Pengertian Catur Varna

Pengelompokkan masyarakat menjadi empat kelas ini sebenarnya bukan saja hanya terdapat pada Hindu saja, tetapi bersifat universal. Klasifikasi tergantung dari tipe alam dan bakat kelahiran manusia. Setiap kelompok dari empat kelas ini mempunyai karakter tertentu.

Ini tidak selalu ditentukan oleh keturunan, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Bhagawad Gita. Teori Varna adalah sangat luas dan mendalam. Tiap-tiap individu adalah fokus dari yang maha tinggi. Selama manusia melakukan pekerjaan sesuai dengan alam kelahirannya, itu adalah baik dan benar. Dan bila mereka hanya mengabdikan diri kepada Tuhan, pekerjaannya adalah menjadi alat penyempurna dari jiwanya. Problem dari kehidupan manusia pada dasarnya adalah menemui kebenaran dari jiwa kita dan lalu hidup menurut kebenaran itu. Ada empat tipe pada garis besarnya kehidupan manusia itu, yakni dengan mengembangkan empat macam kehidupan sosial.

Keempat kelas ini tidak ditentukan oleh kelahiran akan tetapi karakteristik psikologis. Yang manakah bagian-bagian dari Catur Varna tersebut? Untuk lebih memudahkan kita memahami tentang keberadaan “Catur Varna” ke empat bagian yang dimaksud adalah; 1. Brāhmaṇa Varna 2. Kṣatriya Varna 3. Waiṣya Varna 4. Śudra Varna Masing-masing bagian dari Catur Varna tersebut di atas dapat dijelaskan secara singkat seperti di bawah ini:

1. Brāhmaṇa Varna adalah individu atau golongan masyarakat yang berkecimpung dalam bidang kerohanian. Keberadaan golongan ini tidak berdasarkan atas keturunan, melainkan karena ia mendapatkan kepercayaan dan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas itu. Seseorang disebut Brahmana karena ia memiliki kelebihan dalam bidang kerohanian.

2. Kṣatriya Varna ialah individu atau golongan masyarakat yang memiliki keahlian dibidang memimpin bangsa dan negara. Keberadaan golongan ini tidak berdasarkan atas keturunan, melainkan karena ia mendapatkan kepercayaan dan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas itu. Seseorang disebut ksatrya karena ia memiliki kelebihan dalam bidang kepemimpinan.

3. Waiṣya Varna adalah individu atau golongan masyarakat yang memiliki keahlian dibidang pertanian dan perdagangan. Keberadaan golongan ini tidak berdasarkan atas keturunan, melainkan karena ia mendapatkan kepercayaan dan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas-tugas untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Seseorang disebut waisya karena ia memiliki kelebihan dalam bidang pertanian dan perdagangan.

4. Śudra Varna ialah individu atau golongan masyarakat yang memiliki keahlian dibidang pelayanan atau membantu. Keberadaan golongan ini tidak berdasarkan atas keturunan, melainkan karena ia memiliki kemampuan tenaga yang kuat dan mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas-tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seseorang disebut sudra karena ia memiliki kelebihan dalam bidang pelayanan. Berdasarkan uraian singkat tersebut dapat dinyatakan bahwa yang disebut Catur Varna adalah mengelompokkan masyarakan berdasarkan guna dan karma.

Penggolongan masyarakat ini didasarkan atas fungsional, oleh karena pembagian golongan ini didasarkan atas tugas, kewajiban, dan fungsinya di dalam masyarakat. Penggolongan ini bukan bersifat turun-tumurun. Adanya penggolongan ini merupakan suatu kenyataan dan kebutuhan dalam masyarakat. Sistem Varna tidak sama dengan kasta, sebab agama Hindu mengutamakan ajaran Tat Twam Asi dalam memupuk pergaulan dan kerjasama dalam masyarakat. Jadi semuanya itu berdasarkan sifat dan sikap saling hormat-menghormati untuk meningkatkan sikap kemanusiaan yang agamais. Siapa saja diantara umat kebanyakan akan dapat menjadi “Brahmana, Ksatriya, Wesya, dan Sudra” bila memiliki kemauan dan kemampuan untuk itu. Tinggi rendahnya kedudukan seseorang di dalam masyarakat tidak ditentukan oleh keturunannya, melainkan oleh kemampuannya untuk menjalankan suatu tugas.

Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

View all posts by Ningsih →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares