in

Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kita mesti bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menakdirkan

kita sebagai warga negara Indonesia. Indonesia adalah sebuah bangsa dan

negara besar yang harus kita banggakan. Indonesia mempunyai wilayah yang

luas, kekayaan alam yang melimpah, suku bangsa dan bahasa yang beraneka

ragam, tetapi semua itu dapat dipersatukan dalam sebuah ikatan Negara Kesatuan

Republik Indonesia. Indonesia juga mempunyai sejarah yang membanggakan,

kemerdekaan yang kita raih bukanlah hadiah dari penjajah, tetapi kita menjadi

bangsa yang memerdekaan dirinya sendiri. Indonesia memproklamirkan dirinya

sebagai sebuah negara merdeka. Itu semua menjadi keunggulan bangsa Indonesia.

Coba kalian amati gambar 6.1 di bawah ini.

Sumber: 30 tahun Indonesia merdeka

Gambar 6.1 Pembacaan Teks Proklamasi oleh Ir. Soekarno

 Apa yang kalian pikirkan setelah melihat gambar di atas? Tentunya kalian

sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 telah

mengakhiri rentetan penderitaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang terjajah.

Proklamasi telah melahirkan Indonesia sebagai negara baru yang mempunyai

kedudukan sejajar dengan bangsa lainnya yang telah merdeka terlebih dahulu.

Proklamasi Kemerdekaan tidak akan pernah terjadi apabila tidak adanya

persatuan dan kesatuan di antara warga negara Indonesia. Persatuan dan kesatuan

bangsa harus selalu kita jaga, supaya Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap

menunjukkan eksistensinya dan menjadi negara mandiri yang terbebas dari

berbagai intervensi atau campur tangan asing.

A. Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Untuk memahami makna sesuatu, terlebih dahulu harus dipahami dahulu

konsep-konsepnya. Demikian pula halnya jika kita hendak memahami makna

persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih dahulu harus kita temukan dan pahami

konsep-konsepnya. Jika kita analisis, dalam substansi persatuan dan kesatuan

bangsa itu terdapat sejumlah konsep dasar, di antaranya adalah persatuan,

kesatuan, bangsa, integrasi nasional, nasionalisme, dan patriotisme.

Persatuan secara sederhana berarti gabungan (ikatan, kumpulan, dan

sebagainya) dari beberapa bagian menjadi sesuatu yang utuh. Atau dengan

kata lain, persatuan itu berkonotasi disatukannya bermacam-macam corak yang

beragam ke dalam suatu kebulatan yang utuh. Konsep bangsa dalam substansi

ini adalah bangsa Indonesia yaitu bangsa yang menghuni wilayah Nusantara

dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, persatuan bangsa mengandung

pengertian persatuan bangsa Indonesia yang menghuni wilayah Nusantara.

Bersatunya bangsa Indonesia didorong oleh kemauan yang sadar dan

penuh tanggung jawab untuk mencapai kehidupan bangsa yang bebas dalam

suatu wadah negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan maknur. Oleh karena

itu, persatuan bangsa perlu terus dibina. Terbinanya persatuan bangsa akan

melahirkan kesatuan bangsa, yakni suatu kondisi yang utuh yang memperlihatkan

adanya keamanan, kesentosaan, dan kejayaan. Manakala kesatuan bangsa tercipta,

maka kehidupan bangsa akan aman, sentosa, dan jaya.

Dalam substansi persatuan dan kesatuan bangsa terkandung makna bahwa

kita senantiasa harus bersatu. Sejarah mengajarkan betapa pentingnya persatuan

dan kesatuan itu. Penjajah berhasil mencengkeramkan kuku penjajahannya

di bumi Nusantara hingga beratus-ratus tahun lamanya karena kita melupakan

senjata kita yang ampuh yaitu persatuan dan kesatuan bangsa. Kelalaian kita itu

dimanfaatkan oleh penjajah, khususnya Belanda dengan politik pecah-belahnya

(devide et impera). Akibatnya kita menjadi tercerai berai seperti sapu lidi yang

hilang ikatannya. Kita menjadi sangat lemah dan mudah dikuasai.

Konsep kesatuan yang kita anut meliputi aspek alamiah (konsep kewilayahan)

dan aspek sosial (politik, sosial, budaya, ekonomi, pertahanan, dan keamanan).

Kesatuan wilayah meliputi darat, laut, dan udara. Kebulatan ini sesuai dengan

politik kewilayahan yang kita anut yakni Wawasan Nusantara. Berdasarkan

konsep Wawasan Nusantara, negara kita memiliki karakteristik berikut.

1. Negara kepulauan yang pengertiannya adalah suatu wilayah lautan yang

ditaburi pulau-pulau besar dan kecil.

2. Konsep utamanya adalah manunggalnya wilayah laut, darat, dengan

wilayah udara.

3. Laut atau perairan merupakan wilayah pokok, bukan merupakan pelengkap.

4. Laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari daratan, bukan pemisah

antara daratan dan pulau yang satu dengan yang lainnya.

Bagaimana perwujudan konsep kesatuan bangsa dalam aspek sosial? Dalam

aspek sosial, kesatuan tersebut diwujudkan dalam beberapa aspek kehidupan

berikut.

1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik

a. Bahwa keutuhan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya

merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan mitra

seluruh bangsa, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.

b. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara

dalam berbagai bahasa daerah, memeluk dan meyakini berbagai agama

dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu

kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.

Sumber: www.sosbud.kompasiana.com

Gambar 6.2 Slogan satu nusa, satu

bangsa, satu bahasa dapat memperkukuh

persatuan dan kesatuan bangsa

c. Bahwa secara psikologis,

bangsa Indonesia harus

merasa satu, senasib

sepenanggungan, sebangsa

dan setanah air, serta

mempunyai satu tekad

dalam mencapai cita-cita

bangsa.

d. Bahwa Pancasila adalah

satu-satunya falsafah

serta ideologi bangsa dan

negara, yang melandasi,

membimbing dan

mengarahkan bangsa

menuju tujuannya.

e. Kehidupan politik di

seluruh wilayah Nusantara

merupakan satu kesatuan

politik yang diselenggarakan

berdasarkan Pancasila dan

UUD Negara Republik

Indonesia Tahun 1945.

Penanaman Kesadaran

Berkonstitusi

Supaya pelaksanaan Wawasan

Nusantara bisa berjalan efektif,

maka diperlukan kesadaran

WNI untuk :

1. Mengerti, memahami,

menghayati tentang hak

dan kewajiban warga

negara serta hubungan

warganegara dengan

negara, sehingga sadar

sebagai bangsa Indonesia.

2. Mengerti, memahami,

menghayati tentang bangsa

yang telah menegara, bahwa

dalam menyelenggarakan

kehidupan memerlukan

konsepsi Wawasan

Nusantara sehingga sadar

sebagai warga negara yang

memiliki cara pandang.

f. Bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan kesatuan hukum, dalam

arti bahwa hanya ada satu hukum yang mengabdi kepada kepentingan

nasional.

g. Bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan bangsa lain, ikut

menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,

dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabadikan

untuk kepentingan nasional.

2. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi

a. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah

modal dan milik bersama bangsa, keperluan hidup sehari-hari harus

tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.

b. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh

daerah, tanpa meninggalkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh daerahdaerah dalam mengembangkan ekonominya.

c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu

kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasar

atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi kemakmuran rakyat.

3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial

budaya

a. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus

merupakan kehidupan yang serasi dengan tingkat kemajuan masyarakat

yang sama, merata, dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan

yang sesuai dengan kemajuan bangsa.

Sumber: jampismansa.blogspot.com

Gambar 6.3 Suku-suku bangsa yang ada di Indonesia merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan

b. Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu. Corak ragam

budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya yang menjadi modal

dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, yang hasilhasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.

4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan

keamanan

a. Bahwa ancaman terhadap satu daerah pada hakikatnya merupakan

ancaman bagi seluruh bangsa dan negara.

b. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama

di dalam pembelaan negara.

Dari uraian di atas semakin jelas tergambar bahwa negara kepulauan Indonesia

dipersatukan bukan hanya dari aspek kewilayahannya saja, tetapi meliputi pula

aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan kemanan.

Wawasan Nusantara bagi Indonesia merupakan suatu politik kewilayahan bangsa

dan negara Indonesia. Sebagai

politik kewilayahan, Wawasan

Nusantara mempunyai sifat

manunggal dan utuh menyeluruh.

Wawasan Nusantara bersifat

manunggal artinya mendorong

terciptanya keserasian dan

keseimbangan yang dinamis

dalam segenap aspek kehidupan,

baik aspek alamiah maupun aspek

sosial. Adapun utuh menyeluruh

maksudnya menjadikan wilayah

Nusantara dan rakyat Indonesia

sebagai satu kesatuan yang utuh

dan bulat serta tidak dapat dipecahpecah oleh kekuatan apa pun

sesuai dengan asas satu nusa, satu

bangsa, dan satu bahasa persatuan

Indonesia.

Konsep selanjutnya, yakni konsep keempat yang tercakup dalam

Info Kewarganegaraan

Nilai-nilai yang terkandung

dalam nasionalisme dan

patriotisme sebagai berikut.

1. Pro patria dan primus patrialis

yaitu mencintai tanah

air dan mendahulukan

kepentingan tanah air.

2. Jiwa solidaritas dan setia

kawan.

3. Jiwa toleransi dan tenggang

rasa antaragama, antarsuku,

antargolongan, dan

antarbangsa.

4. Jiwa tanpa pamrih dan

tanggung jawab.

5. Jiwa ksatria dan

kebesaran jiwa yang

tidak mengandung unsur

dendam.

substansi persatuan dan kesatuan bangsa adalah integrasi nasional. Integrasi

sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses penyesuaian di antara unsur-unsur

yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sehingga menghasilkan keserasian

dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, integrasi nasional berarti

integrasi yang terjadi di dalam tubuh bangsa dan negara Indonesia.

Bangsa Indonesia yang secara sadar ingin bersatu agar hidup kokoh sebagai

bangsa yang berdaulat, memiliki faktor-faktor integratif bangsa sebagai perekat

persatuan yaitu sebagai berikut.

1. Pancasila

2. UUD NRI Tahun 1945

3. Sang Saka Merah Putih

4. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

5. Bahasa Indonesia

6. Sumpah Pemuda

Konsep kelima yang tercakup dalam substansi persatuan dan kesatuan bangsa

adalah nasionalisme. Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa

kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi harus diserahkan kepada negara.

Paham nasionalisme mulai dikenal di Indonesia sejak awal abad ke-20, yaitu

saat berdirinya Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908. Berdirinya Budi Utomo itu

merupakan awal dari kebangkitan nasional dan merupakan awal dari kesadaran

nasional. Tanggal berdirinya organisasi pergerakan tersebut hingga kini kita

peringati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

Konsep terakhir yang tercakup dalam substansi persatuan dan kesatuan bangsa

adalah patriotisme. Coba kalian pikirkan sejenak, apakah patriotisme berbeda

dengan nasionalisme? Patriotisme merupakan salah satu unsur nasionalisme.

Patriotisme merupakan sikap sudi mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan

tanah air, bangsa, dan negara. Adapun ciri-ciri patriotisme di antaranya sebagai

berikut.

1. Cinta tanah air

2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara

3. Menempatkan persatuan, kesatuan, serta keselamatan bangsa dan negara

di atas kepentingan pribadi dan golongan

4. Berjiwa pembaharu

5. Tidak kenal menyerah

Tugas Kelompok 6.1

Bacalah berita di bawah ini.

Potret Perbatasan: Tinggal di Indonesia,

Menggantungkan Hidup Dengan Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN — Kehidupan masyarakat

perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan

Timur, sampai saat ini masih sangat tergantung pada negeri tetangga

Malaysia.

“Ketergantungan itu antara lain terlihat dalam pemenuhan kebutuhan

pokok yang dikonsumsi setiap harinya, hampir seluruhnya merupakan

produk asal Malaysia,” kata Sannari, seorang warga perbatasan di

Ajikuning, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Senin.

Menurut Sannari, kondisi itu masih sulit dihindari mengingat

masyarakat Pulau Sebatik dan Kabupaten Nunukan secara umum,

suplai sembako masih tergantung dari Malaysia, karena sulitnya

mendapatkan produk kebutuhan sehari-hari asal Indonesia. Selain

mudah mendapatkannya juga harganya lebih murah daripada produk

asal Indonesia.

Sumber: www.republika.co.id

Gambar 6.4 Peta perbatasan RI-Malaysia di Nunukan

Misalnya, gula pasir yang merupakan kebutuhan

sehari-hari masyarakat, harganya di Malaysia hanya

RM 2.20 atau Rp6.600 (RM 1 = Rp3.000) per kg.

Sementara harga gula pasir asal Indonesia harganya mencapai

Rp11.000 sampai Rp12.000 per kg bahkan lebih dari itu. Selain itu,

untuk mendapatkan produk asal Indonesia sangat sulit karena hanya

ada di Kota Tarakan.

Bukan hanya sembako yang diperoleh dari Malaysia, Sannari yang

mengaku berasal dari Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan

itu menambahkan juga bahan bangunan seperti batu gunung, kerikil,

semen, dan lain-lainnya semuanya berasal dari Malaysia.

Oleh karena itu, ketergantungan dengan negeri jiran Malaysia sangat

sulit dihindari. “Kalau dibilang masyarakat perbatasan di Pulau

Sebatik ini menggantungkan hidupnya di Malaysia memang iya.

Kalau tidak begitu mau makan apa kita di sini (Pulau Sebatik),” ujar

Sannari.

Dia mengatakan kemudahan mendapatkan sembako atau kebutuhan

lainnya di Malaysia, karena masyarakat perbatasan di Pulau

Sebatik hampir setiap harinya menyeberang ke Tawau, Malaysia,

untuk berbelanja. “Masyarakat di sini setiap hari ke Tawau, karena

jangkauannya dekat hanya 15 menit sudah sampai di sana (Tawau),”

katanya.

Sumber: www.republika.co.id

Nah, setelah membaca berita di atas diskusikanlah dengan teman sebangku

pertanyaan-pertanyaan berikut.

a. Apa saja penyebab timbulnya permasalahan di daerah perbatasan?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

b. Mengapa pembangunan belum merata sampai ke daerah perbatasan?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

c. Apakah permasalahan di daerah perbatasan ini dapat menimbulkan persoalan

lainnya? Jika ya, apa saja bentuk persoalan yang mungkin terjadi?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

d. Uraikan solusi yang kamu tawarkan kepada pemerintah untuk mengatasi

permasalahan di daerah perbatasan?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

B. Kehidupan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan

Republik Indonesia (NKRI)

1. Konsep NKRI menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945

Sebagai warga negara yang baik, tentunya kalian harus memahami pengertian

atau makna negara Indonesia. Makna tersebut penting diketahui untuk semakin

mempertegas identitas negara Indonesia. Oleh karena itu, pada bagian ini kalian

akan dibekali pengetahuan mengenai makna konsep NKRI menurut UUD Negara

Republik Indonesia Tahun 1945.

Perubahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengukuhkan

keberadaan Indonesia sebagai negara kesatuan dan menghilangkan keraguan

terhadap pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal-pasal

dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah

memperkukuh prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak sedikit pun

mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi negara federal.

Pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang merupakan

naskah asli mengandung prinsip bahwa ”Negara Indonesia ialah negara kesatuan,

yang berbentuk Republik.” Pasal yang dirumuskan oleh Panitia Persiapan

Kemerdekaan Indonesia tersebut merupakan tekad bangsa Indonesia yang menjadi

sumpah anak bangsa pada 1928 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda yaitu satu

tanah air, satu bangsa, satu bahasa yaitu Indonesia.

Wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin kukuh setelah dilakukan

perubahan UUD Negara Republik

Indonesia Tahun 1945. Perubahan

tersebut dimulai dari adanya

ketetapan Majelis Permusyarawatan

Rakyat yang salah satunya adalah

tidak mengubah Pembukaan UUD

Negara Republik Indonesia Tahun

1945 dan tetap mempertahankan

Negara Kesatuan Republik

,ndRnesia sebagai bentuk fnal

negara bagi bangsa Indonesia.

Kesepakatan untuk tetap

mempertahankan bentuk negara

kesatuan didasari pertimbangan

bahwa negara kesatuan adalah

bentuk yang ditetapkan sejak

awal berdirinya negara Indonesia.

Bentuk negara kesatuan dipandang

paling tepat untuk mewadahi ide

persatuan sebuah bangsa yang

majemuk ditinjau dari berbagai

latar belakang (dasar pemikiran).

UUD Negara Republik Indonesia

Tahun 1945 secara nyata mengandung semangat agar Indonesia bersatu, baik

sebagaimana tercantum dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasal yang

Info Kewarganegaraan

Pada tahun 1850, George Windsor Earl

seorang etnolog Inggris mengusulkan istilah

Indunesians dan preperensi Malayunesians

untuk penduduk kepulauan Hindia atau

Malayan Archipelago. Kemudian seorang

mahasiswa bernama Earl James Richardison

Logan menggunakan Indonesia sebagai

sinonim untuk Kepulauan Hindia. Namun

di kalangan akademik Belanda, di Hindia

Timur enggan menggunakan Indonesia.

Sebaliknya, mereka menggunakan istilah

Melayu Nusantara (Malaische Archipel).

Sejak tahun 1900 nama Indonesia menjadi

lebih umum di kalangan akademik di luar

Belanda. Golongan nasionalis Indonesia

menggunakan nama Indonesia untuk

ekspresi politiknya. Adolf Bastian dari

Universitas Berlin memopulerkan nama

Indonesia melalui bukunya Indonesien oder

die inseln des malayischen arcipels (1884 –

1894). Kemudian sarjana bahasa Indonesia

pertama yang menggunakan nama

Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat

(Ki Hajar Dewantara) ketika ia mendirikan

kantor berita di Belanda dengan nama

Indonesisch Pers-Bureau di tahun 1913.

langsung menyebutkan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini

dituangkan dalam lima Pasal, yaitu: pasal 1 ayat (1), pasal 18 ayat (1), pasal

18B ayat (2), pasal 25A, dan pasal 37 ayat (5) UUD Negara Republik Indonesia

Tahun 1945 serta rumusan pasal-pasal yang mengukuhkan Negara Kesatuan

Republik Indonesia, dan keberadaan lembaga-lembaga dalam Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Prinsip kesatuan dalam Negara

Kesatuan Republik Indonesia dipertegas dalam alinea keempat Pembukaan UUD

Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu “…. dalam upaya membentuk suatu

Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan

seluruh tumpah darah Indonesia”.

Pembentukan pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa

Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia bertujuan untuk memajukan

kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan

ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan

sosial. Tujuan tersebut dapat dicapai hanya dengan adanya kemerdekaan bagi

bangsa Indonesia. Dalam alinea keempat ini secara tegas diproklamirkan: “maka

disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang

Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik

Indonesia yang berkedaulatan

rakyat dengan berdasar kepada

Ketuhanan Yang Maha Esa,

Kemanusiaan yang adil dan

beradab, persatuan Indonesia,

dan kerakyatan yang dipimpin

oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyawaratan/perwakilan,

serta dengan mewujudkan suatu

keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Indonesia”.

Makna negara Indonesia

juga dapat dipandang dari segi

kewilayahan. Pasal 25A UUD

Negara Republik Indonesia Tahun

1945 menentukan bahwa “Negara

Info Kewarganegaraan

Negara Republik Indonesia

pernah mengalami pergantian

bentuk negara, dari kesatuan

menjadi federal/serikat pada masa

berlakunya Konstitusi RIS tanggal

27 Desember 1949 sampai dengan

17 Agustus 1950. Perubahan

tersebut sebagai konsekuensi dari

kesepakatan yang terjadi dalam

Konferensi Meja Bundar. Akan

tetapi bentu negara tersebut tidak

bertahan lama. Hal ini menunjukkan

bagi bangsa Indonesia, konsep

negara federalisme/serikat tidak

cocok diterapkan di negara kita.

Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri

Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan

undang-undang”. Istilah Nusantara dalam ketentuan tersebut dipergunakan untuk

menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia

yang terletak di antara 6amudera Pasifk dan 6amudera +india serta di antara

Benua Asia dan Benua Australia. Kesatuan wilayah tersebut juga mencakup 1)

kesatuan politik; 2) kesatuan hukum; 3) kesatuan sosial-budaya; serta 4) kesatuan

pertahanan dan keamanan. Dengan demikian, meskipun wilayah Indonesia terdiri

atas ribuan pulau, tetapi semuanya terikat dalam satu kesatuan negara yaitu Negara

Kesatuan Republik Indonesia.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa negara Indonesia adalah negara

kesatuan berbentuk republik yang wilayahnya merupakan kesatuan dari ribuan

pulau yang terletak di antara 6amudera Pasifk dan 6amudera +india serta di

antara Benua Asia dan Australia.

Tugas Mandiri 6.1

Nah, setelah kalian membaca uraian materi di atas, coba kalian lakukan studi

kepustakaan untuk mencari keunggulan bentuk negara kesatuan dibandingkan

dengan bentuk negara lainnya seperti negara serikat. Tuliskan hasil kalian pada

tabel di bawah ini.

No Keunggulan Negara

Kesatuan Keunggulan Negara Serikat

1.

2.

3.

4.

5.

2. Keunggulan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan. Hal ini dapat dibuktikan dari nama lain

atau julukan terhadap Indonesia yaitu Nusantara, yang berarti di antara nusa

atau di antara pulau. Jadi, Indonesia terdiri atas pulau-pulau. Disebut sebagai

negara kepulauan karena jumlah pulau besar dan kecil yang tersebar di wilayah

Indonesia sangat banyak yaitu mencapai ribuan pulau. Pulau-pulau tersebut

terletak di persimpangan dunia yaitu di antara dua samudera dan dua benua.

Begitu indahnya pulau-pulau yang terletak di wilayah Indonesia yang membujur

di garis khatulistiwa sehingga diibaratkan “Untaian ratna mutu manikam atau

zamrud khatulistiwa”.

Sekalipun wilayah Indonesia meliputi pulau-pulau, tidak menjadikan bangsa

Indonesia bercerai berai, namun keadaan tersebut justru menjadi perekat untuk

semakin meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini dikarenakan

secara yuridis formal bangsa Indonesia telah mempunyai landasan yang kuat,

misalnya dinyatakan dalam

Pembukaan UUD Negara Republik

Indonesi Tahun 1945 alinea II.

Selain itu, dalam Pasal 1 ayat (1)

dinyatakan bahwa Indonesia ialah

negara kesatuan yang berbentuk

republik.

Dengan demikian, sekalipun

secara nyata Indonesia terdiri

dari berbagai keanekaragaman

penduduknya yang tersebar di

berbagai pulau besar dan kecil,

tidak menjadikan bangsa Indonesia

bercerai berai. Hal ini sudah barang

tentu merupakan poin tersendiri

yang menjadikan kita merasa

bangga sebagai bangsa Indonesia.

Melihat dan mencermati kondisi

dan letak geRgrafs Zilayah

Indonesia, sudah sewajarnyalah

setiap insan yang merasa dirinya

Penanaman Kesadaran

Berkonstitusi

NKRI adalah harga mati. Pernyataan

tersebut mengandung makna yang

sangat dalam. Pernyataan tersebut

menggambarkan ketegasan sikap

dan cita-cita bahwa negara Indonesia

diperjuangkan kemerdekaannya

untuk mewujudkan konsep negara

kesatuan yang diimplementasikan

di bumi Indonesia. Untuk

mewujudkan hal tersebut telah

banyak pengorbanan yang

dilakukan para pahlawan mulai

dari pengorbanan waktu, tenaga,

pikiran, harta bahkan nyawa. Hal

tersebut dilakukan karena mereka

mempunyai semangat kebangsaan.

Semangat itulah yang harus kita

jaga dan selalu mewarnai setiap

perilaku kita.

sebagai warga negara Indonesia mempunyai kebanggaan tersendiri. Bangga

di sini dalam arti merasa berbesar hati atau merasa gagah karena mempunyai

berbagai kelebihan atau keunggulan. Jadi, yang dimaksud bangga sebagai bangsa

dan bertanah air Indonesia adalah merasa besar hati atau merasa berbesar jiwa

atau merasa gagah sebagai bangsa Indonesia.

Konsekuensinya, kalau kita merasa bangga sebagai bangsa Indonesia, kita

akan selalu berupaya menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara di mana

pun kita berada. Kita juga akan selalu berupaya meningkatkan citra dan nama baik

Indonesia melalui perbuatan-perbuatan nyata di masyarakat, seperti tidak merusak

hutan-hutan lindung, benda-benda bersejarah apalagi memperjualbelikannya,

selalu menggunakan produk dalam negeri, dan sebagainya.

Negara Indonesia memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan-keunggulan

tersebut menurut Dadang Sundawa di antaranya sebagai berikut.

a. Jumlah dan potensi penduduknya yang cukup besar yaitu menempati

urutan keempat di dunia setelah RRC, India, dan Amerika Serikat. Jumlah

penduduk yang besar merupakan potensi yang tidak ternilai harganya dalam

upaya mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk sebagai modal

dasar dalam melaksanakan pembangunan dalam upaya menyejahterakan

bangsa.

b. Memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya

seperti adat istiadat, bahasa, agama, kesenian, dan sebagainya. Perbedaan

atau keanekaragaman tersebut tidak menjadikan bangsa Indonesia berceraiberai, namun justru merupakan potensi untuk mengembangkan dirinya

menjadi bangsa yang besar. Hal ini juga didorong oleh adanya semangat

persatuan dan kesatuan sehingga sekalipun terdapat perbedaan, namun

bukan perbedaan yang ditonjolkan tetapi justru persamaannya.

c. Dalam pengembangan wilayah, kita mempunyai konsep Wawasan

Nusantara sehingga sekalipun terdapat berbagai keanekaragaman namun

prinsipnya kita tetap satu pandangan yaitu memandang bangsa Indonesia

sebagai satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan

hankam.

d. Semangat sumpah pemuda yang selalu merasuki jiwa dan kalbu bangsa

Indonesia. Dengan menunjukkan bahwa kita sama-sama memahami satu

wilayah negara dan tanah air yang sama yaitu Indonesia; kita sama-sama

merasa berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan sama-sama menggunakan

bahasa yang sama yaitu bahasa Indonesia serta memiliki sejarah yang sama

yaitu sejarah Indonesia. Dalam pergaulan yang ditonjolkan adalah bangsa

Indonesianya, bukan dari mana asal daerahnya.

e. Memiliki tata krama atau keramahtamahan. Sejak dahulu bangsa Indonesia

sangat terkenal akan keramahan dan kesopanannya sehingga sangat menarik

bangsa-bangsa lain di dunia untuk datang ke Indonesia. Namun demikian,

akhir-akhir ini kesopanan dan keramahan bangsa Indonesia agak tercemar

oleh ulah segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab, terutama yang

gemar membuat kerusuhan, kerusakan, dan perangai-perangai lain yang

justru membuat bangsa lain takut datang ke Indonesia.

f. Letak wilayahnya yang amat strategis yaitu di posisi silang dunia sehingga

membuat Indonesia menjadi wilayah yang amat ramai dan mudah untuk

dikunjungi dan disinggahi oleh bangsa-bangsa lain.

g. Keindahan alam Indonesia tidak disangsikan lagi, misalnya pantai-pantai

di Bali (Pantai Kuta, Pantai Sanur, dan sebagainya), Sumatra (Danau

Toba), Jawa Barat (Pantai Pangandaran, Pantai Carita, Gunung Tangkuban

Perahu
. .eanekaragaman fRra dan Iaunanya membuat bangsa ,ndRnesia

juga sering dikunjungi oleh bangsa-bangsa lain.

Sumber: www.wisatanews.com

Gambar 6.5 Keindahan alam menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia

h. Salah satu keajaiban dunia juga ada di Indonesia yaitu Candi Borobudur

yang tidak sedikit menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia. Selain

candi Borobudur, Indonesia pun mempunyai keajaiban dunia lainnya yaitu

Pulau Komodo.

i. Wilayahnya sangat luas yaitu 5.193.250 Km2

 yang meliputi daratan seluas

2.027.087 Km2

 dan lautan seluas 3.166.163 Km2

.

j. Tanahnya amat subur dan kaya akan sumber alam.

Selain hal-hal di atas yang merupakan kondisi objektif bangsa Indonesia, maka

secara internasional atau mendunia, bangsa Indonesia juga sudah beberapa kali

dipercaya oleh bangsa-bangsa lain untuk menyelenggarakan pertemuan-pertemuan

yang bersifat internasional yang juga tidak sedikit melahirkan sejarah bagi

bangsa-bangsa lain. Kita masih ingat apa yang terjadi pada tahun 1955, di mana

bangsa Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah dalam menyelenggarakan

Konferensi Asia Afrika yang dampaknya sangat luas bagi bangsa-bangsa di

wilayah Asia-Afrika dalam upaya memerdekakan diri dari belenggu penjajah,

terutama yang masih belum merdeka saat itu.

Kita juga pernah dipercaya menjadi tuan rumah KTT Non-Blok pada tahun

1992 dan Indonesia juga termasuk perintis dan pendiri Gerakan Non-Blok

tersebut. Selain itu, kita juga mempunyai pabrik pesawat terbang yang bernama

PT Dirgantara Indonesia (dahulu bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara/

IPTN) yang telah menghasilkan pesawat-pesawat yang dapat dibanggakan.

Sebagai bukti rasa cinta dan bangga yang sangat mendalam terhadap wilayah

tanah air, banyak di antara seniman kita yang merefeksikannya dalam bentuk

syair maupun lagu. Ada lagu yang berjudul ”Rayuan Pulau Kelapa” yang

diciptakan Ismail Marzuki, ada juga beberapa lagu karya Koes Plus yang diberi

judul “Nusantara” dan “Kolam Susu” yang menggambarkan betapa indah dan

suburnya keadaan alam Indonesia. Kesemuanya itu sudah barang tentu merupakan

alasan yang sangat objektif untuk menjadikan kita merasa bangga sebagai bangsa

Indonesia. Perasaan bangga sebagai bangsa Indonesia sudah barang tentu bukan

hanya sekadar slogan belaka, akan tetapi harus dibuktikan dengan karya-karya

nyata, baik dalam bentuk partisipasi dalam pembangunan maupun dalam bentuk

karya-karya yang dihasilkannya.

Tugas Mandiri 6.2

&Rba kalian lakukan identifkasi mengenai bentuk perilaku yang dapat kalian

tampilkan sebagai wujud kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dalam kehidupan

sehari-hari. 7uliskan hasil identifkasi kalian dalam tabel di baZah ini.

No Perwujudan Kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia

1.

2.

3.

4.

5.

C. Faktor Pendorong dan Penghambat Persatuan dan

Kesatuan Bangsa Indonesia

1. Faktor Pendorong Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Persatuan dan kesatuan suatu negara merupakan faktor utama yang menentukan

keberhasilan pembangunan yang dijalankannya. Begitu juga dengan Negara

Kesatuan Republik Indonesia yang tengah melaksanakan pembangunan di segala

bidang. Indonesia sangat memerlukan adanya persatuan dan kesatuan di antara

rakyat Indonesia. Suatu program pembangunan tidak akan terlaksana dengan baik

dan mencapai suatu keberhasilan jika kondisi negara terpecah belah atau tidak

adanya persatuan dan kesatuan di antara warga negaranya. Dengan demikian,

persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai peranan

penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan yang sedang dilaksanakan

negara kita.

Selain dalam aspek pembangunan, persatuan dan kesatuan bangsa juga

memegang peranan penting dalam meningkatkan harga diri bangsa di hadapan

bangsa dan negara lain. Bangsa dan negara lain menghormati bangsa dan negara

kita, serta tidak akan berani mencampuri urusan negara kita. Bangsa dan negara

kita tidak akan mudah dipecah-belah dan diinjak-injak oleh negara lain, jika

seluruh lapisan masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Coba

kamu bayangkan, apa yang akan terjadi jika negara kita terpecah belah? Tentu

saja yang akan terjadi adalah negara kita akan dianggap sepele oleh bangsa dan

negara lain, bahkan tidak menutup kemungkinan bangsa dan negara kita akan

dijajah kembali oleh bangsa dan negara lain.

Persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah hal

yang mutlak dipertahankan dan terus diperkuat dalam seluruh aspek kehidupan.

Kita harus menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat menimbulkan

perpecahan bangsa, misalnya merendahkan suku bangsa lain, mengganggap

sukunyalah yang paling baik, dan sebagainya. Kita harus memupuk persaudaraan

dengan sesama warga negara Indonesia agar persatuan dan kesatuan bangsa

senantiasa terjaga.

Ada tiga faktor yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan dalam Negara

Kesatuan Republik Indonesia yaitu Sumpah Pemuda, Pancasila, dan semboyan

Bhinneka Tunggal Ika. Ketiga faktor tersebut merupakan pemersatu seluruh

bangsa Indonesia. Ketiga faktor tersebut dapat mempersatukan perbedaan dan

keanekaragaman yang telah mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan

suku bangsa, agama, bahasa, dan sebagainya dapat dipersatukan dengan

menjalankan nilai-nilai yang terdapat dalam ketiga faktor tersebut sehingga pada

akhirnya niali-nilai tersebut akan memperkuat persatuan dan kesatuan Negara

Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: http://

www.beritagar

Gambar 6.6

Pertentangan dan

kerusuhan timbul

sebagai akibat dari

lunturnya semangat

persatuan dan

kesatuan

Sumpah Pemuda merupakan sumpah yang menunjukkan kebulatan tekad

seluruh pemuda Indonesia yang merupakan unsur utama perjuangan bangsa

dalam melawan penjajah untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam

perjuangan meraih kemerdekaan. Dalam isi rumusan Sumpah Pemuda tersebut

terkandung nilai utama yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu

Indonesia. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa telah menjadi

penyemangat bangsa Indonesia untuk bersatu. Ikrar ini juga telah memberikan

manfaat-manfaat lainnya seperti mempererat hubungan kekeluargaan dan

persaudaraan di antara bangsa Indonesia; membina kerukunan hidup dalam

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; dan menumbuhkan kesadaran bahwa

ancaman terhadap satu pulau atau daerah berarti ancaman bagi seluruh tanah air

Indonesia. Nah, ikrar inilah yang dapat memperkukuh persatuan dan kesatuan

dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila dapat memperkukuh persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan

Republik Indonesia. Hal itu dikarenakan nilai-nilai Pancasila bersifat universal

atau menyeluruh. Artinya, nilai-nilai Pancasila tidak diciptakan hanya untuk

satu suku bangsa saja. Nilai-nilai Pancasila juga tidak hanya diperuntukkan bagi

penganut agama tertentu saja, akan tetapi nilai-nilai Pancasila berlaku dan menjadi

pedoman hidup rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan suku bangsa,

agama, budaya, bahasa, dan sebagainya. Dengan demikian, dapat dikatakan

bahwa Pancasila dimiliki dan digunakan oleh semua unsur bangsa Indonesia.

Bhinneka Tunggal Ika artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Inti

dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah adanya persatuan dalam berbagai

perbedaan. Kondisi bangsa Indonesia yang diliputi oleh berbagai perbedaan dapat

dipersatukan salah satunya dengan melaksanakan makna semboyan Bhinneka

Tunggal Ika. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan senantiasa terjaga

jika nilai-nilai dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika selalu dilaksanakan oleh

rakyat Indonesia dalam pergaulan sehari-hari.

2. Faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Sebagaimana diuraikan pada bab sebelumnya bahwa persatuan dan kesatuan

bangsa merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kemajuan bangsa. Akan tetapi

dalam kenyataannya, kita sering melihat berbagai peristiwa yang mencerminkan

gejala perpecahan bangsa seperti kerusuhan antarpendukung klub sepakbola,

demRnstrasi yang diZarnai aksi kekerasan, kRnfik antarsuku, dan sebagainya.

Peristiwa-peristiwa tersebut apabila tidak segera diatasi akan menyebabkan

rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada bagian sebelumnya, kalian sudah mengetahui beberapa faktor yang

mendorong semakin kuatnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Nah,

ternyata ada juga faktor-faktor yang berpotensi menjadi penghambat kuatnya

persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal tersebut penting kalian ketahui,

supaya kalian senantiasa meningkatkan kewaspadaan akan hal tersebut. Adapun

faktor-faktor yang berpotensi menghambat persatuan dan kesatuan bangsa

Indonesia di antaranya sebagai berikut.

a. Kebhinnekaan/keberagaman pada masyarakat Indonesia

Kondisi ini dapat menjadi penghambat persatuan dan kesatuan bangsa

apabila tidak diiringi dengan sikap saling menghargai, menghormati, serta

adanya toleransi yang telah menjadi karakter khas masyarakat Indonesia.

Keberagaman tersebut dapat mengakibatkan munculnya perbedaan pendapat

yang memicu lepas kendali, tumbuhnya perasaan kedaerahan yang berlebihan

yang dapat memicu terMadinya kRnfik antardaerah atau antarsuku bangsa.

b. *eRgrafs

Wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan memiliki

karakteristik yang berbeda-beda. Kondisi ini dapat semakin memperlemah

persatuan dan kesatuan bangsa apabila ketimpangan dan ketidakmerataan

pembangunan dan hasil-hasil pembangunan masih belum dapat diatasi.

c. Munculnya gejala etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan sikap menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya

dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Hal tersebut apabila tidak

diatasi tentu saja akan memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa.

d. Melemahnya nilai budaya bangsa

Nilai-nilai budaya bangsa dapat melemah akibat kuatnya pengaruh budaya

asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melalui kontak

langsung maupun kontak tidak langsung. Kontak langsung antara lain melalui

unsur-unsur pariwisata. Kontak tidak langsung antara lain melalui media

cetak
maMalah, tablRid
, atau media elektrRnik
teleYisi, radiR, flm, internet,

telepRn seluler yang mempunyai ftur atau Iasilitas lengkap

e. Pembangunan yang tidak merata

Proses pembangunan yang terpusat di wilayah-wilayah tertentu dapat

menimbulkan kesenjangan dalam berbagai bidang. Hal tersebut apabila tidak

diselesaikan dapat memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa.

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mewaspadai Ancaman Terhadap Kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Materi Tentang Yadnya