in

Materi Sada Siwa Tattwa

SADACIWA TATTWA         ;

SADACIWA artinya : Tuhan dalam keadan serba guna
( Saguna Brahman ), yaitu mempunyai sifat, fungsi,

Aktivitas, Berkhasiat, dll.

TATTWA artinya : Filsafat / pengetahuan.
Jadi SADACIWA TATTWA artinya :
# Pengetahuan tentang Tuhan yang dalam keadaan serba

Guna ( Saguna Brahman ) yaitu Tuhan telah mempunyai

Sifat, fungsi, aktivitas, berkhasiat, dll.

Menurut kitabsuci WRAHASPATI TATTWA , 11 – 12 :

SADACIWA adalah :

Tuhan yang telah aktif ( SAWYAPARAH ), telah berfungsi, berkhasiat, misalnya : suka mengampuni ( CIWAH ), memberi penerangan ( SURYAH ), dapat menjadi kecil sekecil-kecilnya ( WYAPI ), tiada berwujud ( ARUPA ), dan menjadi obyek pujaan dari segala mahluk. Sebagai PENCIPTA, PEMELIHARA, dan PELEBUR pada dunia raya, memberi sinar cahaya ( WIROCANA ), serba tahu, Mahakarya, ada dimana-mana, dan kekal abadi.

Advertisement

Kemahakuasaan dan Kemahasempurnaan Tuhan sebagai HYANG SADACIWA meliputi :

GUNA ( sifat mulia dari Tuhan ( Sadaciwa ) terdiri dari 3 sifat mulia :
DURASRAWANA  artinya : Berpendengaran serba jauh.
DURASARWAJNA artinya : Berpengetahuaan serba sempurna.
DURADARSANA artinya : Berpandangan serba
CAKTI ( Kesaktian Tuhan ), terdiri dari 4 kesaktian ( CADHU CAKTI ) , meliputi :
WIBHU CAKTI artinya : Tuhan bersifat Maha Ada.
PRABHU CAKTI  artinya : Tuhan bersifat Maha Kuasa.
JNANA CAKTI artinya : Tuhan bersifat Maha Tahu.
KRIYA CAKTI artinya : Tuhan bersifat Maha Karya.
SWABHAWA ( Kewajiban Tuhan ), disebut ASTAISWARYA , meliputi :
ANIMA berarti : kecil sekecil-kecilnya ( lebih kecil dari atom ).
LAGHIMA berarti : ringan serimgan-ringannya ( lebih ringan dari udara ).
MAHIMA berarti : maha besar ( dapat memenuhi ruangan ).
PRAPTI berarti : serba sukses ( dapat mencapai semua kehendak-Nya ).
PRAKAMYA berarti : segala keinginannya dapat tercapai.
ISITWA berarti : Maharaja atau raja diraja.
WASITWA berarti : maha kuasa & mengatasi segala-galanya.
YATRAKAMAWASAYITWA berarti : segala kehendak-Nya taka da dapat menentang.

Advertisement

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesusastraan Bali Purwa miwah Kesusastraan Bali Anyar ( Modern )

Politik Dalam Agama Hindu