in

Wawasan Nusantara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwasannya kalian telah memasuki

bab terakhir dalam buku ini yaitu Wawasan Nusantara dalam Konteks Negara

Kesatuan Republik Indonesia. Semoga materi-materi yang dipelajari menambah

ilmu dan pengetahuan kalian.

Pernahkah kalian mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah? Atau kalian

melihat di televisi dan surat kabar macam-macam rumah adat yang ada di

Indonesia? Seperti yang kalian ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang

memiliki banyak kebudayaan dan adat istiadat. Oleh karena itu, perlu ada cara

pandang dan sikap yang sama mengenai diri dan lingkungannya. Sebelum kalian

mempelajari bab ini adakah pertanyaan yang akan kalian tanyakan? Tuliskan

pertanyaan kalian pada kolom berikut ini.

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

Indonesia merupakan negara yang beraneka ragam dengan mengutamakan

persatuan dan kesatuan. Pada bab ini akan dipaparkan bagaimana pentingnya

wawasan nusantara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BAB

7

Wawasan Nusantara dalam

Konteks Negara Kesatuan

Republik Indonesia

A. Wawasan Nusantara

1. Pengertian Wawasan Nusantara

Berdasarkan gambar tersebut, jawablah pertanyaan berikut dengan tepat.

1. Mengapa mereka ingin tetap mewujudkan Indonesia kokoh dalam

persatuan, padahal bangsa Indonesia itu berbeda-beda?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

2. Coba tuliskan contoh kasus yang pernah terjadi di lingkungan sekolah

atau rumah kalian yang dapat merugikan persatuan dalam konteks

Wawasan Nusantara?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

3. Upaya apakah yang harus dilakukan untuk menjaga Wawasan Nusantara?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

4. Apakah kalian termasuk orang yang mampu menghindari dari sikap

atau perbuatan yang dapat merugikan persatuan?

Jika iya, alasannya ………………………………………………………

……………………………………………………………………………

Jika tidak, alasannya ……………………………………………………

……………………………………………………………………………

Sumber: http://www.kanvasmaya.wordpress.com

Gambar 7.1 Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak perbedaan, baik

adat, budaya, agama, suku maupun yang lainnya.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 195

5. Bagaimana pendapat kalian melihat orang yang berperilaku dan bersikap

merugikan persatuan dan kesatuan bangsa?

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

Apa yang kalian ketahui tentang istilah Wawasan Nusantara? Pernahkah

kalian membaca tentang literatur Wawasan Nusantara? Jika belum, carilah

di internet atau sumber lain tentang Wawasan Nusantara! Atau mari kita

pelajari bersama-sama tentang Wawasan Nusantara pada subbab ini.

Berdasarkan teori-teori tentang wawasan, latar belakang, falsafah Pancasila,

latar belakang pemikiran aspek wilayah, aspek sosial budaya, dan aspek

kesejarahan, terbentuklah satu wawasan nasional Indonesia yang disebut

Wawasan Nusantara dengan rumusan pengertian yang sampai saat ini terus

berkembang. Banyak pengertian tentang Wawasan Nusantara, tetapi ada

satu pendapat pengertian Wawasan Nusantara yang diusulkan menjadi

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibuat di Lemhanas Tahun

1999 sebagai berikut.

“Cara pandang dan sikap bangsa

Indonesia mengenai diri dan

lingkungannya yang serba beragam

dan bernilai strategis dengan

mengutamakan persatuan dan

kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah

dalam menyelenggarakan kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

untuk mencapai tujuan nasional”.

Dengan demikian, Wawasan Nusantara

mencakup semua aspek kehidupan yang utuh sehingga tidak dapat dipisahpisahkan sesuai dengan kepentingan. Bangsa Indonesia yang majemuk

harus mampu membina dan membangun atau menyelenggarakan

kehidupan nasional yang baik. Untuk itu, pembinaan dan penyelenggaraan

tata kehidupan bangsa dan negara disusun atas dasar hubungan timbal

balik antara semua aspek dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan

nasional. Dari pengertian di atas maka pengertian yang digunakan

Info Kewarganegaraan

Wawasan Nusantara pada

dasarnya merupakan cara

pandang terhadap bangsa

sendiri. Kata “wawasan”

berasal dari kata “wawas”

yang bearti melihat atau

memandang

(S. Sumarsono, 2005)..

sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik

Indonesia, adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonnesia mengenai

diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan

mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai

serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional

untuk mencapai tujuan nasional.

Secara etimologis, Wawasan Nusantara berasal dari kata wawasan dan

Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa jawa) yang berarti

pandangan, tinjauan dan penglihatan indrawi. Jadi wawasan adalah

pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula

cara pandang dan cara melihat. Nusantara berasal dari kata nusa dan antara.

Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan

letak antara dua unsur. Jadi Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang

terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, dan dua samudra,

yaitu samudra Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata

“Nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.

Sedangkan terminologis, wawasan menurut beberapa pendapat sebagai

berikut.

a. Menurut Prof. Wan Usman, “Wawasan Nusantara adalah cara pandang

bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara

kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.”

b. Menurut GBHN 1998, Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan

sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam

penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

c. Menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara untuk diusulkan menjadi

tap. MPR, yang dibuat Lemhannas tahun 1999, yaitu “cara pandang dan

sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba

beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan

dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan

kehipan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai

tujuan nasional.”

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, secara sederhana wawasan

nusantara berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan

lingkungannya. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia

pada hakikatnya merupakan perwujudan dari kepulauan Nusantara

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 197

sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan. Selain itu juga, Wawasan

Nusantara merupakan pencerminan dari kepentingan yang sama, tujuan

yang sama terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuamn

wilayah Indonesia. Dengan kata lain sebagai wawasan nasionalnya,

Wawasan Nusantara menjadi pola yang mendasari cara berfikir, bersikap

dan bertindak dalam rangka menangani permasalahan yang menyangkut

kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2. Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara dalam

pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup

nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap

warga masyarakat dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan

bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara

Indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara

harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia

tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah,

golongan, dan perorangan.

Kita memandang bangsa Indonesia dengan Nusantara merupakan satu

kesatuan. Jadi, hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan dan kesatuan

wilayah nasional. Dengan kata lain, hakikat Wawasan Nusantara adalah

“persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Dalam GBHN disebutkan bahwa

hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan

nusantara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan

pertahanan keamanan.

3. Asas Wawasan Nusantara

Asas Wawasan Nusantara merupakan ketentuan atau kaidah dasar

yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan

setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan

bersama. Jika asas Wawasan Nusantara diabaikan, komponen pembentuk

kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama tersebut

yang berarti tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia. Adapun, asas

Wawasan Nusantara tersebut adalah sebagai berikut.

a. Kepentingan yang sama. Ketika menegakkan dan merebut kemerdekaan,

kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajah

secara fisik dari bangsa lain. Sekarang, bangsa Indonesia harus menghadapi penjajahan yang berbeda. Misalnya, dengan cara “adu domba”

dan “memecah belah” bangsa dengan menggunakan dalih HAM,

demokrasi, dan lingkungan hidup. Padahal, tujuan kepentingannya sama

yaitu tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik daripada

sebelumnya.

b. Keadilan. Kesesuaian pembagian hasil dengan adil, jerih payah, dan

kegiatan baik perorangan, golongan, kelompok maupun daerah.

c. Kejujuran. Keberanian

berpikir, berkata, dan

bertindak sesuai realita serta

ketentuan yang benar biar

pun realita atau ketentuan

itu pahit dan kurang

enak didengarnya. Demi

kebenaran dan kemajuan

bangsa dan negara, hal itu

harus dilakukan.

d. Solidaritas. Diperlukan kerja sama, mau memberi, dan berkorban bagi

orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.

e. Kerja sama. Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas

kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun besar

dapat mencapai sinergi yang lebih baik.

f. Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan

mendirikan Negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis oleh

Boedi Oetomo Tahun 1908, Sumpah Pemuda Tahun 1928, dan Proklamasi

Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kesetiaan terhadap kesepa-katan ini

sangat penting dan menjadi tonggak utama terciptanya persatuan dan

kesatuan dalam kebhinekaan. Jika kesetiaan ini goyah, dapat dipastikan

persatuan dan kesatuan akan hancur berantakan.

Sumber: http://www.harianterbit.comGambar 7.2 Kejujuran bisa dimulai dari

lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Sikap jujur harus dilatih sejak dini.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 199

Tugas Kelompok 7.1

Diskusikan dengan kelompok kalian berbagai contoh keberhasilan dan

ketidakberhasilan pelaksanaan asas Wawasan Nusantara pada saat ini, baik dalam

masalah politik, hukum, ekonomi maupun sosial budaya.

Tabel 7.1 Contoh Keberhasilan Pelaksanaan Asas Wawasan Nusantara

No.

Contoh

Keberhasilan

Pelaksanaan

Asas Wawasan

Nusantara

Contoh

Ketidakberhasilan

Pelaksanaan

Asas Wawasan

Nusantara

Alasan Ketidakberhasilan

Pelaksanaan Asas

Wawasan Nusantara

1.

Bidang Politik

…………………

…………………

……………………

……………………

…………………………

…………………………

2.

Bidang Hukum

…………………

…………………

……………………

……………………

…………………………

…………………………

3.

Bidang Ekonomi

…………………

…………………

……………………

……………………

…………………………

…………………………

4.

Bidang Hankam

…………………

…………………

……………………

……………………

…………………………

…………………………

B. Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Wawasan nasional

merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan. Visi

bangsa Indonesia sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara adalah menjadi

bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula. Kedudukan

Wawasan Nusantara sebagai salah satu konsepsi ketatanegaran Republik

Indonesia.

1) Kedudukan

Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia

merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat Indonesia

agar tidak terjadi penyesatan atau penyimpangan dalam upaya mewujudkan

cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian, wawasan Nusantara menjadi

landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional.

2) Fungsi

Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan,

serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan,

tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat

dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3) Tujuan

Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi

di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan

kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok golongan,

suku bangsa atau daerah. Kepentingan-kepentingan tersebut tetap

dihormati, diakui, dan dipenuhi selama tidak bertentangan dengan

kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat. Nasionalisme yang

tinggi di segala bidang demi tercapainya tujuan nasional tersebut merupakan

pancaran dari makin meningkatnya rasa, paham, dan semangat kebangsaan

dalam jiwa bangsa Indonesia sebagai hasil pemahaman dan penghayatan

Wawasan Nusantara.

Setelah melalui diskusi kesadaran berbangsa dan bernegara dengan

memahami kedudukan, fungsi, dan tujuan Wawasan Nusantara, buatlah

langkah-langkah untuk menerapkan semangat kebangsaan (nasionalisme)

dalam konteks Wawasan Nusantara di lingkunganmu.

1. ………………………………………………………………………………

2. ………………………………………………………………………………

3. ………………………………………………………………………………

4. ………………………………………………………………………………

5. ………………………………………………………………………………

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 201

Perhatikan dan cermati berita berikut.

Pulau Nipah, Kepulauan Riau

Negara yang terdiri dari ribuan pulau kecil sepanjang Sabang hingga Merauke

ini membutuhkan perhatian dan fokus ekstra dari warga negaranya. Telah banyak

kasus yang timbul akibat lengahnya warga negara dan pemerintah Indonesia,

seperti kasus Ambalat, Sipadan dan Ligitan, dan belakangan ini juga timbul kasus

pada pulau Nipah.

Pulau kecil yang berada di bagian Kepulauan Riau ini berfungsi sebagai wilayah

pembatas antara Indonesia dan Singapura. Pada mulanya di tahun 1970-an sedikit

demi sedikit pasir laut yang ada di pulau ini dikeruk oleh warga Indonesia sendiri

untuk diekspor ke Singapura. Dengan perahu-perahu tongkang yang bermuatan

besar, pasir pulau Nipah di kirim ke Singapura tanpa adanya perawatan dan

pencegahan yang serius mengenai dampak yang terjadi.

Warga pesisir kepualauan Riau yang bekerja sebagai nelayan dan yang

menjadikan pulau ini sebagai sumber penghasilan mulai merasa resah dengan

kerusakan yang ditimbulkan dari eksploitasi tersebut. Bayangkan saja, sebuah

pulau kecil yang tidak berpenghuni ini memiliki biota laut yang beragam, yang

ekosistemnya terjaga dengan baik oleh alam, dan terumbu karang yang masih

asli, tiba-tiba diganggu oleh datangnya perahu-perahu besar dengan pengerukan

yang dilakukannya. Betapa ikan-ikan yang merupakan sumber penghasilan

nelayan ini terusik, dengan berkurangnya pitoplankton dan zooplankton yang

merupakan sumber makanan mereka. Akibat lain yang muncul adalah hancurnya

terumbu karang dan keruhnya air laut. Hal tersebut berdampak serius bagi

kelangsungan ikan-ikan, tumbuhan, dan kehidupan lain yang ada di bawah laut

sekitar Nipah. Masalah yang timbul adalah merosotnya penghasilan warga

sekitar dan menurunnya kesejahteraan rakyat sekitar pulau Nipah.

Sumber: www.jakartagreater.com

Berdasarkan cerita tersebut, jika dilihat dari geopolitik dan hukum internasional,

jawablah pertanyaan berikut.

1. Apa yang salah terhadap pertahanan dan keamanan Indonesia sehingga hal ini

terus berulang? Bahkan bukan hanya Nipah, terdapat kasus Ambalat, Sipadan

dan Ligitan, juga wilayah lain yang menjadi wilayah persengketaan dengan

negara tetangga.

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

2. Usaha apa yang harus dilakukan untuk menjaga keutuhan nusantara?

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

3. Apa realisasi nyata atas komitmen kalian sebagai pelajar dan warga negara

secara umum untuk menjaga keutuhan nasional sebagai bentuk kesadaran

berbangsa dan bernegara?

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

C. Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara

Konsepsi wawasan nusantara merupakan suatu konsep di dalam cara

pandang dan pengaturan yang mencakup segenap kehidupan bangsa yang

dinamakan astagatra, yang meliputi aspek alamiah (trigatra) dan aspek sosial

(pancagatra). Trigatra meliputi posisi dan lokasi geografis negara, keadaan

dan kekayaan alam, dan keadaan dan kemampuan penduduk. Pancagatra

merupakan aspek sosial kemasyarakatan terdiri dari ideologi, politik, ekonomi,

sosial budaya dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudhankam). Antara gatra

yang satu dengan yang lain terdapat hubungan yang bersifat timbal balik

dengan hubungan yang erat yang saling interdependensi, demikian juga

antara trigatra dan pancagatra.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 203

1. Aspek – Aspek Trigatra

a. Letak dan Bentuk Geografis

Jikalau kita melihat letak geografis wilayah Indonesia dalam peta

dunia, maka akan nampak jelas bahwa wilayah negara tersebut

merupakan suatu kepulauan, yang menurut wujud ke dalam, terdiri dari

daerah air dengan ribuan pulau-pulau di dalamnya. Dalam bahasa asing

bisa disebut sebagai suatu archipelago kelvar, kepulauan itu merupakan

suatu archipelago yang terletak antara Benua Asia di sebelah utara dan

Benua Australia di sebelah selatan serta Samudra Indonesia di sebelah

barat dan Samudra Pasifik di sebelah timur. Letak geografis antara dua

benua dan samudra yang penting itu, maka dikatakan bahwa Indonesia

mempunyai suatu kedudukan geografis di tengah-tengah jalan lalu lintas

silang dunia. Karena kedudukannya yang strategis itu, dipandang dari

tiga segi kesejahteraan di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya,

Indonesia telah banyak mengalami pertemuan dengan pengaruh pihak

asing (akulturasi).

Indonesia terletak pada 6 LU–11 LS, 95 BT–141 BT, dilalui garis

khatulistiwa yang di tengah-tengahnya terbentang garis equator sehingga

Indonesia mempunyai 2 musim, yaitu musim hujan dan kemarau.

b. Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat

atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan

nasional adalah sebagai berikut.

1. Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang

baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari

pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man

power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Segi negatifnya,

apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat

pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti dengan usaha peningkatan

kualitas penduduk.

2. Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Penduduk

Komposisi adalah susunan

penduduk menurut umur,

kelamin, agama, suku bangsa,

tingkat pendidikan, dan

sebagainya. Susunan penduduk

itu dipengaruhi oleh mortalitas,

fertilitas, dan migrasi. Fertilitas

sangat berpengaruh besar

terhadap umur dan jenis

penduduk golongan muda

yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan,

perluasan lapangan kerja, dan sebagainya.

3. Faktor yang Mempengaruhi Distribusi Penduduk

Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat

memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran

merata. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan kebijakan yang

mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi,

mendirikan pusat-pusat pengembangan (growth centers), pusat-pusat

industri, dan sebagainya. Kemampuan penduduk yang tidak seimbang

dengan pertumbuhan penduduk dapat menimbulkan ancamanancaman terhadap pertahanan nasional.

Tugas Mandiri 7.1

Coba kalian cari di internet dan sumber lain tentang akibat dari faktor

kependudukan terhadap jumlah penduduk.

Sumber: http://www.nasional.sindonews.com

Gambar 7.3 Indonesia merupakan

negara yang mempunyai komposisi

penduduk yang beraneka ragam, baik

suku, agama, ras, dan golongan.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 205

Tabel 7.2. Akibat dari Faktor Kependudukan

No Faktor Akibat

1. Kelahiran

(Natalitas) Jumlah penduduk bertambah

2. Kematian

(Mortalitas)

3. Perpindahan

(Migrasi)

c. Keadaan dan kekayaan alam

Kekayaan sumber-sumber alam sebenarnya terdapat di atmosfir, di

permukaan bumi, di laut, di perairan, dan di dalam bumi. Sumber-sumber

alam sesungguhnya mempunyai arti yang sangat luas di mana Indonesia

terkenal sebagai negara yang mempunyai sumber-sumber alam yang

berlimpah ruah. Sebagai gambaran umum, sumber-sumber alam

termasuk sumber-sumber pelican atau mineral, sumber-sumber nabati

atau flora, dan sumber-sumber hewani atau fauna. Untuk memulai dengan

sumber-sumber pelican atau mineral dapat diutarakan, bahwa negara

Indonesia mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi bahanbahan galian, biji-bijian maupun bahan-bahan galian industri di samping

sumber-sumber tenaga lain. Sifat unik kekayaan alam yaitu jumlahnya

yang terbatas dan penyebarannya tidak merata. Sehingga menimbulkan

ketergantungan dari dan oleh negara dan bangsa lain. Bentuk sumber

daya alam ada 2 (dua) , yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui

dan tidak dapat diperbarui.

Sumber daya alam harus diolah atau dimanfaatkan dengan berprinsip

atau asas maksimal, lestari, dan berdaya saing

1) Asas maksimal

Artinya sumber daya alam yang dikelola atau dimanfaatkan harus

benar-benar menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

2) Asas lestari

Artinya pengolahan

sumber daya alam tidak

boleh menimbulkan

kerusakan lingkungan,

menjaga keseimbangan

alam.

3) Asas berdaya saing

Artinya bahwa hasilhasil sumber daya alam

harus bisa bersaing

dengan sumber daya alam negara lain.

2. Aspek–Aspek Pancagatra

Pancagatra adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut

kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat dan

bernegara dengan ikatan-ikatan, aturan-aturan dan norma-norma tertentu.

Hal-hal yang termasuk aspek pancagatra adalah sebagai berikut.

a. Ideologi

Ideologi suatu negara diartikan sebagai guiding of principles atau

prinsip yang dijadikan dasar suatu bangsa. Ideologi adalah pengetahuan

dasar atau cita-cita. Ideologi merupakan konsep yang mendalam

mengenai kehidupan yang dicita-citakan serta yang ingin diiperjuangkan

dalam kehidupan nyata. Ideologi dapat dijabarkan ke dalam sistem nilai

kehidupan, yaitu serangkaian nilai yang tersusun secara sistematis dan

merupakan kebulatan ajaran dan doktrin. Dalam strategi pembinaan

ideologi berikut adalah beberapa prinsip yang harus diperhatikan.

1) Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI.

2) Ideologi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada seluruh

WNI.

3) Ideologi harus dijadikan panglima, bukan sebaliknya.

4) Aktualisasi ideologi dikembangkan kearah keterbukaan dan

kedinamisan.

Sumber: http://www.nasional.sindonews.com

Gambar 7.4 Setelah ditetapkan oleh UNESCO

bahwa batik merupakan warisan budaya

Indonesia maka batik dapat berdaya saing

dalam perdagangan.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 207

5) Ideologi Pancasila mengakui keaneragaman dalam hidup berbangsa

dan dijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan

masyarakat.

6) Kalangan elit eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus harus mewujudkan

cita-cita bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan

kepentingan bangsa.

7) Menyosialisasikan Pancasila sebagai ideologi humanis, relijius,

demokratis, nasionalis, dan berkeadilan. Menumbuhkan sikap positif

terhadap warga negara dengan meningkatkan motivasi untuk

mewujudkan cita-cita bangsa.

b. Politik

Politik diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan. Kehidupan politik dapat dibagi

kedalam dua sektor yaitu sektor masyarakat yang memberikan input dan

sektor pemerintah yang berfungsi sebagai output. Sistem politik yang

diterapkan dalam suatu negara sangat menentukan kehidupan politik di

negara yang bersangkutan. Upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan

ketahanan di bidang politik adalah upaya mencari keseimbangan dan

keserasian antara keluaran dan masukan berdasarkan  Pancasila yang

merupakan pencerminan dari demokrasi Pancasila.

c. Ekonomi

Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan

masyarakat dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang

dan jasa untuk  kesejahteraan rakyat. Upaya meningkatkan ketahanan

ekonomi adalah upaya meningkatkan kapasitas produksi dan kelancaran

barang dan jasa secara merata ke seluruh wilayah negara. Upaya untuk

menciptakan ketahanan ekonomi adalah melalui sistem ekonomi yang

diarahkan untuk kemakmuran rakyat.

Ekonomi kerakyatan harus menghindari free fight liberalism,

etatisme, dan tidak dibenarkan adanya monopoli. Struktur ekonomi

dimantapkan secara seimbang dan selaras antarsektor.  Pembangunan

ekonomi dilaksanakan bersama atas dasar kekeluargaan. Pemerataan

pembangunan dan hasil-hasilnya harus dilaksanankan secara selaras dan

seimbang antarwilayah dan antarsektor.  Kemampuan bersaing harus

ditumbuhkan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi. Ketahanan

di bidang ekonomi dapat ditingkatkan melalui  pembangunan nasional

yang berhasil, namun tidak dapat dilupakan faktor-faktor non-teknis

dapat mempengaruhi karena saling terkait dan berhubungan.

d. Sosial Budaya

Sosial budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik budaya bangsa

yang berisi keuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam

menghadapi dan mengatasi ancaman, tantangan, halangan, dan

gangguan (ATHG). Gangguan dapat datang dari dalam maupun dari

luar, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang membahayakan

kelangsungan hidup sosial NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Esensi ketahanan budaya adalah pengaturan dan  penyelenggaraan

kehidupan sosial budaya. Ketahanan budaya merupakan pengembangan

sosial budaya dimana setiap warga masyarakat dapat mengembangkan

kemampuan pribadi dengan segenap potensinya berdasarkan nilai-nilai

Pancasila.

e. Pertahanan dan Keamanan

Pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamika dalam

kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi

keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi

ATHG yang membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan

hidup bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ketahanan di bidang

keamanan adalah ketangguhan suatu bangsa dalam upaya bela negara,

di mana seluruh IPOLEKSOSBUDHANKAM disusun, dikerahkan secara

terpimpin, terintegrasi, terorganisasi untuk menjamin terselenggaranya

Sistem Ketahananan Nasional. Prinsip-prinsip Sistem Ketahanan Nasional

antara lain adalah sebagai berikut.

1) Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan.

2) Pertahanan keamanan berlandasan pada landasan ideal Pancasila,

landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional wawasan

nusantara.

3) Pertahanan keamanan negara merupakan upaya terpadu yang

melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 209

4) Pertahanan dan keamanan diselenggarakan dengan sistem pertahanan

dan keamanan nasional (Sishankamnas) dan sistem pertahanan dan

keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).

3. Hubungan Antargatra

Antara trigatra dan pancagatra serta antargatra itu sendiri terdapat

hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan

interdependensi yang artinya adalah sebagai berikut.

a. Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan

bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra

alamiah (trigatra) sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis

yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional

(pancagatra).

b. Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik, yaitu suatu tatanan

yang utuh, menyeluruh dan terpadu, di mana terdapat saling hubungan

antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional (astagatra).

c. Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra

lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan sebaliknya kekuatan

dari salah satu atau beberapa gatra dapat didayagunakan untuk

memperkuat gatra lainnya yang lemah, dan mempengaruhi kondisi

secara keseluruhan.

d. Ketahanan nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan

ketahanan segenap gatranya, melainkan suatu resultante keterkaitan

yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di

bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, social budaya, pertahanan dan

keamanan.

Selanjutnya hubungan antar gatra, dikemukakan seperti uraian berikut.

1) Gatra geografi, karakter geografi sangat mempengaruhi jenis, kualitas

dan persebaran kekayaan alam dan sebaliknya kekayaan alam dapat

mempengaruhi karakter geografi.

2) Antara gatra geografi dan gatra kependudukan; bentuk-bentuk

kehidupan dan penghidupan serta persebaran penduduk sangat erat

kaitannya dengan karakter geografi dan sebaliknya karakter geografi

mempengaruhi kehidupan dari pendudukanya.

3) Antara gatra kependudukan dan gatra kekayaan alam; kehidupan dan

penghidupan pendudukan dipengaruhi oleh jenis, kualitas, kuantitas

dan persebaran kekayaan alam, demikian pula sebaliknya jenis, kualitas,

kuantitas dan persebaran kekayaan alam dipengaruhi oleh faktor-faktor

kependudukan khususnya kekayaan alam yang dapat diperbaharui.

Kekayaan alam mempunyai manfaat nyata jika telah diolah oleh

penduduk yang memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan

teknologi.

4) Hubungan antargatra dalam pancagatra; setiap gatra dalam Pancagatra

memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain dan sebaliknya

setiap gatra menerima kontribusi dari gatra-gatra lain secara terintegrasi.

a. Antaragatra ideologi dengan gatra politik, ekonomi, sosial budaya,

pertahanan dan keamanan, maka arti ideologi adalah sebagai falsafah

bangsa dan landasan ideologi negara. Selain itu ideologi merupakan

nilai penentu bagi kehidupan nasional yang meliputi seluruh gatra

dalam pancagatra dalam memelihara kelangsungan hidup bangsa

dan pencapaian tujuan nasional.

b. Antara gatra politik dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial budaya,

pertahanan dan keamanan; berarti kehidupan politik yang mantap

dan dinamis menjalankan kebenaran ideologi, memberikan iklim

yang kondusif untuk pengembangan ekonomi, sosial budaya,

pertahanan dan keamanan. Kehidupan politik bangsa dipengaruhi

oleh bermacam hal yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran politik, tingkat

kemakmuran ekonomi, ketaatan beragama, keakraban sosial dan rasa

keamanannya.

c. Antara gatra ekonomi dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial budaya,

pertahanan dan keamanan; berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh

mantap dan merata, akan menyakinkan kebenaran ideologi yang

dianut, mendinamisir kehidupan politik dan perkembangan sosial

budaya serta mendukung pengembangan pertahanan dan keamanan. Keadaan ekonomi yang stabil, maju dan merata menunjang

stabilitas dan peningkatan ketahanan aspek lain.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 211

d. Antara gatra sosial budaya dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial

budaya, pertahanan dan keamanan; dalam arti kehidupan sosial

budaya yang serasi, stabil, dinamis, berbudaya dan berkepribadian,

akan menyakinkan kebenaran ideologi, memberikan iklim yang

kondusif untuk kehidupan politik yang berbudaya, kehidupan

ekonomi yang tetap mementingkan kebersamaan serta kehidupan

pertahanan dan keamanan yang menghormati hak-hak individu.

Keadaan sosial yang terintegrasi secara serasi, stabil, dinamis,

berbudaya dan berkepribadian hanya dapat berkembang di dalam

suasana aman dan damai. Kebesaran dan keseluruhan nilai sosial

budaya bangsa mencerminkan tingkat kesejahteraan dan keamanan

nasional baik fisik material maupun mental spiritual. Keadaan sosial

yang timpang dengan kontradiksi di berbagai bidang kehidupan

memungkinkan timbulnya ketegangan sosial yang dapat berkembang

menjadi gejolak sosial.

e. Antara gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi,

ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan; dalam arti kondisi

kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil dan dinamis akan

meyakinkan kebenaran ideologi, memberikan iklim yang kondusif

untuk pengembangan kehidupan politik, ekonomi dan sosial budaya.

Keadaan pertahanan dan keamanan yang stabil, dinamis, maju dan

berkembang di seluruh aspek kehidupan akan memperkokoh dan

menunjang kehidupan ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Astagatra dalam pendekatan kesejahteraan dan keamanan mempunyai

peranan tergantung dari sifat setiap gatra.

1) Gatra alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk kesejahteraan

maupun untuk keamanan.

2) Gatra ideologi, politik dan sosial budaya mempunyai peranan sama besar

untuk kesejahteraan dan keamanan.

3) Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk kesejahteraan daripada peranan untuk keamanan.

4) Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih besar

untuk keamanan daripada peranan untuk kesejahteraan.

Tugas Kelompok 7.2

Kerjakanlah secara berkelompok untuk mencari di internet atau sumber lain

tentang hubungan aspek trigatra dan pancagatra dengan wawasan nusantara.

Tuliskanlah dalam tabel berikut.

Tabel 7.3 Hubungan Trigatra dan Pancagatra dengan Wawasan Nusantara

No. Aspek Gatra Wawasan

Nusantara Contohnya

1. Trigatra

2. Pancagatra

D. Peran Serta Warga Negara Mendukung Implementasi Wawasan

Kebangsaan

Wawasan nusantara harus dijadikan arahan, pedoman, acuan, dan tuntutan

bagi setiap warga negara Indonesia dalam membangun dan memelihara

tuntutan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu,

implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola

pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan

bangsa daripada kepentingan pribadi atau golongan. Dengan kata lain,

wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan

bertindak dalam rangka menghadapi, menyikapi, atau menangani berbagai

masalah menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan

rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut.

1) Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan

menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal

tersebut nampak dalam wujud pemerintahan yang kuat, aspiratif, dan

terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.

2) Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan

menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan

dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata

dan adil. Di samping itu, implementasi Wawasan Nusantara mencerminkan

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 213

tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan

kebutuhan masyarakat antardaerah secara timbal balik serta kelestarian

sumber daya alam itu sendiri.

3) Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan

menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima,

dan menghormati segala bentuk perbedaan atau kebhinekaan sebagai

kenyataan hidup sekaligus karunia sang Pencipta. Implementasi ini juga

akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan

bersatu tanpa membeda-bedakan suku, asal usul daerah, agama atau

kepercayaan, serta golongan berdasarkan status sosialnya.

4) Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan

keamanan akan menumbuhkembangkan kesadaran cinta tanah air dan

bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap

warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa

serta bela negara ini akan menjadi modal utama yang akan menggerakkan

partisipasi setiap warga negara Indonesia dalam menanggapi setiap bentuk

ancaman, seberapa pun kecilnya dan dari manapun datangnya, atau setiap

gejala yang membahayakan keselamatan bangsa dan kedalaulatan negara.

5) Dalam pembinaan seluruh aspek kehidupan nasional sebagaimana

dijelaskan di atas, implementasi wawasan nusantara harus menjadi nilai

yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku

pada setiap strata di seluruh Indonesia. Di samping itu, wawasan nusantara

dapat diimplementasikan ke dalam segenap pranata sosial yang berlaku

di masyarakat dalam nuansa kebhinnekaan sehingga menciptakan

kehidupan yang toleran, akrab, peduli, hormat, dan taat hukum. Semua

itu menggambarkan sikap, paham, dan semangat kebangsaan atau

nasionalisme yang tinggi sebagai identitas atau jati diri bangsa Indonesia.

6) Untuk itu, agar terketuk hati nurani setiap warga negara Indonesia dan sadar

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara diperlukan pendekatan dengan

program yang teratur, terjadwal, dan terarah. Hal ini akan mewujudkan

keberhasilan implementasi Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui

pengukuhan wawasan nusantara.

Adapun peran serta dalam penerapan asas-asas wawasan nusantara dalam

tata kehidupan nasional memerlukan kesamaan pola pikir, pola sikap, dan pola

tindak dalam seluruh proses penyelenggaraan bermasyarakat, berbangsa dan

1. Mendukung persatuan bangsa.

2. Berkemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di

atas kepentingan individu atau golongan.

4. Mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan sosial dalam

masyarakat.

5. Mempunyai kemampuan berfikir, bersikap rasional, dan dinamis,

berpandangan luas sebagai intelektual.

6. Mempunyai wawasan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk

membela negara yang dilandasi oleh rasa cinta tanah air.

7. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara.

8. Memanfaatkan secara aktif ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk

kepentingan kemanusiaan, berbangsa dan bernegara.

9. Mewujudkan kepentingan nasional.

10. Memelihara dan memperbaiki demokrasi.

11. Mengembangkan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa.

12. Menciptakan kerukunan umat beragama.

13. Memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan

masyarakat.

14. Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan.

15. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar.

16. Merubah budaya negatif yang dapat menciptakan perselisihan.

17. Mengembangkan kehidupan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik.

18. Memelihara nilai-nilai positif (hidup rukun, gotong-royong, dll) dalam

masyarakat.

Written by Ningsih

hidup adalah yadnya dan tidak ada yadnya yang sia-sia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ancaman Terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Harmonisasi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Perspektif Pancasila