padahal sebelumnya penyakit ini tidak begitu
    terdengar dengan gencarnya seperti sekarang ini. Penyebaran virus
    ini dipengaruhi faktor teknologi dan sosial, misalnya teknologi transfusi
    darah, hubungan seksual, penyalahgunaan obat-obatan intravena
    (melalui saluran pembuluh darah), termasuk juga perjalanan ke
    berbagai negara yang sangat mudah. Dengan adanya hal tersebut
    maka penyebaran Virus HIV (AIDS) ini dapat menyebar dari Afrika
    Tengah sebagai negara asal sampai ke negara-negara dunia barat
    dan juga Asia.
    Setelah mengetahui bahaya virus bagi kehidupan, kita harus
    dapat mengetahui penangkal dari bahaya virus ini. Para ahli sekarang
    telah menemukan beberapa vaksin yang dapat mencegah virus
    menginfeksi kita. Vaksin merupakan varian atau derivat yang tidak
    merusak dari mikroba (virus) patogenik yang menstimulasi sistem
    imun untuk membangun sistem pertahanan tubuh yang kuat agar
    tubuh dapat melawan patogen yang sesungguhnya. Jadi untuk
    melawan virus maka para ahli memanfaatkan virus tersebut untuk
    membuat penangkalnya.
    Manfaat virus antara lain adalah sebagai berikut.
  16. Advertisement
  17. Anti bakterial
    Dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu,
    misalnya bakteri pengganggu pada produk makanan yang diawetkan.
  18. Pembuatan insulin
    Virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama gen-gen
    penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut
    E. Manfaat Virus bagi Kehidupan
    AIDS bukan merupakan penyakit baru, HIV berasal dari Afrika Tengah dan mungkin
    telah menginfeksi manusia selama puluhan tahun. Cari dan kumpulkan literatur baik
    melalui tinjauan pustaka ataupun melalui internet mengenai penyakit AIDS. Lalu
    buatlah sebuah karya tulis ilmiah!
    Aktivitas Sains Tugas karya tulis
    Tujuan: mengetahui bahaya AIDS bagi kehidupan.
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    6 4
    berbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat
    lain.
  19. Pembuatan vaksin
    Contoh kasus pada akhir tahun 1700,
    Edward Jenner seorang dokter asal Inggris
    mengetahui dari pasien-pasien di pedesaan
    bahwa para pemerah susu yang telah terkena
    cacar sapi (penyakit ringan yang menginfeksi
    sapi) ternyata resisten terhadap infeksi cacar
    sesudahnya. Dalam percobaannya, Jenner
    menggoreskan jarum yang mengandung cairan
    dari luka seorang pemerah sapi yang telah
    terkena cacar sapi ke seorang anak laki-laki.
    Anak tersebut ternyata resisten terhadap wabah
    cacar. Virus cacar sapi dengan virus cacar
    sangat mirip sehingga sistem imun tidak dapat
    membedakan adanya partikel asing. Selain
    vaksin cacar juga sudah ditemukan vaksin
    lainnya, misalnya vaksin polio, vaksin rubela,
    vaksin campak dan vaksin gondongan.
    Virus dalam hidupnya sangat bergantung kepada sel inangnya,
    sel inang yang terinfeksi dalam hidupnya akan terganggu metabolisme
    kehidupannya atau dapat dikatakan terkena penyakit. Penyakitpenyakit apakah yang dapat ditimbulkan oleh infeksi virus?
  20. Penyakit pada tanaman
    a. Mozaik
    Disebut mozaik karena pada tanaman yang terinfeksi
    (tomat, labu dan tembakau) menunjukkan bercak-bercak pada
    daunnya atau buahnya. Misalnya, penyakit mozaik pada
    tanaman tembakau yang disebabkan tanaman diserang virus
    Tobacco Mozaik Virus (TMV).
    Dari penyakit bercak daun pada tembakau inilah dunia virus
    mulai terdeteksi. Pada tahun 1883, Adolf Majjer seorang saintis
    asal Jerman melakukan pengujian dengan jalan menyemprotkan
    getah yang diekstraksi dari daun tanaman yang sakit ke tanaman
    yang sehat. Dia mengambil kesimpulan bahwa penyebab penyakit
    ini adalah bakteri yang lebih kecil dari biasanya, yang tidak dapat
    Gambar 3.8
    Edward Jenner
    F. Penyakit yang disebabkan Virus
    Virus-virus
    hewan sering
    memiliki sebuah
    selubung yang
    didapatkan dari
    membran sel
    inang, yang
    membuatnya
    dapat keluar
    masuk sel inang.
    Vaksin terhadap
    suatu virus akan
    menstimulasi
    sistem imun
    untuk
    mempertahankan
    inang dari infeksi.
    Ingatlah
    Sumber: bcy.ca
    Virus
    6 5
    dilihat dengan mikroskop. Setelah satu
    dasawarsa, hipotesis ini diuji kembali oleh
    Dimitri Ivonowsky yang melakukan pengujian
    dengan mengalirkan getah dari daun tembakau
    yang telah terinfeksi melalui saringan yang telah
    didesain untuk mengumpulkan bakteri ke
    tembakau yang sehat, ternyata tembakau
    kedua ini tertular penyakit. Dia melakukan
    ekstraksi lagi pada daun tembakau kedua dan
    mengalirkannya pada tembakau ketiga,
    hasilnya tetap sama, yaitu tanaman ketiga
    terinfeksi penyakit ini juga. Sehingga dia
    menyimpulkan bahwa patogen tersebut
    memiliki kemampuan bereproduksi di
    peralatan yang digunakannya.
    Selanjutnya pada tahun 1935, saintis Amerika Wendell Crenley
    berhasil mengkristalkan partikel penginfeksi tersebut yang sekarang
    dikenal dengan Tobacco Mozaik Virus (TMV), dan setelah itu maka
    jenis-jenis virus lainnya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop
    elektron.
    b. Burik kuning
    Burik kuning menyerang pada tanaman
    padi dan aster melalui plasmodesmata
    sehingga menyebar ke seluruh tubuh
    tanaman. Ini disebabkan plasmodesmata
    berfungsi untuk menghubungkan ruang-ruang
    antar sel.
    c. Kerdil
    Tanaman yang terserang virus tungro,
    pertumbuhannya akan terhambat sehingga
    tampak kerdil, penyebarannya oleh perantara
    serangga wereng coklat dan wereng hijau
    berpindah dari tanaman satu ke tanaman
    lainnya . Untuk mengatasi virus tungro ini
    pemerintah telah menggalakan penanaman
    padi VUTW (varietas unggul tahan wereng)
  21. Penyakit pada hewan
    a. Polyoma penyebab tumor
    b. New Castle Disease (NCD), menyerang
    sistem saraf pada ternak unggas, misal
    ayam. NCD umumnya disebut dengan
    tetelo.
    Gambar 3.9
    Hasil fotomikrograf TMV
    Gambar 3.10
    Hama wereng penyebar virus tungro
    (Nephottotix virescens)
    Gambar 3.11
    Virus rabies
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Sumber: knowledgebank.irri
    Sumber: ncbi.nlm.nih.gov
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    6 6
    c. Rabies yang dapat menyerang pada anjing, kucing, rakun serta
    monyet.
    d. Adenovirus penyebab penyakit saluran pernafasan, beberapa
    menyebabkan tumor pada hewan tertentu.
  22. Penyakit pada manusia
    a. AIDS
    HIV merupakan virus yang menyebabkan
    AIDS (Acquired Immune Deficiency
    Syndrome), suatu penyakit yang menyerang
    sistem kekebalan tubuh. HIV merupakan
    golongan virus yang jarang terdapat pada
    manusia, yaitu retrovirus. Retrovirus
    merupakan virus RNA yang dapat membuat
    DNA melalui proses transkripsi balik. Oleh
    karenanya, virus ini melengkapi diri dengan
    enzim spesifik reverse transcriptase. HIV
    menyerang limfosit T4 yang mempunyai
    peranan penting dalam mengatur imunitas.
    Seseorang yang mengidap HIV jumlah limfosit
    T akan menurun. Sekali terinfeksi HIV maka
    seumur hidup orang tersebut akan membawa
    virus HIV. Virus HIV terdapat pada darah, cairan
    sperma, cairan yang dihasilkan vagina dan
    cairan tubuh lainnya dari penderita AIDS.
    Penularan AIDS dapat terjadi melalui hal-hal berikut ini:
    1) Hubungan seksual baik homoseksual maupun
    heteroseksual.
    2) Transfusi darah dan produk darah lainnya yang berasal
    dari pengidap AIDS.
    3) Penggunaan jarum yang berulang-ulang untuk
    penyuntikan, tusuk jarum, tato.
    4) Dari ibu ke bayinya sewaktu persalinan atau lewat ASI
    (air susu ibu).
    Penularan AIDS tidak dapat melalui hal-hal sebagai berikut.
    1) Gigitan nyamuk atau serangga
    2) Berjabat tangan
    3) Berangkulan
    4) Bersin
    5) Batuk
    6) Air kolam renang
    Gambar 3.12
    Virus AIDS menyerang sel T-limfosit (sel darah
    putih)
    Virus HIV/AIDS
    sangat berbahaya jika
    menjangkiti tubuh.
    Sebagai manusia
    yang berpikir luas dan
    berpendidikan, kita
    harus dapat
    membentengi diri
    dengan hal-hal yang
    bermanfaat misalnya,
    olahraga, belajar
    bersama, diskusi, dan
    kerya wisata.
    Info Biologi
    Sumber: ncbi.nlm.nih.gov
    Virus
    6 7
    Urutan proses seseorang yang sehat
    dapat tertular virus HIV adalah sebagai berikut.
    1) Selama 3-6 bulan, dalam darahnya
    belum ditemukan HIV (tes darah negatif).
    2) Setelah 3-6 bulan, test darah akan
    menunjukkan HIV positif sehingga sudah
    kategori pengidap (carrier).
    3) Lebih kurang 5-10 tahun kemudian mulai
    timbul gejala letih, lesu, lelah, berat badan
    menurun drastis, demam (panas) lebih
    dari 1 bulan, diare lebih dari 1 bulan,
    sesak nafas dan batuk kering, pembesaran kelenjar getah bening, sariawan
    yang lama atau terus menerus, penyakit
    kulit dan pada akhirnya penderita akan
    meninggal dunia karena penderita
    terserang oleh macam-macam infeksi
    akibat tidak memiliki kekebalan tubuh.
    Pencegahan agar kita tidak terkena virus HIV.
    1) Dari segi hubungan seksual
    a) hanya berhubungan seksual dengan suami atau istri;
    b) hindari perilaku seks bebas;
    c) kelompok dengan resiko tinggi (wanita tunasusila) perlu
    melindungi diri dengan alat kontrasepsi.
    2) Dari segi sanitasi
    a) pemeriksaan darah dengan teliti;
    b) jarum dan alat tusuk kulit yang lain harus steril dan sekali
    pakai;
    c) pecandu obat bius harus menghentikan kebiasaannya;
    d) mensterilkan alat yang tercemar dengan cara dimusnahkan;
    e) membakar semua alat yang telah dipakai oleh penderita.
    3) Cara melalui ibu
    Dengan mengimbau agar ibu yang
    terinfeksi AIDS untuk tidak hamil.
    b. Hepatitis B
    Hepatitis B, virus ini berkembang di dalam
    jaringan hati sehingga dapat mengakibatkan
    terjadinya kerusakan sel-sel hati.
    Gambar 3.14
    Virus Hepatitis B (tanda panah)

    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Gambar 3.13
    Skema virus AIDS
    Lapisan
    pelindung
    Matriks
    protein
    inti
    Protein
    inti
    nukleoid
    RNA
    Glikoprotein antar
    membran
    Glikoprotein
    lapisan pelindung
    Enzim
    transkriptase
    pembalik
    Sumber: Microsoft Encarta 2006
    Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
    6 8
    Tanda dan gejala hepatitis B pada keadaan akut adalah nafsu
    makan berkurang, mual, lesu, muntah dan demam, nyeri sendi,
    setelah 3-10 hari air seni berwarna gelap (coklat) seperti teh, kulit
    dan bagian putih mata berwarna kuning.
    Bagaimana mencegah hepatitis B? Penyakit ini dapat dicegah
    dengan vaksinasi, diharapkan terbentuk kekebalan terhadap penyakit
    hepatitis B dengan daya lindung kurang lebih lima tahun, kemudian
    usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan
    yang tinggi kalori dan proteinnya, istirahat cukup, tidak mengkonsumsi
    makanan dan minuman yang beralkohol, mengkonsumsi obat dan vitamin yang berfungsi memperbaiki fungsi hati.
    c. Demam Berdarah Dengue (DBD)
    Dengue yang ditularkan melalui gigitan
    nyamuk Aedes aegypti menunjukkan gejala
    panas tinggi mendadak dan terus menerus
    selama 2-7 hari, nafsu makan dan minum
    turun, lemah, mual, muntah, sakit kepala, sakit
    perut, nyeri ulu hati, bintik merah di kulit,
    pendarahan di gusi dan hidung, berak darah,
    muntah darah. Bagaimana cara mencegah
    DBD?
    Pemberantasan sarang nyamuk dengan membersihkan tempattempat air, kain atau pakaian jangan sampai tergantung, menguras
    bak penampungan air, mengubur kaleng bekas, memberi obat
    (misalnya ABATE) pada tempat air yang sulit dikuras sehingga jentikjentik nyamuk mati, penyemprotan dengan racun serangga untuk
    membasmi nyamuk dewasa.
    d. Influenza
    Influenza disebabkan oleh infeksi virus Orthoneovirus, ditularkan
    lewat udara dan masuk ke alat-alat pernafasan. Tanda dan gejalanya
    adalah demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, nyeri otot, biasanya
    akan sembuh sendiri dalam 3-7 hari. Pencegahan dengan jalan menjaga
    daya tahan tubuh serta menghindari interaksi dengan penderita.
    e. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau sindrom
    pernafasan akut.
    Disebabkan oleh virus baru yang bermutasi dari virus Corona.
    Virus ini menyerang sistem pernafasan.
    1) Gejala awal demam lebih dari 38 0
    C tubuh, menggigil.
    2) Masa inkubasi 2 sampai 10 hari.
    3) Lemah, letih dan lesu.
    4) Batuk kering dan sesak nafas karena kekurangan oksigen.
    Gambar 3.15
    Nyamuk DBD
    Sumber: Fiocruz.br
    Virus
    6 9
    Cara pencegahan adalah sebagai berikut.
    1) Hindari berkunjung ke daerah yang terkena wabah.
    2) Hindari penderita dengan gejala pneumonia.
    3) Hindari menyentuh organ mulut, mata dan hidung.
    4) Petugas medis diharap menggunakan masker.
    f. Polio
    Virus polio memiliki capsid dengan bentu
    icosahendral, virionnya tidak berselubung,
    sferis dan berukuran 20-30 nm, termasuk RNA
    virus. Manusia merupakan satu-satunya inang
    alami virus polio. Virus ini menyerang sel-sel
    yang membatasi saluran pencernaan dan selsel susunan saraf pusat, masuk ke dalam
    tubuh melalui makanan, minuman atau
    pernafasan. Gejala klinik infeksi virus polio
    adalah demam, malaise, sakit tenggorokan,
    sakit kepala, meningitis aseptic, poliomyelitis
    paralitik (lumpuh). Pencegahannya dilakukan
    dengan vaksinasi secara oral.
    g. Smallpox (cacar)
    Virus cacar (virus variola, smallpox virus) merupakan virus DNA dengan ukuran
    250 × 400 nm. Manusia merupakan satusatunya inang alami virus ini, meskipun dapat
    pula menyerang kera Infeksi awal virus variola pada manusia terjadi pada membran
    mukosa saluran pernafasan bagian atas.
    Virus ini memperbanyak diri dalam mukosa
    dan jaringan limfa sehingga terjadi verimia
    pertama. Veremia sekunder terjadi setelah
    perkembangbiakan virus dalam organ-organ
    yang mengakibatkan erupsi pada kulit dan
    membran mukosa.
Advertisement

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Materi Biologi SMA : Protista

Ngwangun Pangresep (apersepsi) -Materi Basa Bali