in

Mewaspadai Ancaman Terhadap Kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Mewaspadai Ancaman Terhadap Kedudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Aku cinta Indonesia! Kalimat itulah yang harus selalu kita gaungkan sebagai

warga negara Indonesia. Kalimat tersebut bukan hanya untuk digaungkan, tetapi

harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai warga negara yang baik,

kita tidak perlu mencari-cari alasan mengapa kita harus mencintai dan menjunjung

tinggi Indonesia, karena mencintai dan menjunjung tinggi negara itu sudah

menjadi kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia. Bersyukurlah kepada

Tuhan Yang Maha Esa apabila dalam diri kita, kecintaan kepada negara semakin

hari semakin besar, karena itu semua merupakan anugerah Tuhan yang amat besar.

Nah, untuk semakin meyakinkan kecintaan kita kepada Indonesia, coba kalian

nyanyikan bersama-sama lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” ciptaan R. Suharjo.

Nyanyikanlah dengan penuh semangat.

Dari Sabang Sampai Merauke

Dari Sabang sampai Merauke

Berjajar pulau-pulau

Sambung menyambung menjadi satu

Itulah Indonesia

Indonesia tanah airku

Aku berjanji padamu

Menjunjung tanah airku

Tanah airku Indonesia

Apa makna yang terkandung dalam lagu tersebut? Tentu saja kalian akan

menyimpulkan bahwa dalam lagu tersebut ditegaskan begitu luasnya wilayah

negara kita. Selain itu, Indonesia mempunyai karakteristik wilayah yang unik,

yaitu sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Hal itu memberikan konsekuensi

bahwa keanekaragaman atau kebhinnekaan merupakan sebuah hal yang tidak bisa

dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia yang meliputi kebhinnekaan suku

bangsa, bahasa, adat istiadat, dan sebagainya.

Kebhinnekaan yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus

tantangan. Dikatakan sebagai sebuah potensi, karena hal tersebut akan membuat

bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah,

baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat para

wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Kebhinnekaan bangsa Indonesia

juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman. Dengan adanya kebhinnekaan

tersebut mudah membuat rakyat Indonesia berbeda pendapat yang dapat membuat

emosinya lepas kendali, mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang sempit

yang sewaktu-waktu dapat menjadi ledakan yang mengancam integrasi nasional

atau persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, segenap warga negara mesti

mewaspadai segala bentuk ancaman yang dapat memecah belah bangsa Indonesia

dengan senantiasa mendukung segala upaya atau strategi pemerintah dalam

mengatasi berbagai acaman tersebut.

Pada bab ini kalian akan diajak untuk mendalami strategi dalam membangun

integrasi nasional sehingga pada akhirnya nanti kalian diharapkan dapat mengenali

berbagai macam jenis ancaman bagi integrasi bangsa Indonesia dan menganalisis

strategi yang diterapkan bangsa Indonesia dalam mengatasi ancaman-ancaman

tersebut.

A. Menelaah Ancaman terhadap Integrasi Nasional

Kalian tentunya pernah melihat peta dunia. Dalam peta tersebut kalian dapat

menunjukkan posisi Indonesia yang berada di tengah-tengah dunia, dilewati garis

khatulistiwa, diapit oleh dua benua yaitu Asia dan Australia, serta berada di antara

dua samudera yaitu 6amudera +india dan Pasifk. .Rndisi tersebut menunMukkan

bahwa wilayah Indonesia berada pada posisi silang sangat strategis.

Perlu kalian ketahui, bahwa

posisi silang negara Indonesia tidak

hanya meliputi aspek kewilayahan

saja, melainkan meliputi pula

aspek-aspek kehidupan sosial,

antara lain sebagai berikut.

1. Penduduk Indonesia

berada di antara daerah

berpenduduk padat di

belahan utara dan daerah

berpenduduk jarang di

belahan selatan.

2. Ideologi Indonesia terletak

antara komunisme dan

liberalisme.

3. Demokrasi Pancasila

berada di antara demokrasi

rakyat di utara (Asia daratan

bagian utara) dan demokrasi

liberal di selatan.

4. Ekonomi Indonesia berada

di antara sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di

selatan.

5. Masyarakat Indonesia berada di antara masyarakat sosialis di utara dan

masyarakat individualis di selatan.

6. Kebudayaan Indonesia berada di antara kebudayaan timur di utara dan

kebudayaan barat di selatan.

7. Sistem pertahanan dan keamanan Indonesia berada di antara sistem

pertahanan kontinental di utara dan sistem pertahanan maritim di barat,

selatan, dan timur.

Posisi silang Indonesia sebagaimana diuraikan di atas merupakan sebuah

potensi sekaligus ancaman bagi integrasi nasional. Dikatakan sebuah potensi

karena akan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa Indonesia serta

akan memperkukuh keberadaan Indonesia sebagai negara yang tidak dapat

Info Kewarganegaraan

Dalam membangun integrasi

nasional, Bangsa Indonesia selalu

dihadapkan pada ATHG, yaitu:

1. Ancaman, merupakan suatu

hal atau usaha yang bersifat

mengubah atau merombak

kebijaksanaan yang dilakukan

secara konsepsional, kriminal,

serta politik.

2. Tantangan, merupakan suatu

hal atau usaha yang bertujuan

atau bersifat menggugah

kemampuan

3. Hambatan, merupakan suatu

hal atau usaha berasal dari

diri sendiri yang bertujuan

melemahkan atau menghalangi

secara tidak konsepsional

4. Gangguan, merupakan usaha

dari luar yang bertujuan

melemahkan atau menghalangi

secara tidak konsepsional.

disepelekan perannya dalam menunjang kemajuan serta terciptanya perdamaian

dunia. Akan tetapi, posisi silang ini juga menjadikan Indonesia sebagai negara

yang tidak terbebas dari ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

Apa sebenarnya yang menjadi ancaman bagi integrasi nasional? Ancaman bagi

integrasi nasional tersebut datang dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia

sendiri dalam berbagai dimensi kehidupan, seperti ideologi, politik, ekonomi,

sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Ancaman tersebut biasanya berupa

ancaman militer dan non-militer. Nah, untuk menjawab rasa penasaran kalian,

berikut ini diuraikan secara singkat ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia.

1. Ancaman di Bidang Ideologi

Sebelum kalian mencermati uraian materi pada bagian ini, bacalah wacana

berikut ini.

Komunisme Masih Mengancam

Pancasila sebagai sebuah ideologi bangsa Indonesia masih rawan

terhadap berbagai ancaman. Salah satunya dari paham komunisme

yang bersembunyi di balik semboyan demokrasi.

BudayaZan 7aufk ,smail menuturkan, upaya seMumlah pihak untuk

mengganti Pancasila dengan ideologi komunis telah berulangkali

terjadi di Indonesia terhitung sejak 1926, 1946, 1948 dan 1965.

Beruntung setiap aksinya, Indonesia berhasil diselamatkan Tuhan

YME dan keteguhan masyarakat menjalankan Pancasila sehingga

upaya tersebut gagal. Meski tidak lagi muncul sebagai sebuah partai

karena tidak diperbRlehkan lagi, kata 7aufk, namun ideRlRgi kRmunis

hingga kini masih ada dan berkembang di Indonesia. “Masih ada,

memang tidak muncul sebagai partai karena tidak diperbolehkan.

Akan tetapi sebagai ide masih, dalam suasana yang liberalistis dan

demRkratis seperti sekarang,´ uMar 7aufk saat menMadi pembicara

dalam seminar Hari Kesaktian Pancasila dengan tema Menegakkan

Pancasila di Universitas Mercu Buana, Rabu (1/10/2014).

Dalam penafsiran demokrasi misalnya, kelompok tersebut

menganggap semua hal bisa dibentuk termasuk mewujudkan

ideologi komunis. “Semua cara mereka lakukan untuk itu, meski

tidak seluruhnya nyata tapi sangat terasa keberadaannya. Karenanya,

peran negara sangat penting dengan memegang teguh undangundang,” ujarnya. Dia mengibaratkan paham komunisme seperti

penyakit menular yang terus menyebarkan pengaruhnya. Hal ini,

lanjut dia, harus dicegah, bila tidak maka banyak yang akan menjadi

korban.

Berdasarkan penelitian literatur yang dilakukannya dalam kurun

waktu 74 tahun, penyebaran paham komunis di 76 negara telah

membunuh 120 juta manusia. Artinya, sebanyak 4.500 orang per

hari dibunuh. “Tidak ada ideologi di dunia seperti itu, Hitler saja

kalah karena cuma 1/3. Ini bukan ideologi tapi penyakit menular.

Kita menolak penyakit menular yang jahat. Makanya harus dicegah

dan dilarang,” katanya.

Pelarangan ini tidak bisa dikatakan melanggar hak asasi manusia

sebab, negara harus menjamin keselamatan rakyatnya. Di Italia,

partai fasis dilarang. Begitu juga di Jerman yang melarang paham

na]i dan kRmunis. 7aufk menegaskan, negara punya tanggung

jawab menjelaskan dampak dari paham komunis kepada generasi

penerus bangsa. Salah satunya melalui pendidikan. Kurangnya

pemahaman generasi muda terhadap paham kRmunis, tambah 7aufk,

karena belum maksimalnya sistem pendidikan yang ada. “Saya tidak

menyalahkan anak muda, wong literatur dan pengajarnya terbatas,

sejarah bukan tidak diajarkan, tetap diajarkan tapi hendaknya materi

ini disempurnakan,” kata penyair ini.

Pengamat politik Heri Budianto mengatakan, bukan hanya paham

komunisme yang harus diwaspadai, tapi juga kapitalisme dan

liberalisme. Paham tersebut memengaruhi pola pikir dan perilaku

masyarakat tanpa disadari. Hal itu dapat dilihat dari perubahan perilaku

dan sikap nasionalisme. “Ancaman terhadap ideologi Pancasila

akan selalu datang dalam bentuk beragam. Kalau komunisme jadi

ancaman maka kapitalis dan imprealisme juga musuh kita. Di era

sekarang ini yang menjadi sasaran tembak adalah mind set kita. Ini

bentuk penjajahan baru,” kata dia.

Direktur PolcoMM Institute ini menyadari, kurangnya pemahaman

generasi sekarang terhadap bahaya komunisme karena informasi

yang mereka terima tidak bersifat faktual. “Perlu ada pembenahan

sistem pendidikan utamanya kurikulum agar pemahaman terhadap

sesuatu itu utuh,” paparnya.

Sumber: http://nasional.sindonews.com/read/907099/12/

Tuliskan komentar kalian terhadap informasi yang disampaikan melalui wacana

tersebut.

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………

Wacana tersebut menegaskan bahwa komunisme menjadi salah satu ancaman

terhadap ideologi Pancasila, meskipun Indonesia telah menolak dengan tegas

paham komunis. Akan tetapi, apabila ancaman tersebut tidak segera di atasi,

bukan tidak mungkin komunisme akan kembali berkembang pesat di Indonesia.

Apakah ancaman terhadap Pancasila hanya dari komunisme? Tentu saja

tidak. Bangsa Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari pengaruh paham

lainnya, misalnya pengaruh liberalisme. Saat ini kehidupan masyarakat Indonesia

cenderung mengarah pada kehidupan liberal yang menekankan pada aspek

kebebasan individual. Sebenarnya, liberalisme yang disokong oleh Amerika

Serikat tidak hanya memengaruhi bangsa Indonesia, akan tetapi hampir semua

negara di dunia. Hal ini sebagai akibat dari era globalisasi. Globalisasi ternyata

mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa

manusia ke arah kemajuan dan kemakmuran. Tidak jarang hal ini memengaruhi

pikiran masyarakat Indonesia untuk tertarik pada ideologi tersebut. Akan tetapi,

pada umumnya, pengaruh yang diambil justru yang bernilai negatif, misalnya

gaya hidup yang diliputi kemewahan, pergaulan bebas, dan sebagainya. Hal

tesebut tentu saja apabila tidak diatasi akan menjadi ancaman bagi kepribadian

bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

2. Ancaman di Bidang Politik

Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam

negeri. Dari luar negeri, ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara

dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia. Intimidasi, provokasi, atau

blokade politik merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang

sering kali digunakan oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Ke depan,

bentuk ancaman yang berasal dari luar negeri diperkirakan masih berpotensi

terhadap Indonesia. Untuk itu, diperlukan peran dari fungsi pertahanan nonmiliter untuk menghadapinya.

Sumber: www.zonadamai.com

Gambar 5.1 Tindakan anarkis menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia dalam bidang politik

Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri

dapat berupa penggunaan kekuatan dalam bentuk pengerahan massa untuk

menumbangkan pemerintah yang berkuasa. Bentuk lain yang digunakan adalah

menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerintah. Selain

itu, ancaman separatisme merupakan bentuk lain dari ancaman politik yang timbul

dari dalam negeri. Sebagai bentuk ancaman politik, separatisme dapat menempuh

pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata. Pola perjuangan

tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati masyarakat internasional.

Oleh karena itu, separatisme sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan

militer. Hal ini membuktikan bahwa ancaman di bidang politik memiliki tingkat

risiko yang besar yang dapat mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan

bangsa.

Tugas Mandiri 5.1

Pada saat ini, sering sekali terjadi kasus-kasus bernuansa politik yang berpotensi

melumpuhkan integrasi nasional seperti kerusuhan yang disebabkan ketidakpuasan

terhadap hasil pilkada. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan

akan hal tersebut, cRba kalian identifkasi kasus-kasus tersebut dan tuliskan hasil

identifkasi kalian pada tabel di baZah ini.

No Jenis Kasus Faktor Penyebab Dampak yang Muncul

1.

2.

3.

4.

5.

3. Ancaman di Bidang Ekonomi

Pada saat ini ekonomi suatu negara tidak dapat berdiri sendiri. Hal tersebut

merupakan bukti nyata dari pengaruh globalisasi. Dapat dikatakan, saat ini tidak

ada lagi negara yang mempunyai kebijakan ekonomi yang tertutup dari pengaruh

negara lainnya.

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan

perdagangan ketika negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar

yang semakin terintegrasi dengan

tanpa rintangan batas teritorial

negara. Globalisasi perekonomian

mengharuskan penghapusan

seluruh batasan dan hambatan

terhadap arus modal, barang, dan

jasa. Ketika globalisasi ekonomi

terjadi, batas-batas suatu negara

akan menjadi kabur dan keterkaitan

antara ekonomi nasional dengan

perekonomian internasional

akan semakin erat. Globalisasi

perekonomian di satu pihak

akan membuka peluang pasar

produk dari dalam negeri ke pasar

internasional secara kompetitif.

Sebaliknya, juga membuka

peluang masuknya produk-produk

global ke dalam pasar domestik.

Hal tersebut tentu saja selain menjadi keuntungan, juga menjadi ancaman bagi

kedaulatan ekonomi suatu negara.

Adapun pengaruh negatif globalisasi ekonomi yang dapat menjadi ancaman

kedaulatan Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi di antaranya sebagai

berikut.

a. Indonesia akan dibanjiri oleh barang-barang dari luar negeri seiring

dengan adanya perdagangan bebas yang tidak mengenal adanya batasbatas negara. Hal ini mengakibatkan semakin terdesaknya barang-barang

lokal terutama yang tradisional, karena kalah bersaing dengan barangbarang dari luar negeri.

Info Kewarganegaraan

Ekonomi kerakyatan sangat

menghindari hal-hal berikut.

• Sistem Free fght liberalism yang

hanya menguntungkan pelaku

ekonomi liberal.

• Sistem etatisme, dalam arti

negara beserta aparatur

negara bersifat dominan dan

mematikan potensi dan daya

kreasi unit-unit ekonomi di luar

sektor negara.

• Pemusatan kekuatan ekonomi

pada suatu kelompok dalam

bentuk monopoli yang

merugikan masyarakat dan

bertentangan dengan cita-cita

keadilan sosial.

b. Cepat atau lambat

perekonomian negara kita

akan dikuasai oleh pihak

asing, seiring dengan

semakin mudahnya

orang asing menanamkan

modalnya di Indonesia.

Pada akhirnya mereka dapat

mendikte atau menekan

pemerintah atau bangsa

kita. Dengan demikian,

bangsa kita akan dijajah

secara ekonomi oleh negara

investor.

c. Timbulnya kesenjangan

sosial yang tajam sebagai

akibat dari adanya

persaingan bebas.

Sumber: www.

waspada.co.id

Gambar 5.2 Berbagai

merek handphone

mudah ditemukan di

Indonesia

Penanaman Kesadaran

Berkonstitusi

Masyarakat paripurna, adil dan

makmur, merata secara material

dan spiritual hanya akan tercapai

apabila pembangunan nasional

berjalan lancar. Kelancaran proses

pembangunan nasional didorong

oleh keadaan negara yang aman

dan damai serta terbebas dari

segala hambatan, tantangan,

ancaman dan gangguan, baik yang

berasal dari dalam maupun dari

luar negeri. Kondisi tersebut dapat

tercipta bila setiap warga negara

Indonesia selalu waspada dan siap

siaga mengamankan keutuhan dan

integrasi nasional.

Persaingan bebas tersebut akan menimbulkan adanya pelaku ekonomi

yang kalah dan yang menang. Pihak yang menang akan dengan leluasa

memonopoli pasar, sedangkan yang kalah akan menjadi penonton yang

senantiasa tertindas.

d. Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi semakin berkurang,

koperasi semakin sulit berkembang, dan penyerapan tenaga kerja dengan

pola padat karya semakin ditinggalkan sehingga angka pengangguran dan

kemiskinan sulit dikendalikan.

e. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Apabila

hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara maka dalam

jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam

jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya

pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan

semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat

diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi

menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka

panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil

dan masalah sosial ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk

Tugas Mandiri 5.2

Pada saat ini, di setiap daerah baik wilayah perkotaan maupun pedesaan banyak

berdiri toko-toko swalayan seperti supermarket dan minimarket. Hal tersebut

tentu saja akan berpengaruh terhadap perekonomian daerah tersebut. Selain

itu, kehadiran supermarket dan minimarket juga akan berpengaruh terhadap

keberadaan pasar atau warung tradisional. Berkaitan dengan hal tersebut, coba

kalian lakukan analisis terhadap hal tersebut.

Analisis saya: ……………………………………………………………………

……………….……………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………….

4. Ancaman di Bidang Sosial Budaya

Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman

dari dalam dan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu-isu

kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut menjadi

titik pangkal timbulnya permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan,

dan bencana akibat perbuatan manusia. Isu tersebut akan mengancam persatuan

dan kesatuan bangsa, nasionalisme, dan patriotisme.

Ancaman dari luar timbul sebagai akibat pengaruh negatif globalisasi, di

antaranya sebagai berikut.

a. Munculnya gaya hidup konsumtif yang selalu mengkonsumsi barangbarang dari luar negeri.

b. Munculnya sifat hedonisme yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai

suatu nilai hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia suka memaksakan

diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut,

meskipun harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Seperti mabuk-mabukan, pergaulan bebas, foya-foya, dan sebagainya.

c. Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri

serta memandang orang lain tidak ada dan tidak bermakna. Sikap seperti

ini dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang lain, misalnya

sikap selalu menghardik pengemis, pengamen, dan sebagainya.

d. Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi

kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru

model pakaian yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya

bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku, misalnya

memakai rok mini, lelaki memakai anting-anting, dan sebagainya.

e. Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian,

dan kesetiakawanan sosial.

f. Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

5. Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Wujud ancaman di bidang pertahanan dan keamanan pada umumnya berupa

ancaman militer. Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan

bersenjata dan terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan

kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman

militer dapat berupa agresi/invasi, pelanggaran wilayah, pemberontakan

bersenjata, sabotase, spionase, aksi teror bersenjata, ancaman keamanan laut dan

udara.

Agresi suatu negara yang dikategorikan mengancam kedaulatan negara,

keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia mempunyai bentukbentuk mulai dari yang berskala paling besar sampai dengan yang terendah.

Invasi merupakan bentuk agresi yang berskala paling besar dengan menggunakan

kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki

wilayah suatu negara. Bangsa Indonesia pernah merasakan pahitnya diinvasi atau

diserang oleh Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia sebanyak dua kali,

yaitu 21 Juli 1947 dan 19 Desember 1948.

Bentuk lain dari ancaman militer yang peluang terjadinya cukup tinggi adalah

tindakan pelanggaran wilayah (wilayah laut, ruang udara, dan daratan) Indonesia

oleh negara lain. Konsekuensi Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas

dan terbuka berpotensi terjadinya pelanggaran wilayah.

Ancaman militer dapat pula terjadi dalam bentuk pemberontakan bersenjata.

Pemberontakan tersebut pada dasarnya merupakan ancaman yang timbul dan

dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di dalam negeri. Pemberontakan bersenjata

tidak jarang disokong juga oleh kekuatan asing, baik secara terbuka maupun

tertutup.

Pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Indonesia yang sah

merupakan bentuk ancaman militer yang dapat merongrong kewibawaan negara

dan jalannya roda pemerintahan. Dalam perjalanan sejarah, bangsa Indonesia

pernah mengalami sejumlah aksi pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh

gerakan radikal seperti DI/TII, PRRI, Permesta, Pemberontakan PKI Madiun,

serta G-30-S/PKI. Sejumlah aksi pemberontakan bersenjata tersebut tidak hanya

mengancam pemerintahan yang sah, tetapi juga mengancam tegaknya Negara

Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara

Republik Indonesia Tahun 1945.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar 5.3 Para Pahlawan Revolusi yang menjadi korban akibat Pemberontakan PKI

Indonesia memiliki sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang

rawan terhadap aksi sabotase yang harus dilindungi. Fungsi pertahanan negara

ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap objek-objek vital nasional

dan instalasi strategis dari setiap kemungkinan aksi sabotase dengan mempertinggi

kewaspadaan yang didukung oleh teknologi yang mampu mendeteksi dan

mencegah secara dini.

Pada abad modern dewasa ini, kegiatan spionase dilakukan oleh agen-agen

rahasia untuk mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara lain. Kegiatan

spionase dilakukan secara tertutup dengan menggunakan kemajuan ilmu

pengetahuan dan teknologi sehingga tidak mudah dideteksi. Kegiatan tersebut

merupakan bentuk ancaman militer yang memerlukan penanganan secara khusus

untuk melindungi kepentingan pertahanan dari kebocoran yang akan dimanfaatkan

oleh pihak lawan.

Aksi teror bersenjata merupakan bentuk kegiatan terorisme yang mengancam

keselamatan bangsa dengan menebarkan rasa ketakutan yang mendalam serta

menimbulkan korban tanpa mengenal rasa perikemanusiaan. Sasaran aksi teror

bersenjata dapat menimpa siapa saja sehingga sulit diprediksi dan ditangani dengan

cara-cara biasa. Perkembangan aksi teror bersenjata yang dilakukan oleh teroris

pada dekade terakhir meningkat cukup pesat dengan mengikuti perkembangan

politik, lingkungan strategis, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Gangguan keamanan di laut dan udara merupakan bentuk ancaman militer yang

mengganggu stabilitas keamanan Zilayah nasiRnal ,ndRnesia. .Rndisi geRgrafs

Indonesia dengan wilayah perairan serta wilayah udara Indonesia yang terbentang

pada pelintasan transportasi dunia yang padat, baik transportasi maritim maupun

dirgantara berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keamanan

laut dan udara.

Bentuk-bentuk gangguan keamanan di laut dan udara yang mendapat prioritas

perhatian dalam penyelenggaraan pertahanan negara meliputi pembajakan atau

perompakan, penyelundupan senjata, amunisi dan bahan peledak atau bahan lain

yang dapat membahayakan keselamatan bangsa. Penangkapan ikan secara ilegal,

atau pencurian kekayaan laut termasuk pencemaran lingkungan juga merupakan

bentuk gangguan keamanan di laut.

Tugas Mandiri 5.3

Nah, setelah membaca uraian materi di atas, coba kalian prediksikan apa yang

akan terjadi apabila ancaman-ancaman di bidang pertahanan dan keamanan tidak

dapat ditanggulangi oleh negara kita. Tuliskan prediksi kalian di bawah ini.

Prediksi saya………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

B. Strategi Mengatasi Berbagai Ancaman terhadap

Ipoleksosbudhankam dalam Membangun Integrasi Nasional

Seperti yang diungkapkan pada bagian sebelumnya, bahwa globalisasi telah

berpengaruh kepada semua bidang kehidupan, di antaranya dalam bidang politik,

ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Berkaitan dengan hal

tersebut, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus mempunyai sikap yang

tegas terhadap segala pengaruh negatif yang datang dari luar sebagai wujud dari

globalisasi. Hal itu penting dilakukan untuk menjalankan strategi pertahanan

dalam menghadapi berbagai macam ancaman. Berikut ini dipaparkan strategi

yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai macam

ancaman dalam bidang Ipoleksosbudhankam.

1. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ideologi dan Politik

Ada empat hal yang selalu dikedepankan oleh globalisasi dalam bidang

ideologi dan politik yaitu demokratisasi, kebebasan, keterbukaan, dan hak asasi

manusia. Keempat hal tersebut oleh negara-negara adidaya (Amerika Serikat dan

sekutunya) dijadikan standar atau acuan bagi negara-negara lainnya yang tergolong

sebagai negara berkembang. Acuan tersebut dibuat berdasarkan kepentingan

negara adidaya tersebut, tidak berdasarkan kondisi negara yang bersangkutan.

Tidak jarang jika suatu negara tidak mengedepankan empat hal tersebut dalam

kehidupan politik di negaranya, maka negara tersebut akan dianggap sebagai

musuh bersama, bahkan lebih menyedihkan lagi dianggap sebagai teroris dunia

serta diberikan sanksi berupa embargo dalam segala hal yang menyebabkan

timbulnya kesengsaraan seperti kelaparan, kRnfik, dan sebagainya. 6ebagai

contoh, Indonesia pernah diembargo dalam bidang ekonomi oleh Amerika Serikat

yaitu tidak memberikan suku cadang pesawat F-16 dan bantuan militer lainnya,

karena pada waktu itu Indonesia dituduh tidak demokratis dan melanggar hak

asasi manusia. Sanksi tersebut hanya diberlakukan kepada negara-negara yang

tidak menjadi sekutu Amerika Serikat, sementara sekutunya tetap dibiarkan

meskipun melakukan pelanggaran. Misalnya, Israel yang banyak membunuh

rakyat Palestina dan menyerang Lebanon tetap direstui tindakannya tersebut oleh

Amerika serikat.

Di sisi lain, isu demokrasi pada saat ini benar-benar memengaruhi kehidupan

berbangsa dan bernegara. Segala peristiwa selalu dikaitkan dengan demokratisasi.

Akan tetapi, demokrasi yang diusung adalah demokrasi yang dikehendaki

oleh negara-negara adidaya yang digunakan untuk menekan bahkan menyerang

negara-negara berkembang yang bukan sekutunya. Akibatnya selalu terjadi

kRnfik kepentingan yang pada akhirnya mengarah pada pertikaian antarnegara.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia sebagai negara yang menganut

paham Demokrasi Pancasila harus mampu menumbuhkan pemerintahan yang

kuat, mandiri, dan tahan uMi, serta mampu mengelRla kRnfik kepentingan. .Rnfik

kepentingan dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang

pluralistik. PengelRlaan kRnfik kepentingan dilakukan dengan tetap memperteguh

wawasan kebangsaan yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.

Bangsa Indonesia harus mampu menunjukkan eksistensinya sebagai negara

yang kuat dan mandiri, namun tidak meninggalkan kemitraan dan kerja sama

dengan negara-negara lain dalam hubungan yang seimbang, saling menguntungkan,

saling menghormati, dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing. Untuk

mencapai hal tersebut, bangsa Indonesia harus segera mewujudkan hal-hal sebagai

berikut.

a. Mengembangkan demokrasi politik.

b. Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik.

c. Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik agar menjalankan fungsi

dan peranannya secara baik dan benar.

d. Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan

yang bersih dan berwibawa.

e. Menegakkan supremasi hukum.

f. Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional.

2. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi

Sebenarnya sebelum menyentuh

bidang politik, globalisasi lebih

dahulu terjadi pada bidang

ekonomi. Sejak digulirkannya

liberalisasi ekonomi oleh Adam

Smith sekitar abad ke-15 telah

melahirkan perusahaan-perusahaan

multinasional yang melakukan

aktivitas perdagangannya ke

berbagai negara. Mulai abad 20,

paham liberal kembali banyak

dianut oleh negara-negara di

dunia terutama negara maju. Hal

ini membuat globalisasi ekonomi

semakin mempercepat perluasan

jangkauannya ke semua tingkatan

negara mulai negara maju sampai

negara berkembang seperti

Indonesia.

Penanaman Kesadaran

Berkonstitusi

Globalisasi tidak bisa kita

hindari. Supaya globalisasi dapat

mendatangkan manfaat bagi

kemajuan bangsa, kita harus

bersikap selektif terhadap semua

pengaruh globalisasi. Pengaruh

globalisasi yang tidak sesuai dengan

kepribadian bangsa seharusnya

kita tolak seperti pergaulan bebas,

kebiasaan minum minuman

keras, berpakaian seronok dan

sebagainya. Sebaliknya, pengaruh

globalisasi yang sesuai dengan

kepribadian bangsa dapat kita

terima, seperti bekerja keras, hemat,

disiplin, bertanggung jawab,

inovatif, kreatif dan sebagainya.

Kenyataan yang terjadi, globalisasi ekonomi lebih dikendalikan oleh negaranegara maju. Sementara negara-negara berkembang kurang diberi ruang dan

kesempatan untuk memperkuat perekonomiannya. Negara-negara berkembang

semacam Indonesia lebih sering dijadikan objek yang hanya bertugas melaksanakan

keinginan-keinginan negara maju. Keberadaan lembaga-lembaga ekonomi dunia

seperti IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia (World Bank) dan

WTO (World Trade Organization) belum sepenuhnya memihak kepentingan

negara-negara berkembang. Dengan kata lain, negara-negara berkembang hanya

mendapat sedikit manfaat bahkan menderita karena kebijakan yang salah dan

aturannya yang tidak jelas. Hal tersebut dikarenakan ketiga lembaga tersebut

selama ini selalu berada di bawah pengawasan pemerintahan negara-negara maju

sehingga semua kebijakannya selalu memihak kepentingan-kepentingan negara

maju.

Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan

ancaman di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsa kita dalam

semua hal. Untuk mewujudkan hal tersebut, kiranya perlu segera diwujudkan halhal di bawah ini.

a. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik bagi

pasar dalam negeri sehingga dapat memperkuat perekonomian rakyat.

b. Pertanian dijadikan prioritas utama, karena mayoritas penduduk

Indonesia bermatapencaharian sebagai petani. Industri-industri haruslah

menggunakan bahan baku dalam negeri sehingga tidak bergantung impor

dari luar negeri.

Sumber: www.distanbun.acehprov.go

Gambar 5.4 Pertanian merupakan potensi besar bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman

globalisasi ekonomi

c. Perekonomian berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Artinya, segala

sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak harus terjangkau oleh

daya beli masyarakat.

d. Tidak bergantung pada badan-badan multilateral seperti IMF, Bank Dunia,

dan WTO.

e. Mempererat kerja sama dengan sesama negara berkembang untuk

bersama-sama menghadapi kepentingan negara-negara maju.

3. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Sosial Budaya

Kehidupan sosial budaya di negara-negara berkembang, perlu memperhatikan

gejala perubahan yang terjadi, terutama mengenai sebab-sebabnya. Banyak faktor

yang mungkin menimbulkan perubahan sosial, di antaranya yang memegang

peranan penting ialah faktor teknologi dan kebudayaan. Faktor–faktor itu berasal

dari dalam maupun dari luar. Biasanya, yang berasal dari luar lebih banyak

menimbulkan perubahan. Agar dapat memahami perubahan sosial yang terjadi,

perlu dipelajari bagaimana proses perubahan itu terjadi dan bagaimana perubahan

itu diterima masyarakat.

Pengaruh dari luar yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang tidak

menguntungkan serta dapat membahayakan kelangsungan hidup kebudayaan

nasional. Bangsa Indonesia harus selalu waspada akan kemungkinan adanya

kesengajaan pihak luar untuk memecah kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan

hidup sosial budaya, bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan

dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam

semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan

kemajuan lahir dan kesejahteraan batin. Kesadaran akan perlunya keseimbangan

dan keserasian melahirkan toleransi yang tinggi sehingga dapat menjadi bangsa

yang berbhinneka dan bertekad untuk selalu hidup bersatu.

4. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Ancaman militer akan sangat berbahaya apabila tidak diatasi. Oleh karena itu,

harus diterapkan strategi yang tepat untuk mengatasinya. UUD Negara Republik

Indonesia Tahun 1945 telah mengatur strategi pertahanan dan keamanan bangsa

Indonesia dalam mengatasi ancaman militer tersebut. Pasal 30 ayat (1) sampai (5)

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan sebagai berikut.

 (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan

dan keamanan negara.

(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem

pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia

dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan

rakyat sebagai kekuatan pendukung.

(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut

dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan,

melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga

kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi,

melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara

Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia

dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan

tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan

dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan

keamanan diatur dengan undang-undang.

Ketentuan di atas menegaskan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara

Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Dengan

kata lain, pertahanan dan keamanan negara tidak hanya menjadi tanggung jawab

TNI dan POLRI saja, tetapi masyarakat sipil juga bertanggung jawab terhadap

pertahanan dan kemanan negara. TNI dan POLRI manunggal bersama masyarakat

sipil dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga memberikan gambaran

bahwa strategi pertahanan dan keamanan negara untuk mengatasi berbagai

macam ancaman militer dilaksanakan dengan menggunakan sistem pertahanan

dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). Sistem pertahanan dan kemanan

rakyat semesta pada hakikatnya adalah segala upaya menjaga pertahanan dan

keamanan negara yang seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana

dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara merupakan satu kesatuan

pertahanan yang utuh dan menyeluruh. Dengan kata lain, penyelenggaraan

sishankamrata didasarkan pada kesadaran akan hak dan kewajiban seluruh

warga negara serta keyakinan akan kekuatan sendiri untuk mempertahankan

kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang merdeka, bersatu,

berdaulat, adil dan makmur.

Sistem pertahanan dan

kemanan yang bersifat semesta

merupakan pilihan yang paling

tepat bagi pertahanan Indonesia

yang diselenggarakan dengan

keyakinan pada kekuatan sendiri

serta berdasarkan atas hak dan

kewajiban warga negara dalam

usaha pertahanan negara. Meskipun

dikemudian hari Indonesia telah

mencapai tingkat kemajuan yang

cukup tinggi, model tersebut tetap menjadi pilihan strategis untuk dikembangkan

dengan menempatkan warga negara sebagai subjek pertahanan negara sesuai

dengan perannya masing-masing.

Sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta bercirikan

berikut.

a. Kerakyatan, yaitu orientasi pertahanan dan keamanan negara diabdikan

oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat.

b. Kesemestaan, yaitu seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi

upaya pertahanan.

c. Kewilayahan, yaitu gelar kekuatan pertahanan dilaksanakan secara

menyebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai

dengan kRndisi geRgrafs sebagai negara kepulauan.

Sumber: www.tegalkab.go

Gambar 5.5 Perwujudan kemanunggalan TNI/Polri dan rakyat

Info Kewarganegaraan

Komponen sistem pertahanan dan

kemanan rakyat semesta terdiri

atas:

1. TNI sebagai kekuatan utama

sistem pertahanan.

2. POLRI sebagai kekuatan utama

sistem kemanan.

3. Rakyat sebagai kekuatan

pendukung.

Pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan didasarkan pada doktrin dan

strategi sishankamrata yang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan ancaman

yang dihadapi Indonesia. Agar pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan

dapat terlaksana secara eIektiI dan efsien, diupayakan keterpaduan yang sinergis

antara unsur militer dengan unsur militer lainnya, maupun antara kekuatan militer

dengan kekuatan nirmiliter. Keterpaduan antara unsur militer diwujudkan dalam

keterpaduan tiga kekuatan militer Republik Indonesia, yaitu keterpaduan antar

kekuatan darat, kekuatan laut, dan kekuatan udara. Adapun, keterpaduan antara

kekuatan militer dan kekuatan nirmiliter diwujudkan dalam keterpaduan antarkomponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Keterpaduan

tersebut diperlukan dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan, baik

dalam rangka menghadapi ancaman tradisional maupun ancaman non-tradisional.

Berdasarkan analisis lingkungan strategik, ancaman militer dari negara lain

(ancaman tradisional) yang berupa invasi, adalah kecil kemungkinannya. Namun

demikian, kemungkinan ancaman tersebut tidak dapat diabaikan dan harus

tetap dipertimbangkan. $ncaman tradisiRnal yang lebih mungkin adalah kRnfik

terbatas yang berkaitan dengan pelanggaran wilayah dan/menyangkut masalah

perbatasan. Komponen Utama disiapkan untuk melaksanakan operasi militer

untuk perang (OMP). Penggunaan komponen cadangan dilaksanakan sebagai

pengganda kekuatan komponen utama bila diperlukan, melalui proses mobilisasi/

demobilisasi. Kendati kekuatan pertahanan siap dikerahkan untuk melaksanakan

OMP, namun setiap bentuk perselisihan dengan negara lain selalu diupayakan

penyelesaiannya melalui jalan damai. Penggunaan kekuatan pertahanan untuk

tujuan perang hanya dilaksanakan sebagai jalan terakhir apabila cara-cara damai

tidak berhasil.

Ancaman non-tradisional adalah ancaman yang dilakukan oleh aktor nonnegara terhadap keutuhan wilayah, kedaulatan negara, dan keselamatan bangsa

Indonesia. Ancaman non-tradisional merupakan ancaman faktual yang saat ini

dihadapi oleh Indonesia. Termasuk dalam ancaman ini adalah gerakan separatis

bersenjata, terorisme internasional maupun domestik, aksi radikal, pencurian

sumber daya alam, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan berbagai bentuk

aksi ilegal lain yang berskala besar. Oleh karenanya kekuatan pertahanan,

terutama TNI, juga disiapkan untuk melaksanakan operasi militer selain perang

(OMSP) guna menghadapi ancaman non-tradisional. Pengerahan kekuatan TNI

untuk OMSP dilaksanakan berdasarkan keputusan politik pemerintah.

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)